GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Menag Optimistis ke Depan Ramadan di Indonesia Serentak

Pemerintah mulai menyiapkan langkah serius untuk mengakhiri perbedaan awal Ramadan di Indonesia. Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengungkapkan pihaknya akan membuka dialog intensif dengan organisasi masyarakat (ormas) Islam serta para ahli guna mencari titik temu metode penentuan awal bulan hijriah.
Selasa, 17 Februari 2026 - 22:00 WIB
Ilustrasi rukyatul hilal menentukan hasil sidang isbat 1 Syawal 1446 H/Hari Raya Idul Fitri 2025
Sumber :
  • ANTARA FOTO

Jakarta, tvOnemews.com - Pemerintah mulai menyiapkan langkah serius untuk mengakhiri perbedaan awal Ramadan di Indonesia. Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengungkapkan pihaknya akan membuka dialog intensif dengan organisasi masyarakat (ormas) Islam serta para ahli guna mencari titik temu metode penentuan awal bulan hijriah.

Menurut Nasaruddin, langkah pertama yang akan ia lakukan sebagai Menteri Agama adalah mendengar seluruh pandangan sebelum merumuskan kebijakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Iya, saya kira pertama kali selaku Menteri Agama akan menjadi pendengar aktif dulu kepada seluruh ormas yang ada. Dan kita akan mendengarkan secara aktif dan dengan demikian kita nanti juga akan punya konsep-konsep dan kita juga akan mendengarkan para pakar dalam bidangnya masing-masing,” ujarnya dalam Konferensi Pers Sidang Isbat 1 Ramadan 1447 Hijriah di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026).

Ia mengaku optimistis perbedaan penentuan awal Ramadan yang selama ini berulang setiap tahun bisa diselesaikan melalui pendekatan metodologis dan kompromi antar pihak.

“Saya kok sangat optimis bahwa insyaallah ke depan bisa kita selesaikan persoalan ini ya. Yang penting metodologinya kita masing-masing ada, take and give gitu ya. Jadi masing-masing ada penyesuaian diri ya,” katanya.

Namun Nasaruddin mengakui dalam beberapa tahun ke depan potensi perbedaan masih terbuka jika metode yang digunakan tetap berpatokan semata pada tinggi hilal atau wujudul hilal.

“Sebetulnya tadi ada kemungkinan ya untuk bisa kita lakukan kedekatan-kedekatan. Mudah-mudahan nanti akan datang ya, mungkin kalau tahun ini kalau kita konsisten tadi hanya berpedoman kepada tingginya hilal atau wujudul hilal, empat tahun ke depan itu masih sangat riskan untuk berbeda,” jelasnya.

Ia menilai perlu penguatan metodologi karena pada masa awal kemerdekaan Indonesia, penetapan awal bulan Qamariyah justru berlangsung lebih seragam.

“Nah maka itu mungkin metodologi perlu kita perkuat nanti akan datang. Karena faktanya sekian puluh tahun awal Indonesia merdeka itu selalu kompak. Nah, kenapa belakangan ini kok jadi ada perbedaan?” ujarnya.

Pemerintah sendiri selama ini menggunakan kriteria MABIMS yang disepakati negara-negara Asia Tenggara.

“Ya, tadi itu kan kita menggunakan kriteria MABIMS ya. 3 derajat, kemudian elogasi 6,4. Itu sebetulnya titik temu yang sangat moderat yang pernah disepakati oleh negara-negara MABIMS. Brunei, Malaysia, Singapura, dan Indonesia,” katanya.

Menurutnya, konsistensi terhadap kesepakatan tersebut berpotensi mengurangi perbedaan, namun tetap harus menghormati dasar hukum masing-masing kelompok.

“Sebetulnya kalau kita konsisten dengan kesepakatan itu, insyaallah sebenarnya bisa mengurangi perbedaan-perbedaan itu. Tapi ya namanya juga ijtihad ya, masing-masing ulama kita juga punya dasar hukum tersendiri dan itu juga sah,” ucapnya.

Ia menegaskan pemerintah tidak akan menyalahkan pihak manapun dalam perbedaan tersebut.

“Kita tidak boleh membatalkan, apalagi menyalahkan. Apalagi dengan hasil keputusan pemerintah, dalam hal ini diwakili oleh Menteri Agama, itu diterima semua pihak karena adanya metodologi yang bersesuaian pada waktu itu,” lanjutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menutup pernyataannya, Nasaruddin meminta dukungan publik agar upaya penyatuan penetapan awal Ramadan dapat terwujud.

“Dan inilah yang kita kembangkan. Mohon doanya kepada teman-teman semuanya bahwa ke depan nanti insyaallah kita optimis untuk penyatuan kesatuan umat ini,” pungkasnya.(agr/raa)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prabowo Akui Korupsi dan Ekonomi Ilegal Jadi Tantangan Pemerintah: Ini Masalah Lama tapi Harus Saya Hadapi

Prabowo Akui Korupsi dan Ekonomi Ilegal Jadi Tantangan Pemerintah: Ini Masalah Lama tapi Harus Saya Hadapi

Di depan para pelaku usaha Amerika Serikat, Prabowo menegaskan pemerintah ingin memastikan pembangunan ekonomi langsung dirasakan masyarakat
Edukasi Pajak untuk UMKM, Workshop Strategi Legal Lolos Denda Ratusan Juta Hadir di Surabaya

Edukasi Pajak untuk UMKM, Workshop Strategi Legal Lolos Denda Ratusan Juta Hadir di Surabaya

Isu denda pajak bernilai ratusan juta rupiah kini menjadi salah satu risiko terbesar yang dihadapi pelaku usaha, khususnya UMKM dan perusahaan yang sedang bertumbuh.
Tegas! Pemprov DKI Jakarta Bakal Cabut Izin Lapangan Padel yang Ganggu Kenyamanan Warga

Tegas! Pemprov DKI Jakarta Bakal Cabut Izin Lapangan Padel yang Ganggu Kenyamanan Warga

Pemprov DKI Jakarta akan menertibkan seluruh lapangan olahraga padel yang dianggap mengganggu ketertiban dan kenyamanan warga.
Adam Przybek Resmi Nganggur hingga Akhir Musim, Persib Bandung Sudah Siapkan Pengganti?

Adam Przybek Resmi Nganggur hingga Akhir Musim, Persib Bandung Sudah Siapkan Pengganti?

Kiper asing Persib Bandung, Adam Przybek, resmi tidak akan bermain lagi hingga akhir musim ini. Maung Bandung pun tampaknya sudah mempersiapkan pengganti untuknya.
Tak Disangka, Pihak Ressa Rizky Rossano Tanggapi Isu Denada Punya Tiga Anak

Tak Disangka, Pihak Ressa Rizky Rossano Tanggapi Isu Denada Punya Tiga Anak

​​​​​​​Tak disangka, pihak Ressa menanggapi isu Denada punya tiga anak. Ronald Armada meminta publik tak menyebar rumor tanpa bukti dan kasihan Denada.
Omongan John Herdman Malah Bikin Media Vietnam Curiga, Jangan-jangan Timnas Indonesia akan Kejutkan Piala AFF 2026

Omongan John Herdman Malah Bikin Media Vietnam Curiga, Jangan-jangan Timnas Indonesia akan Kejutkan Piala AFF 2026

Media Vietnam malah curiga dengan pernyataan John Herdman soal Timnas Indonesia jelang Piala AFF 2026. Apa kata media Vietnam soal Timnas Indonesia di Piala AFF

Trending

Jadwal Proliga 2026, Kamis 19 Februari: Ada Big Match Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026, Kamis 19 Februari: Ada Big Match Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026 hari ini, yang akan diramaikan dengan duel seru di sektor putri antara Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata yang akan menjadi pembuka di Seri Bogor.
AFC Banned Persib Bandung Akibat Terjadi Pitch Invasion dan Pelemparan Botol usai Pertandingan Kontra Ratchaburi FC di 16 Besar ACL 2?

AFC Banned Persib Bandung Akibat Terjadi Pitch Invasion dan Pelemparan Botol usai Pertandingan Kontra Ratchaburi FC di 16 Besar ACL 2?

Kericuhan di GBLA usai Persib vs Ratchaburi jadi sorotan AFC. Maung Bandung terancam denda besar hingga sanksi laga tanpa penonton di kompetisi Asia berikutnya.
Emil Audero Bisa Minder? Kiper Eropa 199 Cm Berdarah Surabaya Siap Panaskan Persaingan di Timnas Indonesia

Emil Audero Bisa Minder? Kiper Eropa 199 Cm Berdarah Surabaya Siap Panaskan Persaingan di Timnas Indonesia

Timnas Indonesia kembali dihadapkan pada potensi tambahan amunisi baru di bawah mistar. Kiper jangkung Eropa ini bisa bikin Maarten Paes dan Emil Audero minder?
3 Hukuman Berat Ini Hantui Persib Bandung, Pengulangan Sanksi Bisa Buat AFC ...

3 Hukuman Berat Ini Hantui Persib Bandung, Pengulangan Sanksi Bisa Buat AFC ...

Meski secara finansial Persib tetap mendapat pemasukan miliaran rupiah dari AFC, ada potensi sanksi yang bisa menghantui dalam sidang Komite Disiplin dan Etik AFC dalam beberapa hari ke depan.
Mauro Zijlstra Mengaku Kaget dengan Gaya Main Liga Indonesia

Mauro Zijlstra Mengaku Kaget dengan Gaya Main Liga Indonesia

Penyerang Timnas Indonesia Mauro Zijlstra mengaku terkejut usai menjalani debut bersama Persija Jakarta di ajang Super League 2025/2026. Ia menilai gaya bermain
Kisah Pilu Punch, Bayi Monyet di Jepang Bawa Boneka Orangutan Gegara Dibuang sang Ibu: Kini Temukan Induk Asuhnya

Kisah Pilu Punch, Bayi Monyet di Jepang Bawa Boneka Orangutan Gegara Dibuang sang Ibu: Kini Temukan Induk Asuhnya

Seekor bayi monyet, Punch selalu membawa boneka orangutan di Kebun Binatang Ichikawa, Jepang. Ia mulai diterima kera lain dan mendapat induk asuhnya viral.
Terjual Rp6,5 Miliar, Uang Hasil Lelang Lukisan SBY "Kuda Api" Disumbangkan untuk Bantuan Kemanusiaan

Terjual Rp6,5 Miliar, Uang Hasil Lelang Lukisan SBY "Kuda Api" Disumbangkan untuk Bantuan Kemanusiaan

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut uang hasil lelang lukisan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan disumbangkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT