News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ekonom Sebut Mundurnya Pucuk Pimpinan OJK adalah Bentuk Kritik Vulgar Terhadap Tekanan Presiden

Pengunduran diri Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dua pejabat kunci pengawasan pasar modal dinilai bukan sekadar persoalan internal.
Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:13 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar (kiri) dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi (kanan) menyampaikan keterangan pers, Jumat (30/1).
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.comPengunduran diri Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar bersama dua pejabat kunci pengawasan pasar modal dinilai bukan sekadar persoalan internal lembaga, melainkan sinyal krisis yang lebih dalam terkait independensi otoritas keuangan nasional.

Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, menyebut peristiwa ini sebagai guncangan besar yang berpotensi menggoyang stabilitas pasar dan kepercayaan investor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Mundurnya Ketua OJK dan anggota Dekom OJK membuat shock semua pihak,” ujar Bhima Yudhistira saat dihubungi tvOnenews.com, Sabtu (31/1/2026).

Bhima menilai, pengunduran diri tersebut tidak bisa dilepaskan dari dugaan adanya tekanan kuat dari pihak eksekutif. 

Mahendra Siregar saat masih menjabat Ketua OJK.
Mahendra Siregar saat masih menjabat Ketua OJK.
Sumber :
  • Antara

Ia menyoroti wacana perubahan porsi investasi asuransi dan dana pensiun di pasar saham yang disebut-sebut meningkat signifikan.

“Sepertinya ada tekanan dari eksekutif, dari Presiden (Prabowo Subianto) terutama perubahan porsi besar-besaran asuransi dan dana pensiun dalam investasi di saham, dari 8 persen ke 20 persen,” katanya.

Menurut Bhima, kebijakan tersebut berisiko besar dan berpotensi mengulang kegagalan pengelolaan dana publik di masa lalu.

“Seolah asuransi dan dana pensiun mau dikorbankan untuk tahan keluarnya modal asing. Padahal ada risiko Asabri jilid II di mana dana pensiun dan asuransi masuk ke saham spekulatif di bursa saham,” tegasnya.

Ia bahkan menilai langkah mundur Mahendra Siregar dan jajaran pengawas pasar modal sebagai bentuk kritik terbuka terhadap tekanan tersebut.

“Apa yang dilakukan Mahendra dan Inarno dkk. adalah kritik langsung dan vulgar terhadap tekanan dari presiden,” ucap Bhima.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi
Sumber :
  • ANTARA

Dampak lanjutan dari peristiwa ini, menurut Bhima, berpotensi sangat serius bagi perekonomian nasional. 

Ia menilai mundurnya pucuk pimpinan OJK menunjukkan kerapuhan sistem dan melemahnya independensi lembaga pengawas sektor keuangan.

“Pastinya ekonomi akan berguncang, menunjukkan kerapuhan dan hilangnya independensi dari lembaga otoritas keuangan. Ini masalah yang cukup serius. Elite cracking benar benar sedang terjadi,” ungkapnya.

Bhima juga memperingatkan risiko penurunan kepercayaan investor, baik domestik maupun internasional.

“Investor akan dis-trust dengan pengelolaan pasar keuangan, banyak lembaga internasional akan downgrade atau menurunkan minat berinvestasi di indonesia,” katanya.

Dalam jangka sangat pendek, Bhima memprediksi pasar saham akan bereaksi negatif.

“Senin depan koreksi saham berisiko terjadi sebagai reaksi investor terhadap mundurnya ketua OJK,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Otoritas Jasa Keuangan diguncang pengunduran diri jajaran puncaknya. 

Ketua OJK Mahendra Siregar resmi menyatakan mundur dari jabatannya melalui keterangan tertulis pada Jumat (30/1/2026).

Pengunduran diri tersebut dilakukan bersamaan dengan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK), serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (DKTK).

OJK menegaskan seluruh proses pengunduran diri telah disampaikan secara resmi dan akan diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pengunduran diri tersebut telah disampaikan secara resmi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan akan diproses lebih lanjut sesuai mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan sebagaimana telah diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan (UU P2SK),” demikian keterangan tertulis OJK.

Mahendra Siregar sebelumnya menyatakan, keputusan mundur yang diambil bersama KE PMDK dan DKTK merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung proses pemulihan yang dibutuhkan di internal lembaga pengawas sektor keuangan. (agr/muu)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Curahan Hati Megawati Hangestri: Aku Tau Gak Mudah Untuk Melewati ini Semua, Banyak yang Meragukanmu, Berkata Buruk!

Curahan Hati Megawati Hangestri: Aku Tau Gak Mudah Untuk Melewati ini Semua, Banyak yang Meragukanmu, Berkata Buruk!

Unggahan itu menjadi refleksi dari perjuangan Megawati Hangestri yang tak mudah sepanjang Proliga 2026. Ia tidak hanya menghadapi lawan di lapangan, tetapi juga keraguan publik
Sean Gelael Raih Podium di Race Pertama GTWCA Mandalika, Pertamina Patra Niaga Sebut Hasil Strategi dan Dukungan

Sean Gelael Raih Podium di Race Pertama GTWCA Mandalika, Pertamina Patra Niaga Sebut Hasil Strategi dan Dukungan

Pertamina mengapresiasi capaian Sean Gelael yang berhasil finis di meraih podium ketiga pada race pertama GT World Challenge Asia (GTWCA) Mandalika 2026.
Polisi Bongkar Laboratorium Narkotika Terselubung di Kamar Kos Tamansari Jakbar

Polisi Bongkar Laboratorium Narkotika Terselubung di Kamar Kos Tamansari Jakbar

Sebuah kamar kos di Kelurahan Krukut, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, kedapatan disulap menjadi laboratorium produksi (clandestine lab) narkotika. 
Command Center & Edukasi di Indonesia Kini Masuk Era Visual Real-Time Interaktif

Command Center & Edukasi di Indonesia Kini Masuk Era Visual Real-Time Interaktif

Di berbagai instansi pemerintahan hingga perusahaan swasta, command center modern mengandalkan visualisasi data presisi tinggi untuk memantau situasi secara
Menantu Jadi Otak Pembunuhan Mertua di Pekanbaru, Empat Pelaku Diringkus Polisi

Menantu Jadi Otak Pembunuhan Mertua di Pekanbaru, Empat Pelaku Diringkus Polisi

Pelarian empat pelaku perampokan dan pembunuhan terhadap seorang wanita di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, berakhir di tangan kepolisian. 
Ngaku Takut Kucing, Begini Reaksi Jenaka Gubernur Malut Sherly Tjoanda saat Sidak ke Rumah Warga yang Pelihara 'Anabul'

Ngaku Takut Kucing, Begini Reaksi Jenaka Gubernur Malut Sherly Tjoanda saat Sidak ke Rumah Warga yang Pelihara 'Anabul'

Gubernur Malut Sherly Tjoanda panik bahkan sampai berteriak saat menjumpai seekor kucing peliharaan saat sedang mengunjungi rumah warganya yang terdampak gempa.

Trending

Diizinkan FIFA Bela Timnas Indonesia Tanpa Naturalisasi, Raja Assist Championship Ini Bisa Dipanggil John Herdman untuk Piala AFF 2026

Diizinkan FIFA Bela Timnas Indonesia Tanpa Naturalisasi, Raja Assist Championship Ini Bisa Dipanggil John Herdman untuk Piala AFF 2026

Tampil memukau sebagai raja assist kasta Championship, salah satu pemain veteran ini layak dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia buat ajang Piala AFF 2026.
Warga Belanda Berbondong-bondong Girang NAC Breda Selangkah Lagi Resmi Didegradasi: Semoga Tak Lekas Promosi

Warga Belanda Berbondong-bondong Girang NAC Breda Selangkah Lagi Resmi Didegradasi: Semoga Tak Lekas Promosi

Banyak warga Belanda yang mengutarakan rasa gembiranya setelah NAC Breda hampir dipastikan terdegradasi dari kasta tertinggi Liga Belanda. 
Pelatih Hyundai Hillstate Beri Sinyal Positif untuk Megawati Hangestri, Kang Sung-hyung Komentari Aksi Megatron di Grand Final Proliga 2026

Pelatih Hyundai Hillstate Beri Sinyal Positif untuk Megawati Hangestri, Kang Sung-hyung Komentari Aksi Megatron di Grand Final Proliga 2026

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung memberikan pernyataannya usai menyaksikan aksi Megawati Hangestri secara langsung, saat membela Jakarta Pertamina Enduro di Grand Final Proliga 2026.
Top 3 Timnas Indonesia: Jay Idzes-Maarten Paes Diizinkan Main, Erick Thohir Bertemu Sekjen KNVB, hingga Raja Assist yang Eligible Dinaturalisasi

Top 3 Timnas Indonesia: Jay Idzes-Maarten Paes Diizinkan Main, Erick Thohir Bertemu Sekjen KNVB, hingga Raja Assist yang Eligible Dinaturalisasi

Ada tiga berita terpopuler seputar Timnas Indonesia yang paling banyak dibaca di tvOnenews.com, mulai dari turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 hingga isu naturalisasi.
Timnas Indonesia Bisa Full Asing di Piala AFF 2026, Ini 11 Pemain yang Sudah dan Eligible Jadi WNI untuk Dipanggil John Herdman

Timnas Indonesia Bisa Full Asing di Piala AFF 2026, Ini 11 Pemain yang Sudah dan Eligible Jadi WNI untuk Dipanggil John Herdman

Timnas Indonesia berpotensi pakai skuad yang didominasi pemain asing, baik diaspora maupun legiun asing Super League yang memenuhi syarat untuk dinaturalisasi.
Jadi Bintang Persib Bandung, Siapa Sangka Beckham Putra Dulu Sempat Mengidolakan Sosok Ini Sejak Kecil

Jadi Bintang Persib Bandung, Siapa Sangka Beckham Putra Dulu Sempat Mengidolakan Sosok Ini Sejak Kecil

Beckham Putra mengungkap sosok yang menjadi inspirasinya sejak kecil untuk bermain bola hingga akhirnya berhasil menjadi salah satu bintang di Persib Bandung.
Tak Main-Main, Dedi Mulyadi Buka Opsi Kirim Pelaku Kerusuhan di Bandung yang Masih Berstatus Pelajar ke Barak Militer: Kita Lihat Aspek Hukumnya!

Tak Main-Main, Dedi Mulyadi Buka Opsi Kirim Pelaku Kerusuhan di Bandung yang Masih Berstatus Pelajar ke Barak Militer: Kita Lihat Aspek Hukumnya!

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membuka opsi untuk mengirim para pelaku kerusuhan di Bandung yang masih berstatus pelajar ke barak militer. 
Selengkapnya

Viral