News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tuduhan Es Gabus dari Spons Tak Terbukti, Polda Metro Klaim Tak Ada Niatan Matikan Usaha: Tujuannya Edukasi

Budi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila tindakan personel Bhabinkamtibmas tersebut menimbulkan persepsi yang kurang tepat di ruang publik.
Rabu, 28 Januari 2026 - 13:19 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Kamis (18/12/2025).
Sumber :
  • ANTARA/Ilham Kausar.

Jakarta, tvOnenews.com – Kepolisian Daerah Metro Jaya mulai melakukan penelusuran internal terkait tindakan aparat yang sempat menangkap pedagang es gabus di Jakarta Pusat. Kasus ini mencuat setelah pedagang tersebut dituding menjual jajanan berbahan spons dan videonya viral di media sosial.

Langkah pendalaman dilakukan menyusul sorotan publik terhadap cara penanganan aparat di lapangan. Polda Metro Jaya memastikan proses evaluasi dilakukan secara profesional guna memastikan tidak ada pelanggaran etika maupun kewenangan oleh personel yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro jaya telah menjemput bola, dalam hal ini mendalami apakah ada perbuatan etika, kewenangan yang dilanggar oleh personel tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, Rabu (28/1/2026).

Budi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila tindakan personel Bhabinkamtibmas tersebut menimbulkan persepsi yang kurang tepat di ruang publik.

"Kami mohon maaf karena tujuannya adalah untuk memberikan edukasi," ujar Budi.

Ia menegaskan bahwa kepolisian tidak memiliki niat untuk menghambat aktivitas usaha masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Tapi apapun itu, kami memahami psikologis kekecewaan publik. Kami sampaikan mohon maaf," ucap Budi.

Di sisi lain, anggota TNI dan Polri yang bertugas di Kelurahan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat, turut mengakui adanya kekeliruan dalam penanganan awal terhadap pedagang es gabus tersebut.

Mereka mengakui telah terlalu cepat menarik kesimpulan tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari instansi berwenang.

"Kami di lapangan telah menyimpulkan terlalu cepat, tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari pihak berwenang, seperti Dinas Kesehatan, Dokpol, maupun Labfor Polri," kata Aiptu Ikhwan Mulyadi.

Ikhwan pun menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, khususnya kepada pedagang es gabus bernama Sudrajat yang terdampak langsung akibat peristiwa tersebut.

Ia menegaskan bahwa tidak ada niat sedikit pun untuk merugikan atau mencemarkan nama baik pedagang tersebut.

Lebih lanjut, Ikhwan menjelaskan bahwa tindakan awal yang dilakukan merupakan bentuk respons cepat aparat terhadap laporan masyarakat yang khawatir adanya dugaan peredaran makanan berbahaya di lingkungan mereka.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat telah memastikan bahwa es gabus yang dijual Sudrajat aman dan layak untuk dikonsumsi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tim Dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh, dan hasilnya, produk tersebut layak dikonsumsi, atau tidak mengandung zat berbahaya," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra di Jakarta, Minggu (24/1/2026).

Kepastian tersebut diperoleh setelah Tim Keamanan Pangan Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan terhadap seluruh sampel es kue, es gabus, agar-agar, serta coklat meses milik pedagang yang sempat diamankan. (ant/nba)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Korupsi Rp13 Miliar Proyek Kawasan WFC Pangururan dan Tele, Pejabat PPK Dirjen PUPR Ditahan

Korupsi Rp13 Miliar Proyek Kawasan WFC Pangururan dan Tele, Pejabat PPK Dirjen PUPR Ditahan

Tim Pidsus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) menahan satu orang tersangka berinisial ESK atas kasus tindak pidana korupsi Rp13 miliar pada proyek penat
Ammar Zoni Ngaku Dipalak sampai Rp3 Miliar di Lapas, Yusril Angkat Bicara

Ammar Zoni Ngaku Dipalak sampai Rp3 Miliar di Lapas, Yusril Angkat Bicara

Menko Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra memberikan respons terkait laporan Ammar Zoni bahwa ada pemerasan yang terjadi di lapas.
Hari Ini KPK Periksa Kadis hingga Kabid di Pemkab Bekasi Terkait Suap Ijon Proyek

Hari Ini KPK Periksa Kadis hingga Kabid di Pemkab Bekasi Terkait Suap Ijon Proyek

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap proyek ijon di wilayah Kabupaten Bekasi yang menyeret Bupati nonaktif Ade Kuswara Kunang.
Nasib Babinsa yang Tuduh Penjual Es Gabus Pakai Bahan Spons, TNI Beri Sanksi Disiplin

Nasib Babinsa yang Tuduh Penjual Es Gabus Pakai Bahan Spons, TNI Beri Sanksi Disiplin

Babinsa Serda Heri, TNI yang menuduh penjual es gabus menjual makanan berbahan spons mendapakatkan sanksi disiplin. TNI menegaskan lakukan evaluasi internal.
Viral Video Artis Chiki Fawzi, Akui Sedih Dikeluarkan dari Petugas Haji 2026

Viral Video Artis Chiki Fawzi, Akui Sedih Dikeluarkan dari Petugas Haji 2026

Tengah viral dimedsos, video artis Chiki Fawzi yang kecewa karena dikeluarkan dari petugas haji.
Jadi Ketua Harian DEN, Bahlil Ungkap Prioritas Prabowo di Bidang Energi Termasuk Nuklir

Jadi Ketua Harian DEN, Bahlil Ungkap Prioritas Prabowo di Bidang Energi Termasuk Nuklir

Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN), Bahlil Lahadalia mengungkapkan fokus Presiden Prabowo Subianto di bidang energi

Trending

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Persib Dapat Kabar Buruk dari Media Italia Soal Transfer Federico Barba usai Resmi Datangkan Layvin Kurzawa

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Persib Dapat Kabar Buruk dari Media Italia Soal Transfer Federico Barba usai Resmi Datangkan Layvin Kurzawa

Persib Bandung mendapat kabar tak sedap setelah resmi merekrut Layvin Kurzawa. Media Italia menyebut Federico Barba hampir sepakat kembali ke Serie B Italia.
6 Pemain Eropa yang Berpotensi Dinaturalisasi Era John Herdman, Siap Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

6 Pemain Eropa yang Berpotensi Dinaturalisasi Era John Herdman, Siap Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Era John Herdman di Timnas Indonesia membuka peluang besar naturalisasi pemain Eropa. Enam nama potensial disorot jelang FIFA Series 2026 dan proyek Piala Dunia 2030.
Pedagang Es Gabus Dituduh Spons Ngaku Trauma: Kini Bantuan Mengalir dari KDM, Pemkab hingga Polisi

Pedagang Es Gabus Dituduh Spons Ngaku Trauma: Kini Bantuan Mengalir dari KDM, Pemkab hingga Polisi

Peristiwa itu bermula ketika Suerajat didatangi anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa setelah adanya laporan warga.
Suporter Belanda Berbondong-bondong Kritik Jordi Cruyff usai Maarten Paes Dirumorkan Gabung Ajax Amsterdam

Suporter Belanda Berbondong-bondong Kritik Jordi Cruyff usai Maarten Paes Dirumorkan Gabung Ajax Amsterdam

Suporter Belanda banyak yang keheranan ketika melihat kabar Ajax Amsterdam bakal merekrut Maarten Paes. Sang kiper Timnas Indonesia kabarnya akan ditebus seharga 1 juta euro.
Viral Pedagang Es Diintimidasi Aparat, TNI Minta Konflik Tak Berkepanjangan

Viral Pedagang Es Diintimidasi Aparat, TNI Minta Konflik Tak Berkepanjangan

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono angkat bicara soal pedagang es gabus yang diamankan aparat gabungan Polri dan TNI usai diduga terbuat dari bahan berbahaya yakni spons.
Jago Lemparan Jauh seperti Pratama Arhan, Bisakah Gelandang Islandia Berdarah Jakarta Ini Dipanggil ke Timnas Indonesia?

Jago Lemparan Jauh seperti Pratama Arhan, Bisakah Gelandang Islandia Berdarah Jakarta Ini Dipanggil ke Timnas Indonesia?

Disandingkan dengan Pratama Arhan karena bisa ciptakan lemparan jauh jadi sebuah peluang, bisakah gelandang Serie A berdarah Jakarta ini bela Timnas Indonesia?
Reaksi Keras Publik Belanda Usai Ajax Selangkah Lagi Gaet Maarten Paes: Hentikan! Dia Bukan Kiper Top

Reaksi Keras Publik Belanda Usai Ajax Selangkah Lagi Gaet Maarten Paes: Hentikan! Dia Bukan Kiper Top

Ajax Amsterdam dikabarkan selangkah lagi mendatangkan Maarten Paes, kiper FC Dallas sekaligus penjaga gawang Timnas Indonesia. Begini reaksi publik Belanda.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT