Kongres Nasional Permahi Tetapkan Ketua Umum Baru Periode 2026–2028
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com — Kongres X Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) resmi digelar pada 2–5 Februari 2026 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum, Kementerian Hukum Republik Indonesia. Forum tertinggi organisasi ini menjadi ajang konsolidasi nasional sekaligus penentuan arah kepemimpinan Permahi ke depan.
Kongres diikuti oleh perwakilan cabang Permahi dari berbagai daerah di Indonesia. Seluruh rangkaian sidang berlangsung dinamis, terbuka, dan demokratis, mencerminkan komitmen organisasi terhadap nilai musyawarah serta partisipasi kader.
Puncak kongres ditandai dengan pemilihan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Permahi periode 2026–2028. Proses pemilihan dilakukan melalui voting terbuka dengan total 40 suara sah. Dari hasil penghitungan, Azhar Sidiq S dari Cabang Jambi memperoleh 24 suara, disusul Chairul Anwar dari Cabang Ambon dengan 16 suara, sementara M. Pati Abdillah dari Cabang Jakarta Selatan tidak memperoleh suara. Dengan demikian, Azhar Sidiq resmi terpilih sebagai Ketua Umum DPN Permahi.
Terpilihnya Azhar menandai dimulainya babak baru kepemimpinan Permahi dengan semangat persatuan dan penguatan organisasi. Ia mengusung visi besar bertagline “Permahi Mendunia” sebagai arah gerak kepengurusan selama dua tahun ke depan.
Dalam pidato perdananya usai terpilih, Azhar menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa kemenangan tersebut bukanlah milik pribadi maupun kelompok tertentu, melainkan kemenangan seluruh kader Permahi di Indonesia.
“Kemenangan ini adalah kemenangan kolektif. Bukan milik satu orang atau satu cabang, tapi milik seluruh kader Permahi di Indonesia,” ujar Azhar kepada wartawan, Kamis (5/2).
Ia juga menekankan bahwa berakhirnya Kongres X menjadi momentum untuk mengakhiri perbedaan pandangan yang muncul selama proses pemilihan. Menurutnya, seluruh kader kini kembali berada dalam satu barisan dengan identitas yang sama sebagai keluarga besar Permahi.
“Kongres telah selesai. Perbedaan kita sudahi. Hari ini kita kembali dalam satu barisan, satu identitas: Permahi,” tegasnya.
Mengusung tagline “Permahi Mendunia,” Azhar menyatakan komitmennya untuk melakukan pembenahan internal organisasi, memperkuat peran cabang, serta meningkatkan kapasitas kader di seluruh daerah. Ia menilai bahwa cabang merupakan fondasi utama organisasi yang harus diperkuat agar Permahi mampu berkembang secara berkelanjutan.
“Saya siap bekerja keras untuk Permahi. Saya juga siap turun langsung ke cabang-cabang, menyapa kader, mendengar persoalan di bawah, dan bergerak bersama. Karena Permahi dibangun dari cabang, bukan hanya dari pusat,” kata Azhar.
Menurutnya, kepemimpinan Permahi ke depan akan berfokus pada dua agenda besar, yakni persatuan organisasi dan peningkatan daya saing kader mahasiswa hukum di tingkat nasional maupun internasional. Ia menilai, Permahi harus mampu beradaptasi dengan tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai dasar perjuangan organisasi.
“Misi utama kita adalah persatuan dan penyatuan. Bersama-sama kita perkuat solidaritas dan mendorong Permahi naik kelas—kuat di daerah, berpengaruh di tingkat nasional, dan siap melangkah ke level internasional. Inilah makna Permahi Mendunia,” ungkapnya.
Selain itu, Azhar menegaskan pentingnya kerja kolektif dalam menjalankan roda organisasi. Ia mengajak seluruh kader untuk menjadikan periode kepengurusannya sebagai momentum memperkuat kontribusi Permahi dalam pembangunan hukum nasional serta penguatan peran mahasiswa hukum sebagai agen perubahan.
Menutup pernyataannya, Azhar kembali menekankan komitmennya untuk berjalan bersama seluruh kader, tanpa membedakan latar belakang cabang maupun dinamika politik internal yang sempat terjadi selama Kongres.
“Kalau rekan-rekan bekerja keras untuk Permahi, saya akan bekerja keras untuk Permahi. Mari kita berjalan bersama, bekerja bersama, dan mewujudkan Permahi Mendunia,” ujarnya.
Kongres X Permahi ini tidak hanya menjadi forum pemilihan kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan konsolidasi nasional bagi mahasiswa hukum di Indonesia. Dengan kepemimpinan baru yang terpilih secara demokratis, Permahi diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai organisasi mahasiswa hukum yang solid, progresif, dan relevan dalam menghadapi dinamika hukum serta tantangan global ke depan. (nsp)
Load more