News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dua Pekan Beruntun Anak Akhiri Hidup, KPAI Soroti soal Cara Pengasuhan dan Daya Resiliensi

Soroti kasus di Demak, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai ada persoalan dalam pola pengasuhan yang berdampak pada kondisi psikologis anak.
Selasa, 17 Februari 2026 - 21:25 WIB
Ilustrasi Anak
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com – Kasus anak berusia 13 tahun di Demak yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menambah daftar panjang peristiwa serupa dalam dua pekan terakhir.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Diyah Puspitarini, mengatakan kejadian beruntun tersebut menunjukkan anak-anak berada dalam situasi rentan.

“Ini menjadi keprihatinan kita bersama, dalam waktu 2 pekan kejadian beruntun tentang anak mengakhiri hidup terjadi,” ujar Diyah kepada tvOnenews.com, Selasa (17/2/2026).

Dalam kasus di Demak, KPAI menilai ada persoalan dalam pola pengasuhan yang berdampak pada kondisi psikologis anak.

“Kejadian di Demak ini disebabkan oleh pengasuhan negatif orang tua, anak mengalami kerapuhan dan belum memiliki daya resiliensi, sehingga memutuskan untuk mengakhiri hidup,” jelasnya.

Menurut Diyah, penting memastikan penyebab kematian terungkap secara jelas agar tidak menimbulkan stigma terhadap anak.

“Anak yang meninggal dengan tidak wajar harus ditemukan penyebab kematiannya, sehingga terang benderang dan tidak ada stigma pada anak korban,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab keluarga, tetapi semua pihak.

“Lebih tepatnya ada yang lengah dan abai dalam perlindungan anak semua pihak,” ungkapnya.

KPAI mendorong keluarga untuk memperkuat kembali kedekatan dan komunikasi dengan anak.

“Untuk pengasuhan negatif orang tua, mungkin setiap keluarga harus kembali melekatkan hubungan keluarga dan pendekatan yang lebih baik lagi,” tambahnya.

Sebagai informasi, kasus bunuh diri yang dilakukan oleh seorang anak kembali mengguncang Tanah Air. Kali ini dilakukan oleh anak perempuan di Demak yang masih berusia 13 tahun dengan inisial SA.

Siswi SD di Demak, Jawa Tengah tersebut ditemukan meninggal dengan cara tidak wajar, yaitu gantung diri, oleh ibunya.

Hasil visum pada Kamis, 12 Februari 2026 menyatakan SA meninggal sekitar dua hingga enam jam sebelum pemeriksaan.

Chat WhatsApp SA dan ibunya sehari sebelum ia meninggal diduga sebagai motif tindakannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

SA sempat mengunggah chat WhatsApp dengan ibunya yang berisi kata-kata kasar.

Polisi pun telah membenarkan bukti chat tersebut walau penyebab pasti SA bunuh diri masih dalam proses penyelidikan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Warga Kedungrejo Manfaatkan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Warga Kedungrejo Manfaatkan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Ratusan warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, antusias mengikuti kegiatan pengobatan gratis yang diselenggarakan oleh Djarum Foundation bersama YBSI (Yayasan Bangun Sehat Indonesiaku).
DKI Jakarta Berlakukan Diskon BPHTB 50% untuk Pembelian Rumah Pertama

DKI Jakarta Berlakukan Diskon BPHTB 50% untuk Pembelian Rumah Pertama

BPHTB merupakan pajak yang dikenakan atas perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan, termasuk melalui transaksi jual beli properti. Untuk rumah pertama, tarif BPHTB sebesar 5 persen dihitung dari nilai perolehan setelah dikurangi NPOPTKP.
Pulang dari Timnas Indonesia, Kevin Diks Disinggung Media Jerman usai Gladbach Tertahan Tim Papan Bawah Liga Jerman

Pulang dari Timnas Indonesia, Kevin Diks Disinggung Media Jerman usai Gladbach Tertahan Tim Papan Bawah Liga Jerman

Sepulangnya dari Timnas Indonesia, Kevin Diks disinggung oleh media Jerman seiring dengan kegagalan Borussia Monchengladbach meraih kemenangan. Duel berakhir dengan skor imbang 2-2 melawan Heidenheim.
Media Italia sampai Tak Bisa Berkata-kata Lihat Blunder Fatal Jay Idzes, Bek Timnas Indonesia Kena Semprot

Media Italia sampai Tak Bisa Berkata-kata Lihat Blunder Fatal Jay Idzes, Bek Timnas Indonesia Kena Semprot

Media Italia semprot habis-habisan Jay Idzes gara-gara kapten Timnas Indonesia lakukan kesalahan fatal saat Sassuolo menghadapi Cagliari dalam lanjutan Serie A.
Jebolan Timnas Indonesia ini Dilibatkan Dedi Mulyadi untuk Melatih, Ternyata Sekarang punya Sekolah Bola

Jebolan Timnas Indonesia ini Dilibatkan Dedi Mulyadi untuk Melatih, Ternyata Sekarang punya Sekolah Bola

Siapa sangka eks timnas Indonesia ini dipanggil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi untuk melatih di liga sepak bola
Diterpa Isu Pungli, Immicare Batam Jadi Sorotan Berkat Kesigapan Pelayanan Humanis

Diterpa Isu Pungli, Immicare Batam Jadi Sorotan Berkat Kesigapan Pelayanan Humanis

Program jemput bola yang diinisiasi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Immicare, dianggap sebagai terobosan efektif dan solusi cepat untuk mengatasi situasi darurat.

Trending

Orang Tua Siswa SMK IDN Bogor Tak Tinggal Diam, Laporkan Dugaan Maladministrasi Pemprov Jabar ke Ombudsman

Orang Tua Siswa SMK IDN Bogor Tak Tinggal Diam, Laporkan Dugaan Maladministrasi Pemprov Jabar ke Ombudsman

Polemik pencabutan izin operasional SMK Islamic Development Network (IDN) Boarding School Jonggol, Bogor makin berlarut. Para orang tua siswa datangi Ombudsman.
Susul Justin Hubner, Satu Pemain Abroad Timnas Indonesia Tiba-Tiba Menghilang usai FIFA Series 2026

Susul Justin Hubner, Satu Pemain Abroad Timnas Indonesia Tiba-Tiba Menghilang usai FIFA Series 2026

Satu pemain abroad Timnas Indonesia mendadak menghilang setelah gelaran FIFA Series 2026. Sebelumnya, Justin Hubner juga telah menghilang karena skandal yang tengah terjadi di Liga Belanda.
Preman Kampung Berulah, Tuan Rumah Hajatan di Purwakarta Tewas Usai Dikeroyok Minta 'Jatah'

Preman Kampung Berulah, Tuan Rumah Hajatan di Purwakarta Tewas Usai Dikeroyok Minta 'Jatah'

Seorang tuan rumah hajatan di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat tewas seusai dikeroyok oleh sejumlah preman kampung yang meminta 'jatah' ke tuan rumah hajatan.
Megawati Hangestri Sebut Satu Nama Penting di Balik Kemenangan Jakarta Pertamina Enduro atas Popsivo Polwan di Final Four Proliga 2026

Megawati Hangestri Sebut Satu Nama Penting di Balik Kemenangan Jakarta Pertamina Enduro atas Popsivo Polwan di Final Four Proliga 2026

Penampilan gemilang Megawati Hangestri menjadi sorotan usai Jakarta Pertamina Enduro menaklukkan Jakarta Popsivo Polwan pada lanjutan Final Four Proliga 2026.
Yeum Hye-seon Tinggalkan Megawati Hangestri Usai Nonton Final Four Proliga 2026, Volimania Indonesia Patah Hati

Yeum Hye-seon Tinggalkan Megawati Hangestri Usai Nonton Final Four Proliga 2026, Volimania Indonesia Patah Hati

Volimania Indonesia merasa patah hati setelah Yeum Hye-seon harus meninggalkan Megawati Hangestri usai menyaksikan aksi mantan rekan setimnya di final four Proliga 2026.
Kabar Buruk Timnas Indonesia, 3 Pilar Garuda Resmi Ditepikan Klub Belanda usai FIFA Series 2026 Imbas Kasus Paspoortgate

Kabar Buruk Timnas Indonesia, 3 Pilar Garuda Resmi Ditepikan Klub Belanda usai FIFA Series 2026 Imbas Kasus Paspoortgate

Sebanyak tiga pemain Timnas Indonesia resmi dicoret dari daftar susunan pemain klub mereka di Liga Belanda setelah polemik administrasi Paspoortgate mencuat.
Catatan Penting Bulent Karslioglu untuk Megawati Hangestri Dkk Usai Kalahkan Jakarta Popsivo Polwan di Final Four Proliga 2026

Catatan Penting Bulent Karslioglu untuk Megawati Hangestri Dkk Usai Kalahkan Jakarta Popsivo Polwan di Final Four Proliga 2026

Juara bertahan Jakarta Pertamina Enduro berhasil bangkit saat menghadapi Jakarta Popsivo Polwan pada lanjutan Final Four Proliga 2026.
Selengkapnya

Viral