Fakta-Fakta Pembunuhan Eks Sekjen Pordasi DKI Jakarta di Gumuk Pasir, Tersangka Kecewa Sudah Beri Uang Rp1,2 Miliar untuk Usaha Travel Haji-Umrah hingga Kondisi Mata Terbuka saat Ditemukan
- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Jakarta, tvOnenews.com - Fakta-fakta pembunuhan eks Sekjen Pordasi DKI Jakarta berinisial HM (68) telah terangkum.
Sebelumnya diberitakan, jasad pria yang belum diketahui identitasnya ditemukan di Gumuk Pasir, Parangtritis, DI Yogyakarta pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.
Setelah dilakukan pengecekan, identitas jasad pria itu pun akhirnya terungkap. Dia adalah HM warga Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur.
Inilah rangkuman fakta-faktanya:
Kondisi HM saat Ditemukan
HM ditemukan oleh M yang sedang merumput. Saat ditemukan, HM mengenakan celana hitam pendek, kaos dalam putih dan kaos luar kerah biru. Akan tetapi, saat itu kondisinya tersingkap.
Saksi menyebut HM ditemukan dalam posisi terlentang. Kedua kaki menekuk di bagian lutut, kedua tangan tertekuk di dada dan kedua matanya terbuka.
Sejumlah Luka Ditemukan
Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan ditemukan sejumlah ditemukan di tubuh korban.
Dia menyebut ada luka lebam di sekitar bola mata, leher depan, pelipis kanan, pangkal hidung dan mulut kiri.
Ditemukan juga luka sobek di telinga kiri, telinga kanan dan rahang kiri bengkak.
Dua Tersangka Ditetapkan dan Motif Pembunuhan HM
Kasus penemuan jasad di Gumuk Pasir pun berlanjut hingga berujung pada penetapan dua tersangka.
Kedua tersangka, yakni RM (42) warga Boyolali, Jawa Tengah dan FM (61) warga Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Kapolres Bantul AKPB Bayu Puji Hariyanto mengatakan motif RM dan FM melakukan hal itu karena kecewa.
RM dan FM kecewa kepada HM karena bisnis travel haji dan umrah yang dijanjikannya tak kunjung terlaksana.
"Jadi motifnya adanya kekecewaan dari pelaku, yaitu RM dan FM terhadap korban HM karena usaha umrah atau travel haji yang dijanjikan tidak kunjung dilaksanakan," ujarnya, Minggu (1/2/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bayu mengatakan mulanya RM kecewa dan dendam karena sudah memberikan uang kepada HM senilai Rp 1,2 miliar untuk modal bisnis tersebut.
Akan tetapi, bisnis tersebut urung terealisasi sampai waktu yang ditetapkan. Setelah itu, mereka sepakat untuk menyelesaikan masalah ini di Yogyakarta.
RM yang emosi melakukan pemukulan berulang kali kepada HM. Setelah itu, kata dia, korban dibuang di Gumuk Pasir dalam kondisi sekarat.
Load more