News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Naik Vellfire Minta Isi Bensin Subsidi, Penganiaya Pegawai SPBU di Jakarta Timur Ngalor-Ngidul saat Diperiksa Ternyata Positif Ganja dan Sabu

Naik mobil Toyota Vellfire hitam berpelat nomor L-1-XD yang ternyata bodong, penganiaya pegawai SPBU di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur ngalor-ngidul saat diperiksa polisi.
Rabu, 25 Februari 2026 - 07:05 WIB
Pria Ngaku Aparat Diduga Aniaya Petugas SPBU di Cipinang Ditangkap Polisi
Sumber :
  • Instagram @info.jakartatimurr

Jakarta, tvOnenews.com - Naik mobil Toyota Vellfire hitam berpelat nomor L-1-XD yang ternyata bodong, penganiaya pegawai SPBU di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur ngalor-ngidul saat diperiksa polisi.

Pelaku penganiayaan tiga pegawai yang sempat teriak “mobil jenderal” dan “Kapolda” ini ternyata positif mengkonsumsi ganja dan sabu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kapolres Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Polisi Alfian Nurrizal mengatakan hal ini diketahui usai pria berinisial JMH itu menjalani tes urine pascaditangkap.

"Pelaku dinyatakan positif mengonsumsi narkotika jenis sabu dan ganja," ujarnya, Rabu (24/2/2026).

Selain itu, Alfian mengatakan JMH bukanlah seorang anggota Korps Bhayangkara, melainkan seorang wiraswasta.

"Seorang pekerja rental mobil," kata dia. 

Saat kejadian, JMH diketahui ngotot mengisi bensin Pertalite bersubsidi ke mobil mewahnya. 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyebut barcode bensin subsidi miliknya tak sesuai dengan nomor polisi kendaraan. Namun, dia bersikeras ingin mengisi bensin Pertalite. 

"Barcode tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan sehingga pengisian tidak dapat dilakukan sesuai ketentuan," ujar Budi. 

Dia sempat mencatut mobil yang dibawanya adalah milik seorang jenderal. 

"Dia bilang, 'Kamu tahu tidak ini barcode-nya jenderal? Kamu tidak tahu ini barcode jenderal?'. Berkali-kali dia ngomong begitu," ujar Lukman (19), operator SPBU yang jadi korban penganiayaan. 

Lukman menduga pria tersebut oknum aparat karena muncul dari pengakuannya sendiri yang terus menyebut jabatan tinggi kepolisian.

JMH disebut-sebut sering mengatakan hal tersebut saat berdebat soal ketidaksesuaian barcode pembelian BBM jenis Pertalite.

Lukman mengaku kaget saat pelanggan tersebut berulang kali menyebut identitas pejabat tinggi kepolisian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ditambah lagi, pria tersebut membentak petugas hingga membuat suasana di lokasi sempat memanas dan membuat petugas berhati-hati.

"Kita jadi mikir takutnya dia benar aparat atau bawa senjata api. Jadi kita tidak berani melawan," ungkap Lukman. (Foe Peace Simbolon/VIVA/nsi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jakarta Elecrtic PLN Dikalahkan Popsivo Polwan di Final Four Proliga 2026, Kara Bajema Dkk Dinilai Tak Maksimal

Jakarta Elecrtic PLN Dikalahkan Popsivo Polwan di Final Four Proliga 2026, Kara Bajema Dkk Dinilai Tak Maksimal

Jakarta Electric PLN kalah dengan skor 1-3 (21-25, 22-25, 25-17, 19-25) dari Popsivo Polwan pada pertandingan yang berlangsung di GOR Sritex Arena Solo, Jumat 19 April 2026 kemarin.
Rhoma Irama hingga Ikke Nurjanah Ikut Terdampak, Belasan LMK Pertanyakan Kinerja LMKN Terkait Distribusi Royalti

Rhoma Irama hingga Ikke Nurjanah Ikut Terdampak, Belasan LMK Pertanyakan Kinerja LMKN Terkait Distribusi Royalti

Sejumlah lembaga secara kolektif mempertanyakan transparansi distribusi royalti yang dinilai tidak sesuai dengan amanat UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Hari Pertama WFH ASN, LRT Jabodebek Catat Penurunan Pengguna hingga 10 Persen

Hari Pertama WFH ASN, LRT Jabodebek Catat Penurunan Pengguna hingga 10 Persen

Jumlah pengguna LRT Jabodebek alami penurunan 10 persen hari pertama kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).
Pengamat Soroti Potensi Intervensi Opini Publik dalam Kasus Chromebook Nadiem, Narasi Pembelaan di Medsos Dinilai Tak Etis

Pengamat Soroti Potensi Intervensi Opini Publik dalam Kasus Chromebook Nadiem, Narasi Pembelaan di Medsos Dinilai Tak Etis

Pengamat hukum Fajar Trio menilai maraknya konten yang seolah mengambil peran sebagai hakim di luar persidangan kasus Nadiem menjadi fenomena yang perlu diwaspadai.
Link Live Streaming Final Four Proliga 2026, 10 April: Ada Big Match! Gresik Phonska Plus Tantang Popsivo Polwan

Link Live Streaming Final Four Proliga 2026, 10 April: Ada Big Match! Gresik Phonska Plus Tantang Popsivo Polwan

Link Live Streaming Final Four Proliga 2026 Sabtu 11 April menjadi laga perdana putaran kedua Proliga 2026 dimulai dengan dua laga di sektor putri dan putra.
Prabowo Mundur Jadi Ketum PB IPSI, Mau Fokus Jadi Presiden: Emban Tugas Kebangsaan Menyita Banyak Waktu

Prabowo Mundur Jadi Ketum PB IPSI, Mau Fokus Jadi Presiden: Emban Tugas Kebangsaan Menyita Banyak Waktu

Presiden Prabowo Subianto resmi menyatakan tidak akan melanjutkan jabatannya sebagai Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) karena ingin fokus.

Trending

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April yang menjadi laga perdana di putaran kedua dengan menyuguhkan dua pertandingan dari sektor putri dan putra .
Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Tensi tinggi menyelimuti gelaran ASEAN Futsal Championship 2026 jelang laga semifinal yang mempertemukan Timnas Futsal Indonesia melawan Vietnam. Menariknya ...
Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Wiljan Pluim bercerita bahwa pihak klub dan PSSI sempat mendesaknya beralih status jadi WNI karena syarat tinggal selama 5 tahun di Indonesia sudah terpenuhi.
Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dedi Mulyadi dan Krisantus Kurniawan jadi sorotan usai pernyataan viral. Intip data LHKPN terbaru dan rincian aset keduanya.
Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN CUp 2026, Peluang Jadi Pemenang Terbuka Lebar!

Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN CUp 2026, Peluang Jadi Pemenang Terbuka Lebar!

Berbeda dengan Piala AFF, FIFA ASEAN Cup yang dijadwalkan berlangsung pada September dan Oktober 2026, menawarkan keuntungan strategis yang sulit diabaikan.
Terpopuler Trend: Dedi Mulyadi Mendadak Minta Maaf, Warga Jabar Serbu Medsos Samsat, hingga Bung Ropan Curigai PSSI

Terpopuler Trend: Dedi Mulyadi Mendadak Minta Maaf, Warga Jabar Serbu Medsos Samsat, hingga Bung Ropan Curigai PSSI

Dedi Mulyadi minta maaf ke warga Jabar, Samsat diserbu warganet usai tak sesuai kebijakan, hingga Bung Ropan curigai PSSI incar striker keturunan ini.
Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Nasib kurang beruntung tengah dialami kiper utama Timnas Indonesia Maarten Paes. Meski kini bermain untuk raksasa Eredivisie Ajax Amsterdam Paes justru menjadi
Selengkapnya

Viral