News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Meski Dinyatakan Aman, Es Gabus Dituding Berbahan Spons Masih Diuji Klinis: Pembuktian Belum Bisa Disimpulkan

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, saat ini es gabus tersebut pembuktiannya belum dapat disimpulkan.
Selasa, 27 Januari 2026 - 12:37 WIB
es gabus
Sumber :
  • ist

Jakarta, tvOnenews.com - Polisi mengungkap fakta baru di balik pemeriksaan terhadap pedagang es gabus yang dilakukan oleh anggota Polri dan TNI di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, saat ini es gabus tersebut pembuktiannya belum dapat disimpulkan. Sebab masih dilakukan uji klinis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Untuk pembuktian sebenernya masih belum bisa disimpulkan juga karena masih di uji klinis dj Dinkes dan Labfor terkait kandungan dan sebagainya. Baru dari Dokpol yang menyampaikan makanan layak konsumsi,” kata Roby, kepada wartawan, Selasa (26/1/2026).

Sementara itu, Heri menerangkan alasan keduanya memeriksa pedagang es yaitu menanggapi laporan dari masyarakat yang menduga es gabus tersebut mirip spons.

“Itu menanggapi laporan masyarakat yang resah, karena secara kasatmata ditemukan teksturnya mirip spon atau  PU foam. Memang salahnya mereka menyimpulkan dan membuat video tanpa atau sebelum diuji secara ilmiah, namun niatnya adalah memberi peringatan masyarakat dari kemungkinan konsumsi makanan yang tidak layak,” tegas Roby.

Sebelumnya, Sebuah video pemeriksaan terhadap pedagang es gabus di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, ramai diperbincangkan warganet dan memicu keresahan publik. Video tersebut memperlihatkan aparat gabungan Polri dan TNI memeriksa jajanan tradisional yang diduga terbuat dari bahan berbahaya.

Isu ini dengan cepat menyebar di media sosial, menyusul tudingan bahwa es gabus yang dijual pedagang tersebut dibuat dari bahan spons. Dugaan itu bahkan membuat aparat meminta sang pedagang membuktikan keamanan dagangannya secara langsung di hadapan kamera.

Dalam video yang diunggah akun @fakta.ido pada Selasa (27/1/2026), terlihat seorang pedagang es gabus diperiksa oleh aparat. Pedagang tersebut bahkan diminta mengonsumsi jajanan yang dijualnya untuk membuktikan bahwa makanan tersebut aman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bahannya enggak hancur. (Ini) dari spons ya. Kalau dia kue pasti hancur, atau agar-agar. Nah ini dari spons," ujar aparat kepolisian.

"Makan nih, habisin dan ditelan. Yang makan biar kamu ya, jangan anak-anak kecil, kasihan," ucap aparat yang mengenakan seragam TNI Angkatan Darat.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kabar Duka, Kombes Pol (Purn) Makmur Sidabuke Meninggal Dunia, Polda Jateng Sampaikan Belasungkawa

Kabar Duka, Kombes Pol (Purn) Makmur Sidabuke Meninggal Dunia, Polda Jateng Sampaikan Belasungkawa

Kabar duka datang dari keluarga besar Kepolisian RI, Kombes Pol (Purn) Makmur Sidabuke, S.H., M.H. meninggal dunia, Polda Jawa Tengah sampaikan belasungkawa.
Masalah Keamanan, Duel Timnas Indonesia Kontra Yordania Berpotensi Dipindah ke Turki

Masalah Keamanan, Duel Timnas Indonesia Kontra Yordania Berpotensi Dipindah ke Turki

Media Timur Tengah turut mengulas kemungkinan bahwa pertandingan Timnas Indonesia melawan Yordania akan dipindah ke Turki. Sebelumnya, laga ini harusnya dilaksanakan di Amman, Yordania.
PNM Hadir Jaga Harapan Masyarakat saat Air Bersih Tak Lagi Mudah Didapat

PNM Hadir Jaga Harapan Masyarakat saat Air Bersih Tak Lagi Mudah Didapat

Melalui PNM Peduli, perusahaan menghadirkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan, sekaligus mendukung penyediaan sarana air bersih dan sanitasi di sejumlah wilayah.
Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Konten kreator Herri Pras akhirnya buka suara setelah kedatangan Yudi Cahyadi dan sejumlah orang ke kediamannya. Ia turut mengungkap alasan di balik kritiknya.
Ratusan Pebulutangkis Muda dari Berbagai Negara Ramaikan Ajang MilkLife Superliga Junior 2026 Sepanjang Pekan Ini

Ratusan Pebulutangkis Muda dari Berbagai Negara Ramaikan Ajang MilkLife Superliga Junior 2026 Sepanjang Pekan Ini

Turnamen bulutangkis junior beregu MilkLife Superliga Junior 2026 yang diselenggarakan oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation kembali berlangsung pada pekan ini.
Kabar Duka, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku Gindo Ginting Meninggal Dunia

Kabar Duka, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku Gindo Ginting Meninggal Dunia

Kabar duka, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku Gindo Ginting meninggal dunia. Dilansir dari berbagai sumber, Gindo pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Di bawah asuhan David Nascimento, Timnas Indonesia U-17 mencatatkan statistik mentereng jelang kompetisi penentuan menuju level Asia. 
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Presiden FAM Sebut Tujuh Pemain Keturunan Ilegal yang Selesaikan Sanksi FIFA Adalah Rakyat Malaysia

Presiden FAM Sebut Tujuh Pemain Keturunan Ilegal yang Selesaikan Sanksi FIFA Adalah Rakyat Malaysia

Presiden FAM yang juga CEO Liga Malaysia (MFL) ini memastikan para pemain tersebut tetap berstatus sebagai rakyat Malaysia setelah masa sanksi mereka resmi berakhir pada 1 November 2026 lalu.
Selengkapnya

Viral