Ngaku Aparat, Pria Diduga Pukul Petugas SPBU Cipinang karena BBM Subsidi Ditolak, Propam Polda Metro Selidiki
- Antara
Secara terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan bahwa penyelidikan masih berjalan.
“Polres Metro Jakarta Timur dan Dit Reskrimum PMJ sedang mendalami kejadian tersebut dan orang yang mengaku aparat,” ujar Budi.
Ia menambahkan, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah pria tersebut benar merupakan aparat atau hanya mengaku-ngaku untuk menekan petugas.
“Bukan ditangani Propam. Tetapi jika terbukti itu oknum anggota Polri, akan ditindaklanjuti Propam,” jelasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan sesuai mekanisme. Apabila pelaku adalah warga sipil, maka penanganan akan dilakukan melalui jalur pidana umum. Namun jika terbukti sebagai anggota Polri, maka selain proses pidana, akan ada pemeriksaan etik oleh Propam.
Sorotan Publik dan Penegakan Hukum
Kasus ini kembali memicu sorotan publik, terutama terkait dugaan penyalahgunaan identitas aparat untuk menekan masyarakat. Tindakan kekerasan terhadap petugas layanan publik juga dinilai mencederai aturan hukum dan etika sosial.
Petugas SPBU sebagai pelayan distribusi energi memiliki kewajiban menjalankan prosedur sesuai aturan yang berlaku, termasuk dalam penerapan sistem subsidi berbasis barcode. Penolakan terhadap aturan tersebut tidak dibenarkan jika disertai intimidasi maupun kekerasan.
Pihak kepolisian memastikan akan mengusut tuntas kasus ini guna memberikan kepastian hukum dan menjaga kepercayaan masyarakat.
Hingga kini, identitas lengkap terduga pelaku belum dipublikasikan. Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi serta bukti-bukti pendukung, termasuk rekaman video yang beredar di media sosial.
Perkembangan penyelidikan akan menentukan langkah hukum selanjutnya, termasuk kemungkinan penetapan tersangka apabila ditemukan unsur pidana dalam peristiwa tersebut. (ars/nsp)
Load more