News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

SBY: Jika Jakarta Diserang dari Udara, Apa yang Harus Kita Lakukan?

Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY ingatkan ancaman serangan udara ke Jakarta di era perang modern. Indonesia diminta siap perkuat air power dan doktrin hybrid.
Selasa, 24 Februari 2026 - 11:49 WIB
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Sumber :
  • Syifa Aulia/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melontarkan peringatan serius soal kesiapan Indonesia menghadapi perang modern. Dalam kuliah umum di Gedung Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Jakarta, Senin (23/2/2026), SBY secara terbuka mengajukan skenario ekstrem: bagaimana jika terjadi serangan udara yang menghancurkan Jakarta?

Pertanyaan itu bukan sekadar retorika. SBY menilai lanskap peperangan global telah berubah drastis. Dunia kini memasuki era perang modern yang tak lagi sepenuhnya bertumpu pada kekuatan darat. Serangan bisa datang cepat, presisi, dan langsung menyasar pusat pemerintahan maupun objek vital strategis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sekarang begitu ada air strike menghancurkan Jakarta, Pindad di Bandung, PAL di Surabaya, kota-kota yang lain apa yang kita lakukan? Hayo?” ujar SBY di hadapan peserta didik Lemhannas.

Ancaman Serangan Udara Bukan Lagi Fiksi

SBY menegaskan, Indonesia tak bisa lagi mengandalkan doktrin lama yang menempatkan angkatan darat sebagai kekuatan utama. Dalam konteks ancaman modern, kekuatan udara atau air power menjadi faktor penentu.

Menurutnya, pola peperangan saat ini sudah melampaui perang konvensional. Perang siber (cyber war), kecerdasan buatan (AI), robotik, hingga strategi di luar pola pikir tradisional menjadi bagian dari dinamika pertahanan global.

“Dunia AI, dunia robotik, dunia beyond conventional thinking, conventional warfare, kita harus siap. Jadi jangan takut,” tegasnya.

SBY mengingatkan bahwa dalam perang modern, serangan tidak harus diawali dengan invasi darat. Serangan udara bisa langsung menghantam pusat-pusat strategis negara, termasuk ibu kota dan industri pertahanan.

Ia menyebut sejumlah objek vital seperti fasilitas produksi pertahanan di Bandung dan Surabaya sebagai contoh target yang berpotensi disasar dalam skenario konflik berskala besar.

Doktrin Lama Tak Lagi Cukup

Pada masa lalu, Indonesia mengandalkan doktrin pertahanan dan keamanan rakyat semesta (Hankamrata). Strategi ini menitikberatkan pada menghadang musuh di perbatasan, mempertahankan garis pantai dan pulau besar, hingga perang gerilya jika musuh berhasil masuk.

“Itu kan doktrinnya dulu,” ujar SBY.

Namun kini, menurutnya, perkembangan teknologi militer membuat serangan bisa berlangsung sangat cepat dan sulit diprediksi. Rudal jarak jauh, drone tempur, dan sistem persenjataan presisi tinggi mampu melumpuhkan pusat pemerintahan dalam waktu singkat tanpa perlu pendaratan pasukan.

Dalam konteks itu, SBY mempertanyakan kesiapan Indonesia. Jika serangan udara terjadi dan menghantam Jakarta, apa respons cepat yang harus dilakukan? Bagaimana sistem komando berjalan? Apakah infrastruktur pertahanan udara sudah memadai?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi refleksi penting bagi perumusan kebijakan pertahanan ke depan.

Bangun Sumber Daya dan Kebijakan Adaptif

SBY menekankan bahwa kesiapan menghadapi ancaman modern tidak cukup hanya dengan alutsista. Indonesia harus membangun sumber daya manusia, meningkatkan keterampilan, serta menyusun kebijakan yang adaptif terhadap perubahan zaman.

“Kita masih perlu, resource kita, kita bangun, skill kita harus dibangun, policy-nya harus dibikin. Jadi bagi saya apapun harus siap karena kita tidak bisa pilih-pilih,” katanya.

Ia menilai, negara tidak bisa memilih jenis ancaman yang akan datang. Karena itu, seluruh elemen pertahanan—darat, laut, udara, siber, hingga teknologi—harus dipersiapkan secara simultan.

Hybrid Warfare: Semua Harus Siap

SBY juga menyinggung konsep perang hibrida (hybrid warfare), di mana konflik tidak hanya berlangsung secara militer, tetapi juga melalui serangan siber, disinformasi, tekanan ekonomi, hingga sabotase teknologi.

Dalam perang jenis ini, batas antara masa damai dan perang menjadi kabur. Serangan bisa terjadi tanpa deklarasi resmi, dan dampaknya langsung terasa pada stabilitas nasional.

“Jadi ini modern warfare, modern teknologi, modern doctrine, semuanya harus siap. Dan kalau hybrid intinya, tidak memilih. Semuanya harus siap dilakukan. Intinya begitu,” pungkas SBY.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman terhadap ibu kota bukan lagi skenario fiktif dalam buku strategi militer. Perubahan geopolitik global, percepatan teknologi, dan dinamika konflik antarnegara membuat kesiapan pertahanan udara menjadi krusial.

Di tengah dunia yang semakin tidak pasti, SBY menegaskan Indonesia tidak boleh tertinggal dalam membangun sistem pertahanan yang adaptif. Jika suatu hari serangan udara benar-benar terjadi, negara harus sudah memiliki jawaban—bukan sekadar pertanyaan. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Operasi gabungan BNN, TNI AL, Bea Cukai, Polri, BIN, dan Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin dari kapal King Sun di Perairan Natuna.
Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Hasil imbang kontra Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), membuat Timnas Indonesia gagal mengamankan tiket ke semifinal Piala AFF 2026.
Timnas Esports Indonesia Tembus Grand Final Mobile Legends Esports Nations Cup 2026 di Riyadh, Ini 16 Negara yang Lolos

Timnas Esports Indonesia Tembus Grand Final Mobile Legends Esports Nations Cup 2026 di Riyadh, Ini 16 Negara yang Lolos

Indonesia memastikan tiket langsung ke Grand Final Mobile Legends Esports Nations Cup 2026 di Riyadh. Simak daftar 16 negara yang mendapat direct
Glaukoma hingga Diabetes, Ini 14 Penyakit yang Bisa Terlihat dari Retina Mata

Glaukoma hingga Diabetes, Ini 14 Penyakit yang Bisa Terlihat dari Retina Mata

Tak hanya keluhan seperti mata minus, plus, atau silinder, sejumlah penyakit mata dan gangguan kesehatan kronis juga dapat berkaitan dengan kondisi retina.
PRI Konsolidasi Organisasi di Jatim, Struktur Terbentuk di 29 Daerah

PRI Konsolidasi Organisasi di Jatim, Struktur Terbentuk di 29 Daerah

Partai Rakyat Indonesia (PRI) melakukan konsolidasi organisasi di Jawa Timur sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Ramalan Keuangan Shio Kuda 10 Agustus 2026: Hoki Cuan Melimpah, Awas Kesialan Ini!

Ramalan Keuangan Shio Kuda 10 Agustus 2026: Hoki Cuan Melimpah, Awas Kesialan Ini!

Penasaran bagaimana peta peruntungan nasib beruntung dan risiko buntung keuangan Shio Kuda pada esok hari? Simak ramalan berikut ini.

Trending

Timnas Esports Indonesia Tembus Grand Final Mobile Legends Esports Nations Cup 2026 di Riyadh, Ini 16 Negara yang Lolos

Timnas Esports Indonesia Tembus Grand Final Mobile Legends Esports Nations Cup 2026 di Riyadh, Ini 16 Negara yang Lolos

Indonesia memastikan tiket langsung ke Grand Final Mobile Legends Esports Nations Cup 2026 di Riyadh. Simak daftar 16 negara yang mendapat direct
Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Operasi gabungan BNN, TNI AL, Bea Cukai, Polri, BIN, dan Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin dari kapal King Sun di Perairan Natuna.
Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Hasil imbang kontra Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), membuat Timnas Indonesia gagal mengamankan tiket ke semifinal Piala AFF 2026.
Siap-Siap Digempur Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 10 Agustus 2026: Libra Panen Proyek Emas

Siap-Siap Digempur Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 10 Agustus 2026: Libra Panen Proyek Emas

Senin, 10 Agustus 2026 diprediksi membawa peluang finansial yang cukup menjanjikan bagi sejumlah zodiak. Siapa saja yang bakal berlimpah cuan pada awal pekan?
FIFA ASEAN Cup 2026, Momentum Timnas Indonesia Bangkit dan Masuk 100 Besar

FIFA ASEAN Cup 2026, Momentum Timnas Indonesia Bangkit dan Masuk 100 Besar

Setelah gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026, Timnas Indonesia kini harus segera mengalihkan fokus ke agenda berikutnya, yakni FIFA ASEAN Cup 2026.
Ramalan Zodiak Cinta Besok Senin 10 Agustus 2026: Cancer Full Senyum Masalah Kelar, Scorpio Awas Terprovokasi Kabar Burung di Awal Pekan

Ramalan Zodiak Cinta Besok Senin 10 Agustus 2026: Cancer Full Senyum Masalah Kelar, Scorpio Awas Terprovokasi Kabar Burung di Awal Pekan

Berdasarkan pergerakan rasi bintang zodiak, esok hari Senin, 10 Agustus 2026, membawa energi yang menekankan pentingnya komunikasi terbuka dan keseimbangan ...
Saat Ampas Kopi Berhenti Menjadi Sampah dan Mulai Menjadi Moralitas Baru

Saat Ampas Kopi Berhenti Menjadi Sampah dan Mulai Menjadi Moralitas Baru

Sebuah inovasi kreatif datang dari anak bangsa pelaku industri kopi di kota Yogyakarta.
Selengkapnya

Viral