Bocah 9 Tahun Tewas Tenggelam di Embung Sejuk Cipayung, Polisi Pastikan Murni Kecelakaan
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Seorang bocah berinisial MIR (9) ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam saat bermain di kawasan Embung Sejuk, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (15/2) sore. Peristiwa tragis ini terjadi ketika korban diduga tidak bisa berenang dan tenggelam saat bermain bersama teman-temannya di sekitar waduk.
Kanit Reskrim Polsek Cipayung, Iptu Edy Handoko, memastikan bahwa kejadian tersebut merupakan kecelakaan murni dan tidak ditemukan unsur kesengajaan.
“Korban ini ternyata tidak bisa berenang. Saat teman-temannya naik ke daratan, mereka mencari korban dan akhirnya meminta tolong warga,” ujar Edy saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (16/2).
Tenggelam Saat Bermain di Waduk
Berdasarkan keterangan kepolisian dan saksi di lokasi, peristiwa bermula ketika korban bersama sejumlah temannya bermain di sekitar embung pada siang hari. Seperti biasa, anak-anak tersebut kerap bermain dan berenang di kawasan itu.
Namun nahas, korban yang tidak memiliki kemampuan berenang diduga kesulitan saat berada di air. Ketika teman-temannya menyadari korban tidak lagi terlihat, mereka segera naik ke daratan dan meminta pertolongan warga sekitar.
Warga yang menerima laporan langsung berdatangan dan melakukan upaya pencarian. Proses evakuasi berlangsung selama beberapa jam hingga akhirnya korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
“Tidak ada dorongan. Anak-anak biasa main dan berenang di sana. Korban ini tidak bisa berenang, lalu tenggelam,” tegas Edy.
Sempat Dibawa ke Klinik, Nyawa Tak Tertolong
Setelah berhasil dievakuasi dari dalam air, orang tua korban segera membawa MIR ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, meski telah mendapat penanganan dari dokter, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Kepolisian menyebutkan orang tua korban telah membuat surat pernyataan tidak akan menuntut pihak mana pun atas peristiwa tersebut.
Langkah ini sekaligus mempertegas bahwa kejadian tersebut murni kecelakaan tanpa adanya unsur pidana.
Kesaksian Warga Sebelum Kejadian
Salah satu saksi mata berinisial N (48) menuturkan, sebelum kejadian, korban dan teman-temannya sempat mengajak seorang bocah lain untuk bermain sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, anak tersebut tidak ikut karena masih tertidur.
“Karena tidak bangun, akhirnya mereka jalan ke waduk. Tidak lama, anak tetangga ini bangun, baru dikasih tahu sama ibunya kalau tadi teman-temannya mengajak main,” kata N.
Tak berselang lama setelah itu, kabar tenggelamnya korban pun tersebar di lingkungan sekitar dan memicu kepanikan warga.
Sorotan Pengawasan di Area Perairan
Peristiwa ini kembali menyoroti minimnya pengawasan di area perairan terbuka seperti embung atau waduk yang kerap dijadikan tempat bermain anak-anak. Warga berharap ada langkah konkret dari pemerintah setempat untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Harus ada imbauan atau papan pengumuman supaya anak-anak tidak berenang di waduk,” ujar N.
Embung Sejuk sendiri diketahui kerap menjadi lokasi bermain anak-anak di sekitar permukiman. Meski terlihat tenang, area perairan seperti embung tetap memiliki risiko tinggi, terutama bagi anak-anak yang belum memiliki kemampuan berenang.
Pengingat bagi Orang Tua
Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, khususnya ketika bermain di area berisiko seperti sungai, danau, waduk, maupun embung.
Kemampuan berenang yang terbatas serta kurangnya pemahaman tentang bahaya perairan sering kali menjadi faktor utama kecelakaan tenggelam pada anak.
Selain pengawasan keluarga, peran pemerintah daerah dalam memasang rambu peringatan, pagar pengaman, hingga patroli rutin di lokasi rawan juga dinilai penting untuk meminimalkan potensi korban jiwa.
Peristiwa meninggalnya MIR (9) di Embung Sejuk Cipayung menjadi duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Kejadian ini sekaligus menjadi peringatan bahwa area perairan, meski tampak tenang, tetap menyimpan risiko mematikan bagi anak-anak. (ant/nsp)
Load more