Kritik Era Pelatih Sebelumnya, John Herdman Sebut Gaya Main Timnas Indonesia Terlalu Pasif
- PSSI - Tangkapan Layar YouTube Timnas Indonesia
​​​​​tvOnenews.com – Pelatih baru Timnas Indonesia John Herdman secara terbuka melayangkan kritik tajam terhadap gaya bermain skuad Garuda di era sebelumnya.
Pelatih asal Inggris tersebut menilai pola permainan Indonesia selama ini terlalu pasif dan terkesan hanya mengandalkan momen transisi.
Pernyataan keras ini disampaikan Herdman di sela-sela memimpin sesi latihan Timnas Indonesia di Stadion Madya, Senayan, Jakarta. Alih-alih terus berburu penyerang murni atau pemain berkarakter nomor 9, mantan juru taktik Timnas Kanada ini menekankan pentingnya membangun mentalitas kolektif untuk mencetak gol.
- Instagram/jayidzes
Hentikan Obsesi Terhadap Striker Nomor 9
Menurut Herdman, obsesi berlebihan publik sepak bola tanah air terhadap kehadiran sosok penyerang tengah murni bukanlah solusi utama dari masalah ketajaman lini serang Garuda.
Ia menuntut keberanian dari seluruh pemain untuk mengambil tanggung jawab mencetak gol, tanpa memandang posisi asli mereka di lapangan.
"Di sini, orang-orang terus saja berbicara tentang nomor sembilan, penyerang tengah, dan mengklaim Indonesia butuh penyerang tengah murni. Bagi saya, Indonesia sebenarnya lebih butuh mentalitas kolektif di dalam tim bahwa semua orang, siapa pun posisinya, bisa mencetak gol," tegas John Herdman.
Ia menambahkan bahwa perubahan pola pikir merupakan kunci utama. Pemain Indonesia harus memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk berani merangsek masuk ke area kotak penalti lawan tanpa keraguan.
- tvOnenews-Ilham Gioivani
Sebut Gaya Main Skuad Garuda Terlalu Pasif
Tidak hanya menyoroti masalah lini depan, Herdman juga blak-blakan mengenai kekecewaannya terhadap skema permainan Timnas Indonesia terdahulu.
Ia menilai skuad Garuda kerap kali terlalu fokus bertahan dan hanya menunggu tanpa ada upaya untuk mengambil kendali permainan.
"Gaya bermain tim nasional sebelumnya bagi saya pribadi terlihat terlalu pasif. Sangat pasif. Polanya selalu bertahan, transisi, bertahan, lalu transisi lagi," ungkap Herdman.
Untuk mengikis kebiasaan lama tersebut, Herdman kini mulai menyuntikkan filosofi sepak bola modern yang jauh lebih dinamis dan agresif.
Ia meminta lini belakang, baik bek tengah maupun bek sayap, tidak hanya diam di area pertahanan tetapi juga aktif membangun serangan.
Load more