GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kontroversi Unggahan Dwi Sasetyaningtyas Melebar, Pengakuan Soal Mobil, Sopir, hingga Ajudan Diduga Gunakan Fasilitas Negara

Kontroversi Dwi Sasetyaningtyas melebar setelah pengakuan dirinya soal mobil, sopir, hotel, dan ajudan saat riset memicu dugaan penggunaan fasilitas negara.
Minggu, 22 Februari 2026 - 02:00 WIB
Dwi Sasetyaningtyas.
Sumber :
  • Instagram @sasetyaningtyas

Jakarta, tvOnenews.com - Nama Dwi Sasetyaningtyas kembali menjadi perbincangan publik setelah sejumlah unggahan media sosialnya memicu polemik yang meluas. Aktivis lingkungan sekaligus alumni program beasiswa LPDP itu disorot bukan hanya karena pernyataan kontroversial terkait kewarganegaraan anak, tetapi juga pengakuannya mengenai penggunaan berbagai fasilitas selama berada di daerah penelitian.

Polemik bermula dari unggahan di platform Threads dan Instagram yang menyinggung soal status kewarganegaraan anak keduanya. Dalam tulisan tersebut, ia menyampaikan kalimat yang kemudian menuai kritik warganet, karena dinilai tidak sensitif dan menimbulkan kesan merendahkan identitas kewarganegaraan Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, sorotan publik tidak berhenti di situ. Penelusuran warganet terhadap jejak digitalnya menemukan unggahan lama tertanggal 29 Januari 2026 yang menceritakan pengalaman riset lapangan di Pulau Sumba. Dalam unggahan tersebut, Dwi mengaku menjalani penelitian saat tengah hamil empat bulan setelah menempuh studi magister di Belanda dan kembali ke Indonesia.

Ia menuliskan bahwa selama berada di Sumba dirinya mendapat pendampingan penuh dari keluarga, termasuk fasilitas yang disebut berupa mobil, sopir, hotel, hingga ajudan. Pengakuan itu kemudian memantik pertanyaan publik mengenai asal-usul fasilitas yang digunakan.

Warganet mempertanyakan apakah fasilitas tersebut merupakan fasilitas pribadi keluarga atau berkaitan dengan kewenangan jabatan tertentu. Hal ini menjadi sensitif karena mertua Dwi diketahui adalah Syukur Iwantoro, yang pernah menduduki posisi pejabat tinggi di Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Isu dugaan penggunaan fasilitas negara secara tidak semestinya kemudian berkembang menjadi diskursus yang lebih luas tentang etika pejabat, keluarga pejabat, serta batas antara fasilitas dinas dan kepentingan pribadi.

Kritik Publik dan Dugaan “Flexing” Fasilitas

Reaksi publik di media sosial didominasi kritik tajam. Banyak warganet menilai unggahan tersebut sebagai bentuk “flexing” atau pamer fasilitas yang seharusnya tidak digunakan di luar kepentingan tugas negara.

Sejumlah komentar bahkan mengaitkan pengakuan tersebut dengan potensi pelanggaran etik apabila benar fasilitas yang dimaksud berasal dari sumber negara. Ada pula yang menyoroti risiko hukum maupun administratif yang dapat muncul jika penggunaan fasilitas tidak sesuai aturan.

Perbincangan semakin ramai karena isu ini dinilai bukan sekadar persoalan unggahan pribadi, melainkan menyangkut akuntabilitas penggunaan sumber daya negara yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan.

Dampak Merembet ke Keluarga

Kontroversi turut menyeret nama suami Dwi, Arya Iwantoro, setelah publik menyoroti status pengabdian pascastudi yang dibiayai beasiswa negara.

Sebagai penerima beasiswa, alumni diwajibkan memenuhi ketentuan pengabdian kepada negara dengan skema tertentu yang dikenal sebagai kewajiban 2n+1, yakni masa pengabdian dua kali masa studi ditambah satu tahun.

LPDP menyatakan akan melakukan pemanggilan untuk meminta klarifikasi terkait dugaan belum terpenuhinya kewajiban tersebut. Proses klarifikasi menjadi bagian dari mekanisme pengawasan untuk memastikan seluruh penerima beasiswa menjalankan kontrak yang telah disepakati.

Jika terbukti melanggar ketentuan, sanksi administratif dapat dijatuhkan, mulai dari teguran hingga kewajiban pengembalian dana pendidikan sesuai regulasi yang berlaku.

Isu Etika Pejabat dan Keluarga Kembali Mengemuka

Kasus ini kembali membuka diskusi lama mengenai batasan penggunaan fasilitas negara oleh pejabat maupun keluarga mereka. Dalam tata kelola pemerintahan yang baik, fasilitas negara hanya diperuntukkan bagi pelaksanaan tugas resmi, bukan untuk kepentingan pribadi atau keluarga.

Penggunaan fasilitas di luar ketentuan berpotensi menimbulkan konflik kepentingan serta merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara. Karena itu, transparansi dan kehati-hatian dalam memanfaatkan fasilitas menjadi prinsip yang tidak bisa ditawar.

Pengamat kebijakan publik kerap menekankan bahwa di era digital, jejak media sosial dapat menjadi ruang akuntabilitas baru. Pernyataan atau unggahan yang dianggap biasa secara personal dapat memicu evaluasi publik ketika berkaitan dengan jabatan, kewenangan, atau sumber daya negara.

Pelajaran dari Jejak Digital

Kontroversi yang menimpa Dwi menunjukkan bagaimana media sosial kini memiliki dampak yang jauh melampaui ruang personal. Unggahan yang awalnya berupa cerita pengalaman justru berkembang menjadi isu publik yang menyentuh aspek etika, hukum, dan tata kelola pemerintahan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa figur yang memiliki keterkaitan dengan institusi negara, baik sebagai penerima manfaat kebijakan maupun bagian dari keluarga pejabat, berada dalam sorotan publik yang lebih besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga kini, polemik masih bergulir sembari menunggu hasil klarifikasi dari pihak terkait. Publik pun menanti penjelasan resmi untuk memastikan apakah fasilitas yang disebut benar berasal dari negara atau merupakan dukungan pribadi keluarga.

Di tengah derasnya arus informasi digital, kasus ini kembali menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan narasi di ruang publik—karena satu unggahan dapat membuka rangkaian pertanyaan yang jauh lebih luas dari yang dibayangkan. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Puting Beliung Terjang Jombang, Atap Musala MI Miftahul Ulum Terbang hingga Rusak Parah

Puting Beliung Terjang Jombang, Atap Musala MI Miftahul Ulum Terbang hingga Rusak Parah

Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, menyebabkan sejumlah bangunan rusak dan pohon tumbang.
Peduli dan Berbagi kepada Sesama, IKA UNAIR Sidoarjo Gelar Kegiatan Ramadhan

Peduli dan Berbagi kepada Sesama, IKA UNAIR Sidoarjo Gelar Kegiatan Ramadhan

IKA Unair (Ikatan Alumni Universitas Airlangga_) Cabang Sidoarjo memiliki berbagai rangkaian kegiatan untuk mengisi Bulan Ramadhan 1447 Hijriyah.  
Balik ke Tanah Leluhur, Shayne Pattynama Bawa Misi Spesial saat Persija Jakarta Dijamu Malut United

Balik ke Tanah Leluhur, Shayne Pattynama Bawa Misi Spesial saat Persija Jakarta Dijamu Malut United

Laga tandang Persija Jakarta ke kandang Malut United kali ini dipastikan tak sekadar agenda pertandingan biasa bagi bek kiri Timnas Indonesia, Shayne Pattynama.
Sempat Tertinggal, Surabaya Samator Beri Catatan Buruk untuk Jakarta Garuda Jaya: Telan Empat Kekalahan Beruntun!

Sempat Tertinggal, Surabaya Samator Beri Catatan Buruk untuk Jakarta Garuda Jaya: Telan Empat Kekalahan Beruntun!

Surabaya Samator mampu memberikan kekalahan pahit untuk Jakarta Garuda Jaya di Proliga 2026 seri Bogor pada Sabtu (21/2/2026).
John Herdman Terima Kabar Superbahagia dari Maarten Paes Jelang Debut di Timnas Indonesia, Siap Debut di Ajax?

John Herdman Terima Kabar Superbahagia dari Maarten Paes Jelang Debut di Timnas Indonesia, Siap Debut di Ajax?

Isu mengenai peluang tampilnya Maarten Paes bersama Ajax Amsterdam semakin menguat jelang laga akhir pekan ini, yang bisa menjadi kabar baik untuk John Herdman.
Pengakuan Jujur Federico Barba usai Persib Bandung Tersingkir dari Asia, Persita Siap-Siap Jadi Pelampiasan

Pengakuan Jujur Federico Barba usai Persib Bandung Tersingkir dari Asia, Persita Siap-Siap Jadi Pelampiasan

Bek asing Persib Bandung, Federico Barba punya motivasi tinggi jelang laga melawan Persita. Kegagalan di kompetisi Asia jadi 'bahan bakar' sang pemain untuk meraih kemenangan.

Trending

Kontroversi Unggahan Dwi Sasetyaningtyas Melebar, Pengakuan Soal Mobil, Sopir, hingga Ajudan Diduga Gunakan Fasilitas Negara

Kontroversi Unggahan Dwi Sasetyaningtyas Melebar, Pengakuan Soal Mobil, Sopir, hingga Ajudan Diduga Gunakan Fasilitas Negara

Kontroversi Dwi Sasetyaningtyas melebar setelah pengakuan dirinya soal mobil, sopir, hotel, dan ajudan saat riset memicu dugaan penggunaan fasilitas negara.
Usai Jejak Mertua Dwi Sasetyaningtyas Dikorek Warganet, Laporan Harta Syukur Iwantoro Ikut Terseret Polemik

Usai Jejak Mertua Dwi Sasetyaningtyas Dikorek Warganet, Laporan Harta Syukur Iwantoro Ikut Terseret Polemik

Nama Syukur Iwantoro, mertua Dwi Sasetyaningtyas, ikut disorot. Warganet membongkar laporan kekayaan Rp3,09 miliar yang tercatat di LHKPN KPK.
Natalius Pigai Balas Sentilan Ketua BEM UGM Terkait MBG: Seirama dengan HAM!

Natalius Pigai Balas Sentilan Ketua BEM UGM Terkait MBG: Seirama dengan HAM!

Menteri HAM Natalius Pigai balas sentilan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto terkait pengiriman surat kepada UNICEF soal tuntutan kuat penghentian program MBG.
Polisi Ungkap Kronologi hingga Alat Anggota Brimob untuk Habisi Nyawa Siswa di Tual

Polisi Ungkap Kronologi hingga Alat Anggota Brimob untuk Habisi Nyawa Siswa di Tual

Warga Kota Tual masih menyoroti kasus tewasnya siswa MTS Negeri Maluku Tenggara, karena diduga dianiaya oleh anggota Brimob, Bripda MS. Bahkan, para warga ingin
Soal Kasus Anggota Brimob Aniaya Siswa Hingga Tewas di Tual, Kapolri: Kita Transparan

Soal Kasus Anggota Brimob Aniaya Siswa Hingga Tewas di Tual, Kapolri: Kita Transparan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkomentar soal insiden anggota brimob diduga aniaya seorang siswa di Tual. Kata Kapolri, pihaknya memastikan penanganan
Polri Tak Hanya Ungkap Narkotika Sekoper, Kronologi Penyimpangan Seksual AKBP Didik Juga Dibocorkan

Polri Tak Hanya Ungkap Narkotika Sekoper, Kronologi Penyimpangan Seksual AKBP Didik Juga Dibocorkan

Polri tidak hanya ungkap soal kepemilikan narkotika sekoper eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro. Namun, Polri juga bocorkan kronologi penyimpangan
Upaya Hentikan Program MBG Lewat Surat UNICEF, Natalius Pigai: Ketua BEM UGM Lawan Prinsip HAM

Upaya Hentikan Program MBG Lewat Surat UNICEF, Natalius Pigai: Ketua BEM UGM Lawan Prinsip HAM

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) meminta program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk segera dihentikan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT