GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dari Unggahan Paspor Anak hingga Teguran Resmi, Ini Kronologi Lengkap Kontroversi Awardee LPDP Dwi Sasetyaningtyas

Kontroversi awardee LPDP Dwi Sasetyaningtyas bermula dari unggahan viral hingga teguran resmi. Simak kronologi lengkap kasus yang ramai diperbincangkan publik.
Minggu, 22 Februari 2026 - 12:19 WIB
Alumni penerima beasiswa LPDP sekaligus influencer, Dwi Sasetyaningtyas
Sumber :
  • Instagram/@sasetyaningtyas

Jakarta, tvOnenews.com – Nama Dwi Sasetyaningtyas mendadak menjadi sorotan publik setelah unggahannya di media sosial memicu polemik luas.

Kontroversi yang awalnya bermula dari pernyataan pribadi berkembang menjadi perbincangan nasional, bahkan menyeret isu integritas penerima beasiswa negara dan kewajiban pengabdian alumni.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini bergulir cepat, memancing reaksi warganet, klarifikasi yang bersangkutan, hingga teguran resmi dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Awal Mula: Unggahan tentang Kewarganegaraan Anak

Polemik bermula ketika Dwi mengunggah konten di Instagram dan Threads yang menyampaikan kebanggaannya atas status kewarganegaraan asing anak keduanya. Dalam unggahan tersebut, ia menuliskan kalimat yang kemudian viral dan diperdebatkan publik.

Narasi tersebut dianggap sebagian warganet tidak sensitif, mengingat Dwi merupakan penerima beasiswa LPDP—program pendidikan yang dibiayai dari dana negara. Kritik pun bermunculan, menilai pernyataan itu tidak mencerminkan sikap seorang awardee yang pernah memperoleh dukungan pendidikan dari pemerintah Indonesia.

Reaksi publik semakin meluas karena Dwi dikenal sebagai alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) yang kemudian melanjutkan studi magister di Delft University of Technology, Belanda, melalui beasiswa LPDP pada 2015 hingga lulus tahun 2017.

Respons Warganet Meluas ke Rekam Jejak Pribadi

Seiring viralnya unggahan tersebut, perhatian publik tidak lagi hanya tertuju pada isi pernyataan, tetapi juga mulai mengulas rekam jejak pribadi dan profesional Dwi.

Warganet menelusuri berbagai aktivitasnya, termasuk perannya dalam sejumlah inisiatif sosial dan lingkungan selama berada di Indonesia pada periode 2017–2023. Dwi diketahui pernah terlibat dalam program penanaman mangrove, pemberdayaan ekonomi rumah tangga, hingga kegiatan penanggulangan bencana dan pendidikan di wilayah timur Indonesia.

Namun, di tengah rekam jejak tersebut, perdebatan tetap berlanjut karena sebagian masyarakat menilai pernyataannya di media sosial bertolak belakang dengan semangat pengabdian yang menjadi prinsip dasar beasiswa LPDP.

Klarifikasi Dwi: Unggahan Disebut Luapan Kekecewaan

Menanggapi kritik yang terus berkembang, Dwi kemudian memberikan penjelasan melalui media sosial. Ia menyatakan bahwa pernyataan tersebut merupakan luapan emosi dan kekecewaan terhadap kondisi kebijakan yang menurutnya belum berpihak kepada masyarakat.

Dalam klarifikasinya, ia menegaskan tetap berstatus Warga Negara Indonesia dan menyadari bahwa sebagai penerima beasiswa dari dana publik, dirinya memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan aspirasi masyarakat.

Namun, klarifikasi tersebut belum meredakan polemik. Cara Dwi merespons sebagian komentar warganet juga kembali memicu perdebatan baru, sehingga isu semakin meluas.

Muncul Fakta Baru: Suami Disebut Juga Penerima LPDP

Kontroversi memasuki babak baru ketika warganet menemukan informasi bahwa suami Dwi, berinisial AP, diduga juga merupakan penerima beasiswa LPDP. Temuan itu merujuk pada dokumen akademik yang menyebutkan adanya pendanaan dari LPDP.

Informasi ini menjadi sorotan karena sebelumnya Dwi sempat menyampaikan bahwa suaminya bukan awardee LPDP. Perbedaan informasi tersebut memicu reaksi lanjutan di media sosial.

Publik juga menyoroti dugaan bahwa AP belum menyelesaikan kewajiban kontribusi pascastudi di Indonesia. Isu ini kemudian berkembang menjadi pertanyaan mengenai kepatuhan terhadap aturan beasiswa negara.

AP diketahui menjalani aktivitas akademik dan profesional di Inggris, termasuk bekerja sebagai peneliti di University of Plymouth.

Permintaan Maaf Disampaikan, LPDP Turun Tangan

Di tengah tekanan publik, Dwi akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia mengakui unggahannya menimbulkan kegaduhan dan berjanji lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.

LPDP kemudian mengeluarkan pernyataan resmi yang menyayangkan polemik tersebut. Dalam keterangannya, LPDP menilai tindakan yang memicu kontroversi tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang selama ini ditanamkan kepada para penerima beasiswa.

LPDP juga menegaskan bahwa Dwi telah menyelesaikan studi serta masa pengabdian sesuai ketentuan, sehingga secara administratif tidak lagi memiliki hubungan hukum dengan lembaga tersebut.

Meski demikian, LPDP menyatakan tetap melakukan komunikasi untuk mengingatkan pentingnya menjaga sensitivitas publik dan tanggung jawab moral sebagai alumni program beasiswa negara.

Penelusuran terhadap Dugaan Kewajiban yang Belum Tuntas

Berbeda dengan status Dwi, LPDP menyatakan masih melakukan pendalaman terhadap dugaan kewajiban kontribusi yang belum dipenuhi oleh AP.

Lembaga tersebut menyebut akan melakukan klarifikasi dan evaluasi sesuai aturan yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran, LPDP membuka kemungkinan pengenaan sanksi hingga kewajiban pengembalian dana beasiswa.

Langkah ini ditegaskan sebagai bentuk komitmen menjaga akuntabilitas pengelolaan dana pendidikan yang bersumber dari masyarakat.

Polemik yang Jadi Pengingat Etika Ruang Publik

Kasus ini menjadi pengingat bahwa penerima beasiswa negara tidak hanya memikul tanggung jawab akademik, tetapi juga tanggung jawab moral dan sosial, termasuk dalam penggunaan media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di era digital, pernyataan personal dapat dengan cepat menjadi konsumsi publik dan dikaitkan dengan identitas profesional maupun institusional.

LPDP menegaskan akan terus menjaga integritas program dan memastikan setiap awardee menjalankan kewajiban kontribusi bagi Indonesia, sejalan dengan tujuan utama beasiswa: mencetak sumber daya manusia unggul yang kembali memberi manfaat bagi bangsa. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri Ungkap Dua Sosok yang menjadi Panutannya Berkarier di Dunia Voli

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri Ungkap Dua Sosok yang menjadi Panutannya Berkarier di Dunia Voli

Megawati Hangestri kembali berbicara mengenai sosok yang menjadi inspirasinya dalam perjalanan sebagai pemain voli profesional.
Viral Wisatawan Dimintai Uang "Saredona" di Talaga Bodas Garut, Begini Penjelasan Polisi

Viral Wisatawan Dimintai Uang "Saredona" di Talaga Bodas Garut, Begini Penjelasan Polisi

Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan dua wisatawan yang diminta sejumlah uang oleh seorang pria yang belakangan ini diketahui sebagai tukang ojek setempat. 
Viral! Siswa MTs di Blitar Diduga Dianiaya Adik Kelas, Berawal dari Komentar TikTok

Viral! Siswa MTs di Blitar Diduga Dianiaya Adik Kelas, Berawal dari Komentar TikTok

Pelajar MTs di Wlingi, Blitar, diduga dianiaya adik kelas setelah persoalan komentar TikTok. Polisi turun tangan dan memberikan pendampingan kepada korban.
Polres Jakbar Bongkar Sindikat Produksi Uang Palsu, 11 Orang Jadi Tersangka dan Upal Rp1,5 Miliar Disita

Polres Jakbar Bongkar Sindikat Produksi Uang Palsu, 11 Orang Jadi Tersangka dan Upal Rp1,5 Miliar Disita

Sebanyak 8.000 lembar uang palsu tersebut kemudian dijual dengan uang asli senilai Rp225 juta kepada seseorang yang masih DPO. 
Shin Tae-yong Sebut Persija Sudah 80 Persen, 6 Pemain Timnas Bikin Macan Kemayoran Makin Solid

Shin Tae-yong Sebut Persija Sudah 80 Persen, 6 Pemain Timnas Bikin Macan Kemayoran Makin Solid

Shin Tae-yong mengungkap perkembangan Persija usai TC di Thailand. Performa Macan Kemayoran kini mencapai 70-80 persen setelah enam pemain Timnas Indonesia bergabung.
Beckham Putra Kirim Sinyal Keras Jelang Persib Vs Manila Digger, Modal Ini Bikin Pede Lolos ACL Two

Beckham Putra Kirim Sinyal Keras Jelang Persib Vs Manila Digger, Modal Ini Bikin Pede Lolos ACL Two

Beckham Putra percaya diri Persib menghadapi Manila Digger di play-off ACL Two. Modal kemenangan musim lalu jadi bekal untuk mengamankan tiket ke fase utama.

Trending

Profil Kim Seung Yoon, Aktris Korea Calon Istri Jang Dong Yoon yang Debut di The Tale of Nokdu

Profil Kim Seung Yoon, Aktris Korea Calon Istri Jang Dong Yoon yang Debut di The Tale of Nokdu

Profil Kim Seung Yoon, aktris Korea calon istri Jang Dong Yoon, debut di drama The Tale of Nokdu.
6 Drama dan 7 Film yang Dibintangi Kim Seung Yoon, Aktris Korea yang Akan Menikah dengan Jang Dong Yoon

6 Drama dan 7 Film yang Dibintangi Kim Seung Yoon, Aktris Korea yang Akan Menikah dengan Jang Dong Yoon

Berikut daftar 6 drama dan 7 film yang dibintangi Kim Seung Yoon, aktris Korea yang akan menikah dengan Jang Dong Yoon.
Hitung-hitungan Timnas Voli Putri Indonesia Lolos ke Perempat Final AVC Women's Continental 2026

Hitung-hitungan Timnas Voli Putri Indonesia Lolos ke Perempat Final AVC Women's Continental 2026

Menilik hitung-hitungan peluang Timnas Voli Putri Indonesia untuk lolos ke perempat final AVC Women's Continental 2026. Garuda Pertiwi masih memiliki asa untuk lolos ke babak selanjutnya meski sebelumnya kalah telak dari Thailand.
Stigma "Gotham City" Disebut-sebut Melekat dengan Jakarta Barat, Begini Respons Wali Kota

Stigma "Gotham City" Disebut-sebut Melekat dengan Jakarta Barat, Begini Respons Wali Kota

Stigma "Gotham City" disebut-sebut melekat dengan Jakarta Barat karena dinilai tidak aman seperti kota fiksi yang penuh kejahatan di DC Comics.
Duel Sesama Perwira Polisi di Palangka Raya, Kanit Reskrim Dicopot Usai Kasat Lantas Masuk RS

Duel Sesama Perwira Polisi di Palangka Raya, Kanit Reskrim Dicopot Usai Kasat Lantas Masuk RS

Seorang perwira polisi berinisial EB harus rela kehilangan jabatannya sebagai Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Pahandut. 
Bukan Cuma Soal Profit, Ini Tantangan Baru yang Dihadapi Trader di Pasar yang Makin Cepat

Bukan Cuma Soal Profit, Ini Tantangan Baru yang Dihadapi Trader di Pasar yang Makin Cepat

Di balik keputusan seorang trader, terdapat ekosistem yang mencakup informasi, teknologi, eksekusi, hingga komunitas yang ikut memengaruhi cara mengambil keputusan.
Cekikan Ekonomi Amerika ke Iran Makin Kencang, Ini Lima Sektor Baru yang Terkena Sanksi

Cekikan Ekonomi Amerika ke Iran Makin Kencang, Ini Lima Sektor Baru yang Terkena Sanksi

Sanksi baru Amerika Serikat terhadap Iran berfokus pada lima sektor utama ekonomi negara tersebut, seperti penerbangan, pelayaran, teknologi, emas, dan aset digital, kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Senin (24/8).
Selengkapnya

Viral