News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ngaku Aparat, Pria Diduga Pukul Petugas SPBU Cipinang karena BBM Subsidi Ditolak, Propam Polda Metro Selidiki

Pria ngaku aparat diduga aniaya petugas SPBU Cipinang karena BBM subsidi ditolak. Propam Polda Metro Jaya ikut selidiki.
Selasa, 24 Februari 2026 - 14:07 WIB
Ilustrasi penganiayaan.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com – Aksi seorang pria yang diduga mengaku sebagai aparat dan melakukan penganiayaan terhadap petugas SPBU di kawasan Cipinang, Pulo Gadung, Jakarta Timur, tengah didalami aparat kepolisian. Insiden yang terjadi pada Minggu (22/2/2026) itu kini menjadi perhatian internal kepolisian, termasuk melibatkan Propam Polda Metro Jaya.

Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Radjo Alriadi Harahap, membenarkan bahwa pihaknya ikut turun tangan untuk memastikan status pria yang diduga mengaku sebagai aparat tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Iya betul, Propam ikut turun tangan untuk memastikan kebenaran apakah yang bersangkutan anggota atau bukan,” ujar Radjo kepada wartawan, Selasa (24/2/2026).

Masih Didalami Bersama Reskrim

Radjo menegaskan, penyelidikan masih berlangsung dan dilakukan bersama jajaran Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur.

“Masih kami dalami dengan Reskrim Polrestro Jaktim terhadap pelaku pemukulan dimaksud,” tegasnya.

Peristiwa ini sebelumnya viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @info.jakartatimur dengan keterangan “Pemukulan oleh oknum yang mengaku aparat di SPBU Jaktim”.

Dalam video yang beredar, tampak seorang pria berpakaian hitam berdiri di samping mobil dan melontarkan kata-kata kasar kepada petugas SPBU. Situasi kemudian memanas hingga pria tersebut diduga melayangkan pukulan ke wajah salah satu petugas.

Beberapa orang sempat berupaya melerai, namun terduga pelaku tetap mencaci-maki petugas di lokasi.

Diduga Terkait BBM Subsidi dan Barcode

Berdasarkan keterangan yang beredar, insiden itu dipicu persoalan pengisian bahan bakar minyak (BBM) subsidi menggunakan sistem barcode.

Saat petugas melakukan pemindaian plat nomor kendaraan, ditemukan ketidaksesuaian antara data kendaraan dengan mobil yang dibawa pria tersebut. Petugas kemudian menyarankan agar pengisian dilakukan menggunakan BBM non-subsidi.

Namun, saran tersebut diduga ditolak oleh pria itu. Ia justru meluapkan emosi dan berujung melakukan tindakan kekerasan terhadap petugas SPBU.

Sistem barcode sendiri diterapkan untuk memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran dan sesuai dengan kendaraan yang terdaftar. Ketidaksesuaian data biasanya mengharuskan pengendara menggunakan BBM non-subsidi.

Polisi Selidiki Status Terduga Pelaku

Secara terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan bahwa penyelidikan masih berjalan.

“Polres Metro Jakarta Timur dan Dit Reskrimum PMJ sedang mendalami kejadian tersebut dan orang yang mengaku aparat,” ujar Budi.

Ia menambahkan, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah pria tersebut benar merupakan aparat atau hanya mengaku-ngaku untuk menekan petugas.

“Bukan ditangani Propam. Tetapi jika terbukti itu oknum anggota Polri, akan ditindaklanjuti Propam,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan sesuai mekanisme. Apabila pelaku adalah warga sipil, maka penanganan akan dilakukan melalui jalur pidana umum. Namun jika terbukti sebagai anggota Polri, maka selain proses pidana, akan ada pemeriksaan etik oleh Propam.

Sorotan Publik dan Penegakan Hukum

Kasus ini kembali memicu sorotan publik, terutama terkait dugaan penyalahgunaan identitas aparat untuk menekan masyarakat. Tindakan kekerasan terhadap petugas layanan publik juga dinilai mencederai aturan hukum dan etika sosial.

Petugas SPBU sebagai pelayan distribusi energi memiliki kewajiban menjalankan prosedur sesuai aturan yang berlaku, termasuk dalam penerapan sistem subsidi berbasis barcode. Penolakan terhadap aturan tersebut tidak dibenarkan jika disertai intimidasi maupun kekerasan.

Pihak kepolisian memastikan akan mengusut tuntas kasus ini guna memberikan kepastian hukum dan menjaga kepercayaan masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga kini, identitas lengkap terduga pelaku belum dipublikasikan. Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi serta bukti-bukti pendukung, termasuk rekaman video yang beredar di media sosial.

Perkembangan penyelidikan akan menentukan langkah hukum selanjutnya, termasuk kemungkinan penetapan tersangka apabila ditemukan unsur pidana dalam peristiwa tersebut. (ars/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kata Suami Korban Soal Pelaku Pembunuhan dan Perampokan di Indramayu: Tetangga yang Sering Diberi Pekerjaan

Kata Suami Korban Soal Pelaku Pembunuhan dan Perampokan di Indramayu: Tetangga yang Sering Diberi Pekerjaan

Menurut keterangan dari suami korban, terduga pelaku pembunuhan disertai perampokan di Indramayu adalah tetangga yang sering diberikan pekerjaan oleh Komariyah.
Pakar Hukum Bongkar Tiga Syarat Mutlak Penyadapan agar Tidak Dianggap Ilegal

Pakar Hukum Bongkar Tiga Syarat Mutlak Penyadapan agar Tidak Dianggap Ilegal

Kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh penting oleh tiga tersangka, yakni LSP, ASN, dan EH terus menuai sorotan. 
Jokowi Hadir Sebagai Saksi, PN Jaktim Terapkan Aturan Ketat untuk Pengunjung Sidang

Jokowi Hadir Sebagai Saksi, PN Jaktim Terapkan Aturan Ketat untuk Pengunjung Sidang

Pengadilan Negeri Jakarta Timur menerapkan aturan ketat pada sidang agenda pembuktian kasus dugaan ijazah palsu Jokowi, yang digelar hari ini, Kamis (5/11). 
Shin Tae-yong Dikonfirmasi Alami Influenza Tipe A, Tetap Pantau Persija Meski Dirawat di Rumah Sakit

Shin Tae-yong Dikonfirmasi Alami Influenza Tipe A, Tetap Pantau Persija Meski Dirawat di Rumah Sakit

Alasan Shin Tae-yong tak dampingi Persija Jakarta saat away ke PSMS Medan adalah karena sang pelatih terkena Influenza tipe A dan sepekan dirawat di rumah sakit
Temui Presiden Prabowo di Istana, Mualem Bahas Nasib Dana Otsus hingga Bendera Aceh

Temui Presiden Prabowo di Istana, Mualem Bahas Nasib Dana Otsus hingga Bendera Aceh

Presiden Prabowo Subianto menerima kedatangan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/11).
Terpisah 45 Tahun, Nenek Asal Tangerang Rela Temui Mantan Kekasihnya ke Sumedang

Terpisah 45 Tahun, Nenek Asal Tangerang Rela Temui Mantan Kekasihnya ke Sumedang

Seorang nenek asal Tangerang rela jauh-jauh berkunjung ke Sumedang hanya demi menemui mantan kekasihnya yang sudah 45 tahun terpisah gegara restu orang tua.

Trending

Temui Presiden Prabowo di Istana, Mualem Bahas Nasib Dana Otsus hingga Bendera Aceh

Temui Presiden Prabowo di Istana, Mualem Bahas Nasib Dana Otsus hingga Bendera Aceh

Presiden Prabowo Subianto menerima kedatangan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/11).
Hari Ini Jokowi Hadiri Sidang Roy Suryo di PN Jakarta Timur

Hari Ini Jokowi Hadiri Sidang Roy Suryo di PN Jakarta Timur

Kepolisian menyiapkan pengamanan dalam sidang kasus tudingan ijazah palsu Jokowi dengan terdakwa Roy Suryo di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11). 
Deretan Pemenang AMI Awards 2026: dari Idgitaf, Tulus, Cakra Khan hingga Burgerkill

Deretan Pemenang AMI Awards 2026: dari Idgitaf, Tulus, Cakra Khan hingga Burgerkill

Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026 mengumumkan berbagai musik hingga grup musik yang meraih penghargaan dari 67 kategori termasuk 4 kategori tambahan.
Diminta Shin Tae-yong Ucap 'Gue Persija', Egy Maulana Vikri Malu-malu

Diminta Shin Tae-yong Ucap 'Gue Persija', Egy Maulana Vikri Malu-malu

Egy Maulana Vikri tersipu malu ketika Shin Tae-yong memintanya untuk mengucapkan 'Gue Persija' disertai menunjukkan simbol jari jempol telunjuk khas Jakmania.
Menteri Agama Ajak PTKIN Perkuat Riset dan Hilirisasi Teknologi untuk Bangkitkan Kejayaan Ilmu Islam

Menteri Agama Ajak PTKIN Perkuat Riset dan Hilirisasi Teknologi untuk Bangkitkan Kejayaan Ilmu Islam

Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) didorong untuk mengambil peran yang jauh lebih besar dalam pengembangan sains, riset, dan teknologi hilirisasi.
Jokowi Hadir Sebagai Saksi, PN Jaktim Terapkan Aturan Ketat untuk Pengunjung Sidang

Jokowi Hadir Sebagai Saksi, PN Jaktim Terapkan Aturan Ketat untuk Pengunjung Sidang

Pengadilan Negeri Jakarta Timur menerapkan aturan ketat pada sidang agenda pembuktian kasus dugaan ijazah palsu Jokowi, yang digelar hari ini, Kamis (5/11). 
Geger! Orang Tua Ajak Anak Berusia 3 Tahun Naik Bukit Jalur Ekstrim Tanpa Pengaman, Warganet Geram

Geger! Orang Tua Ajak Anak Berusia 3 Tahun Naik Bukit Jalur Ekstrim Tanpa Pengaman, Warganet Geram

Viral di media sosial seorang anak balita berusia 3 tahun di Tenggarong diajak oleh orang tuanya mendaki Bukit Biru yang jalurnya dikenal terjal tanpa pengaman.
Selengkapnya

Viral