Lagi Blusukan RTLH, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Marahi Mandor usai Lihat Ada Rumah Warga Bocor: Lihat Pakai Mata
- Instagram/@s_tjo
Kota Ternate, tvOnenews.com - Gubernur Malut Sherly Tjoanda memarahi seorang mandor viral. Hal itu terjadi saat blusukan pelaksanaan Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Jumat (6/2/2026).
Sherly Tjoanda meninjau pelaksanaan RTLH agar program ini benar-benar bermanfaat bagi rumah warga penerima bantuan RTLH di Kelurahan Kalumata, Maliaro, Tubo, dan Tongole di Ternate.
Di tengah blusukan di Tongole, Sherly Tjoanda justru melihat ada rumah warga dari hasil RTLH yang masih bocor. Ia pun langsung menegur seorang mandor yang menanganinya.
"Kenapa yang di Ternate nggak cukup sampai diplester sedangkan di Halmahera aja cukup diplester?," tanya Sherly Tjoanda dilansir dari kanal YouTube pribadinya, Senin (9/2/2026).
Program RTLH Harus Berjalan di Tongole Kota Ternate

- Tangkapan layar YouTube GubSherly
Ia menjelaskan, program RTLH justru harus sudah lancar. Pemprov Malut mulai menjalani pelaksanaan bedah rumah ini sejak awal Februari 2026.
Ia menegaskan, setidaknya setiap rumah warga yang menerima RTLH harus benar-benar terlihat bagus dan nyaman. Minimal menghindari kebocoran dan banjir saat hujan deras.
"Rumahnya itu harusnya cukup sampai diplester di dalam dan di luar tipe 36. Kamar dua, kamar mandi satu. Jadi, kalau bahan tidak cukup langsung lapor," tegasnya.
Kaget Rumah RTLH Masih Bocor
Ia terkejut salah satu atap rumah yang dikunjungi terlihat masih bocor. Penataan dan proses renovasi dinilai masih asal-asalan.
Ia pun kembali memanggil mandor yang menangani rumah tersebut. Sang mandor langsung diam membisu saat dimarahi Gubernur Malut.
"Bapak, tugas Bapak itu ini kan tanggung jawab Bapak. Berarti, Bapak datang bisa lihat pakai mata kan kalau itu dinding tidak diplester?," sentil dia.
Ia membandingkan banyak rumah RTLH di Halmahera berjalan lancar. Namun di Tongole, malah masih bocor. Padahal pembiayaan renovasi di Ternate lebih murah sehingga proses renovasi tidak ada kendala.
"Bapak pengawas, harusnya Bapak tidak terima surat terima ketika ini tidak diplester. Kalau bahannya kurang, kenapa tidak bertanya? Harusnya sampai karena rumah yang saya kunjungi di Halmahera diplester, bagaimana di Ternate tidak bisa?," terangnya.
Load more