Prosesi Sanksi Adat Bagi Pandji Selesai, Ini Ritual Lengkap dan Maknanya dalam Kebudayaan Toraja
- ANTARA
Sidang adat tersebut, lanjut Romba, bertujuan membuka ruang komunikasi yang setara agar semua pihak bisa saling memahami. Komunitas Toraya ingin memastikan suara kolektif dalam proses pemulihan, dan itu bukan sekedar keputusan sepihak yang dapat memperpanjang permasalahan.
Sebagai hakim adat yang memimpin persidangan, ia menilai persoalan ini berakar pada ketidaktahuan Pandji terhadap makna mendalam Rambu Solo. Selain dirinya, para hakim adat lainnya hadir yaitu Saba’ Sombolinggi, Eric Crystal Ranteallo, Yusuf Sura’ Tandirerung, Maksi Balalembang, Lewaran Rantela’bi, dan Nura Massora Salusu.
Ketua Tongkonan Kada Sam Barumbun mengapresiasi Lembaga AMAN memfasilitasi kehadiran Panji yang rela datang jauh dari Amerika, Jakarta sampai ke Toraja untuk menyampaikan maaf atas ketidaktahuannya tentang adat. Sebab, menurut dia, prosesi adat kematian di Toraja adalah mahal, karena di situlah mengembalikan yang diberikan Tuhan sampai diciptakannya.
"Ini sebuah penghormatan luar biasa. Ini gambaran seorang satria. Jadi banyak yang meragukan ini, tetapi hari ini leluhur kami menuntun Mas Pandji boleh ada di sini. Terima kasih. Dan mudah- mudahan semuanya menjadi baik," katanya.
Penasihat hukum Pandji, Haris Azhar yang mendampinginya di Toraja menilai mekanisme hukum adat yang dijalani selama proses sidang sangat otentik oleh perwakilan 32 wilayah masyarakat adat dalam satu ruang dialog. Ia terkesan dengan prosesi sidang tersebut yang menunjukkan kekuatan masyarakat adat menyelesaikan masalah ini.
"Ini sangat otentik sekali. Mas Panji punya dua domisili, tidak hanya di Jakarta, tapi juga di Amerika bisa sampai di Toraja ini. Tadi, Panji mendengarkan dari 32 wilayah ada, ada 13 masukan. Saya yakin kupingnya dibuka lebar-lebar. Hati dan pikirannya mencoba menyatu dengan masukan itu. Beginilah cara warga menyelesaikan masalah," paparnya.
Pandji sendiri merasa terhormat menjadi bagian dari prosesi keharmonisan yang begitu tinggi dan luhur nilainya. Ia dapat melihat langsung seperti apa tradisi di Toraja yang adil dan demokratis dalam penyelesaian permasalahan. Pandji merasa tersanjung atas kebersamaan banyak perwakilan adat yang diasumsikannya bukan hal mudah mengumpulkan mereka dalam suatu penyelesaian perkara.
Load more