News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral Paspor Anak Awardee LPDP Berujung Permintaan Maaf, Akui Salah Ucap dan Picu Kegaduhan Publik

Awardee LPDP yang viral usai memamerkan paspor Inggris anaknya akhirnya meminta maaf. Ia mengakui salah ucap dan menegaskan tetap mencintai Indonesia.
Jumat, 20 Februari 2026 - 10:12 WIB
Viral Paspor Anak Awardee LPDP Berujung Permintaan Maaf, Akui Salah Ucap dan Picu Kegaduhan Publik
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Permintaan maaf terbuka disampaikan seorang penerima beasiswa negara, Dwi Sasetyaningtyas, setelah video yang menampilkan paspor Inggris milik anaknya viral dan menuai polemik luas di media sosial. Pernyataan yang sebelumnya dianggap tidak mencerminkan keberpihakan terhadap identitas kebangsaan akhirnya diakui sebagai kesalahan dalam penyampaian di ruang publik.

Video tersebut awalnya memperlihatkan suasana yang disebut sebagai “perayaan kecil”. Sang pemilik akun menunjukkan sebuah paket yang telah ditunggu selama empat bulan. Isi paket itu bukan barang bernilai materi, melainkan surat resmi dari Home Office yang menyatakan anak keduanya telah berstatus warga negara Inggris.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam video itu, ia juga memperlihatkan paspor Inggris milik sang anak. Namun, pernyataan yang kemudian menjadi sorotan publik adalah ucapannya mengenai keinginan agar anak-anaknya memiliki kewarganegaraan asing dengan “paspor kuat”, disertai kalimat, “Cukup aku saja yang WNI.”

Unggahan tersebut segera menyebar luas dan memicu perdebatan. Meski video telah dihapus, rekamannya terlanjur viral dan mengundang beragam reaksi, terutama setelah diketahui bahwa yang bersangkutan merupakan awardee beasiswa LPDP di bawah pengelolaan Kementerian Keuangan.

Menuai Kritik karena Dinilai Tidak Sensitif

Banyak warganet menilai pernyataan tersebut tidak tepat disampaikan oleh penerima beasiswa negara yang pendidikannya didanai dari anggaran publik. Kritik bermunculan, sebagian mempertanyakan komitmen moral penerima beasiswa terhadap bangsa, sementara lainnya menilai ucapan tersebut melukai rasa kebangsaan di tengah situasi sosial dan ekonomi yang dinilai menantang.

Beberapa komentar di media sosial menyoroti bahwa kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, namun tidak seharusnya disampaikan dengan narasi yang dianggap merendahkan identitas kewarganegaraan.

Di sisi lain, ada pula yang memberikan pembelaan. Sebagian pihak menilai pernyataan tersebut lahir dari kekecewaan pribadi terhadap kondisi tertentu dan tidak bisa langsung dimaknai sebagai penolakan terhadap Indonesia.

Perdebatan ini kemudian berkembang menjadi diskursus lebih luas tentang etika komunikasi publik, tanggung jawab penerima beasiswa negara, hingga batas antara ekspresi pribadi dan sensitivitas kebangsaan.

Sampaikan Permintaan Maaf Terbuka

Menanggapi polemik yang terjadi, Dwi Sasetyaningtyas akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat.

Ia menyatakan bahwa kalimat yang diucapkannya lahir sepenuhnya dari rasa kecewa, lelah, dan frustrasi pribadi sebagai warga negara terhadap berbagai kondisi yang dirasakannya. Namun, ia mengakui bahwa emosi tersebut tidak seharusnya disampaikan dengan cara yang berpotensi melukai banyak pihak.

Ia juga menyadari bahwa pernyataan tersebut dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai Warga Negara Indonesia, sesuatu yang tidak pernah menjadi niatnya.

“Kalimat tersebut kurang tepat dan menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya,” demikian inti pernyataan yang disampaikannya dalam klarifikasi.

Permohonan maaf itu ditujukan kepada seluruh masyarakat yang merasa tersinggung maupun tidak nyaman akibat unggahan tersebut, sekaligus atas kegaduhan yang timbul di ruang publik.

Akui Kesalahan dalam Berkomunikasi

Dalam pernyataannya, ia secara tegas mengakui kesalahan dalam memilih kata dan menyampaikannya di media sosial. Ia menekankan bahwa apa pun latar belakang emosional yang melatarinya, dampak dari pernyataan tersebut tetap menjadi tanggung jawab pribadi.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kritik dan masukan yang diberikan masyarakat, yang dinilai sebagai pembelajaran untuk memperbaiki diri, khususnya dalam berkomunikasi secara lebih bijaksana, jernih, dan berempati di ruang publik.

Pernyataan itu sekaligus menjadi refleksi bahwa figur yang memiliki keterkaitan dengan program negara berada dalam sorotan publik yang lebih besar, sehingga setiap pesan yang disampaikan memiliki konsekuensi sosial yang luas.

Tegaskan Tetap Mencintai Indonesia

Selain menyampaikan permohonan maaf, ia juga menegaskan kecintaannya terhadap Indonesia serta harapan untuk tetap dapat berkontribusi bagi bangsa ke depan.

Ia menyatakan bahwa Indonesia tetap menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya, dengan segala harapan dan tantangan yang ada. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi upaya meredakan anggapan bahwa dirinya menjauh dari identitas nasional.

Menutup klarifikasinya, ia mengajak masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai refleksi bersama, terlebih menjelang bulan suci Ramadan, untuk saling menata hati, memperbaiki diri, dan memperkuat empati dalam kehidupan bermasyarakat.

Jadi Pelajaran tentang Etika di Ruang Digital

Kasus ini menjadi pengingat bahwa media sosial bukan sekadar ruang personal, tetapi juga ruang publik yang dapat membentuk persepsi luas dalam waktu singkat. Pernyataan yang lahir dari emosi sesaat dapat menimbulkan dampak besar ketika dikaitkan dengan identitas, kebangsaan, dan kepercayaan publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Polemik tersebut juga menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan pandangan, terutama bagi individu yang memiliki latar belakang sebagai penerima program strategis negara.

Di tengah era keterbukaan digital, komunikasi yang bijak menjadi bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab sosial—bukan hanya soal apa yang disampaikan, tetapi juga bagaimana dan di mana hal itu diungkapkan. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Respons Berkelas Shin Tae-yong usai Bawa Persija Hancurkan PSIM 4-0 dan Puncaki Klasemen Super League: Pemain Tampil Sangat Baik

Respons Berkelas Shin Tae-yong usai Bawa Persija Hancurkan PSIM 4-0 dan Puncaki Klasemen Super League: Pemain Tampil Sangat Baik

Pelatih Persija, Shin Tae-yong, mengaku bangga setelah timnya meraih kemenangan telak atas PSIM. Ia sebelumnya sempat memperkirakan laga akan berlangsung sulit.
Viral Mahasiswa Baru Universitas Telkom Bandung Bully Teman Satu Kamar Asrama, Terduga Pelaku Diminta di-DO

Viral Mahasiswa Baru Universitas Telkom Bandung Bully Teman Satu Kamar Asrama, Terduga Pelaku Diminta di-DO

Media sosial dihebohkan dengan kasus bullying yang terjadi di Universitas Telkom Bandung yang diduga dilakukan mahasiswa baru ke teman satu kamar asramanya.
Emil Audero Langsung Starter Buat Rayo Vallecano di Liga Spanyol, Kiper Timnas Indonesia Bakal Hadapi Si Tangan Emas La Roja

Emil Audero Langsung Starter Buat Rayo Vallecano di Liga Spanyol, Kiper Timnas Indonesia Bakal Hadapi Si Tangan Emas La Roja

Emil Audero langsung dipercaya mengawal gawang Rayo Vallecano saat hadapi Athletic Club di Liga Spanyol. Kiper Timnas Indonesia itu berbakal hadapi Unai Simon.
PBNU Bidik Tiga Orang untuk Disomasi Terkait Tudingan Dana Korupsi Mengalir ke Muktamar NU

PBNU Bidik Tiga Orang untuk Disomasi Terkait Tudingan Dana Korupsi Mengalir ke Muktamar NU

Gus Ipul berharap nahdliyin dan segenap pengurus NU di semua tingkatan untuk tetap tenang dan tidak perlu terpengaruh isu yang tidak dapat dipastikan kebenarannya itu.
Lirik dan Makna Lagu Kau Yang Utama Syahrini, Ungkap Sosok yang Selalu Bertakhta di Hatinya

Lirik dan Makna Lagu Kau Yang Utama Syahrini, Ungkap Sosok yang Selalu Bertakhta di Hatinya

Syahrini resmi merilis lagu “Kau Yang Utama”. Simak lirik lengkap dan makna lagu yang mengungkap sosok Reino Barack yang selalu bertakhta di hatinya.
Enam Medali Asian Games 2026 Jadi Momentum Penguatan Pembinaan Bulu Tangkis Indonesia

Enam Medali Asian Games 2026 Jadi Momentum Penguatan Pembinaan Bulu Tangkis Indonesia

Dalam Asian Games 2026 tersebut, tim Merah Putih berhasil membawa pulang dua medali emas, satu perak, dan tiga perunggu dari nomor beregu maupun perorangan.

Trending

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Berawal dari sekadar mengikuti teman, seorang buruh pabrik di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil mengembangkan usaha budidaya kelinci hias jenis Rex.
Al Nassr vs Al Draih 3-0 di Liga Pro Saudi 2026/2027: Ronaldo Pembuka Keran Gol, Faris Najd Melesat ke Posisi 2

Al Nassr vs Al Draih 3-0 di Liga Pro Saudi 2026/2027: Ronaldo Pembuka Keran Gol, Faris Najd Melesat ke Posisi 2

Menghadapi Al Draih dalam pertandingan pekan kedelapan Liga Pro Saudi 2026/2027, Al Nassr tampil sangat dominan di kandang sendiri pada Sabtu (10/10/2026).
Dosen Statistika UNAIR Gelar Pengabdian Masyarakat melalui Pelatihan Statistika dan Pembelajaran Interaktif

Dosen Statistika UNAIR Gelar Pengabdian Masyarakat melalui Pelatihan Statistika dan Pembelajaran Interaktif

Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas pendidikan, Program Studi Statistika UNAIR melaksanakan Pengabdian Masyarakat Terintegrasi Dosen di Gedung Kuliah Bersama (GKB) UNAIR
Jadi Lawan Megawati Hangestri di Liga Voli Korea 2026-2027, Ini Alasan Thanacha Sooksod Hijrah ke GS Caltex

Jadi Lawan Megawati Hangestri di Liga Voli Korea 2026-2027, Ini Alasan Thanacha Sooksod Hijrah ke GS Caltex

Sama-sama mengisi slot pemain asing kuota Asia Liga Voli Korea, Thanacha Sooksod kini hijrah ke GS Caltex setelah tiga musim membela Korea Expressway Hi-Pass.
Mobil Bergaya RWB Ingin Tampil Beda Tanpa Cat Ulang? Ini Teknologi Wrapping Gentian Blue yang Wajib Disimak

Mobil Bergaya RWB Ingin Tampil Beda Tanpa Cat Ulang? Ini Teknologi Wrapping Gentian Blue yang Wajib Disimak

Tampilan mobil bergaya RWB bisa diperbarui lewat wrapping Gentian Blue bertekstur liquid metal. Gaya modifikasi mobil ala Rauh-Welt Begriff (RWB)
Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Dua nama artis mencuat dalam kasus dugaan penipuan emas. Karina Larasati dan Jennifer Coppen diketahui telah memberikan keterangan atau klarifikasi hal terkait.
Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Selengkapnya

Viral