Viral! Mahasiswa Keperawatan di Yogyakarta Diduga Aniaya Pacar, Fakta Terungkap Lewat Unggahan Sang Kakak
- Tangkapan layar akun X @AgiKristanto.
Sleman, tvOnenews.com - Jagat media sosial (medsos) dihebohkan oleh dugaan kasus penganiayaan dalam hubungan berpacaran yang menyeret nama seorang mahasiswa keperawatan di Yogyakarta.
Kasus ini menjadi viral setelah kakak korban mengunggah sejumlah bukti penganiayaan yang dialami oleh adiknya.
Unggahan tersebut memperlihatkan foto kondisi korban dengan lebam di beberapa bagian tubuh korban seperti wajah, tangan dan kaki.
Dalam postingannya yang diunggah akun X pada Rabu (4/2/2026), kakak korban geram atas tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku.
Diketahui, pelaku inisial AD, mahasiswa aktif di Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta.
Atas peristiwa ini, sang kakak meminta keadilan bagi adiknya.
"Seorang mahasiswa Unisa Yogyakarta telah melakukan pidana kekerasan terhadap adik perempuan saya, memukul dan menyiksa. Tolong pelaku diadili. Jika sanksi hanya pindah kampus, akan ada korban selanjutnya," tulis kakak korban @AgiKristanto dikutip Kamis (5/2/2026).
Kakak korban mengatakan bila adiknya telah menjalani visum. Pihaknya juga telah melaporkan tindak pidana penganiayaan ini kepada aparat kepolisian setempat.
"Sudah visum, sudah bikin laporan juga di Polres Sleman. Semoga pelaku segera ditangkap," ucapnya.
Terkait peristiwa ini, Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun membenarkan bahwa polisi telah menerima laporan dugaan penganiayaan tersebut. Kini, kasus tersebut sudah ditangani oleh Satreskrim Polresta Sleman.
"Proses masih tahap Penyelidikan," ucap Salamun.
Pihak Kampus Buka Suara
Pihak kampus menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan kasus kekerasan yang melibatkan dua mahasiswa.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius, karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, etika, serta budaya akademik yang menjunjung tinggi rasa aman dan saling menghormati.
Dalam pernyataanya pada Rabu (4/2/2026), Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Bidang Kemahasiswaan, Wantonoro menyampaikan, kejadian tersebut merupakan hal yang tidak diharapkan oleh institusi.
“Sebagai bentuk tanggung jawab kami, karena keduanya merupakan mahasiswa kami, kami turut prihatin dan tentu menyesalkan kejadian ini. Selanjutnya kami melakukan respons cepat dengan memberikan dukugan baik secara fisik maupun psikologis dengan berkunjung secara langsung ke kediaman keluarga dan korban, serta dilanjutkan upaya rehabilitasi sesuai kebutuhan pada korban,” ujar Wantonoro.
Load more