GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pernyataan Keras Koorbid Sospol BEM UI Jelang Demo di Mabes Polri: Kami Datang untuk Melawan Ketakutan

BEM UI menggelar demo di Mabes Polri. Koordinator Sospol Muhammad Hafidz menegaskan, diam terhadap kekerasan aparat hanya akan menormalisasi ketidakadilan.
Jumat, 27 Februari 2026 - 15:00 WIB
Mahasiswa BEM UI dan UIN Jakarta demo depan Gedung DPR, Selasa (9/9/2025)
Sumber :
  • Khaerul Izan-Antara

Jakarta, tvOnenews.com — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia menyatakan sikap tegas menjelang aksi demonstrasi yang digelar hari ini di depan Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri), Jakarta Selatan. Koordinator Bidang Sosial Politik Muhammad Hafidz Haernanda menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar unjuk rasa simbolik, melainkan bentuk perlawanan terhadap apa yang mereka sebut sebagai kekerasan aparat terhadap warga sipil.

“Kami akan di sana sore ini. Pukul 14.00 WIB titik kumpul di sekitar Mabes Polri,” ujar Hafidz saat dikonfirmasi, Jumat (27/2/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa BEM UI tetap melanjutkan aksi meski pengamanan ketat telah disiapkan aparat kepolisian. Bagi Hafidz dan rekan-rekannya, turun ke jalan adalah pilihan yang tak terelakkan di tengah meningkatnya keresahan publik terhadap perilaku represif aparat.

Dipicu Kematian Siswa 14 Tahun di Maluku Tenggara

Aksi BEM UI hari ini dipicu oleh meninggalnya seorang siswa berusia 14 tahun, Arianto Tawakal, di Tual, Maluku Tenggara. Korban diduga meninggal dunia setelah dianiaya oleh oknum anggota Brimob berinisial Bripda MS pada Kamis (19/2/2026).

Bagi Hafidz, kasus tersebut bukan peristiwa tunggal. Ia menilai kematian Arianto merupakan bagian dari pola kekerasan yang terus berulang dan tidak ditangani secara serius oleh institusi kepolisian.

“Tindakan represif aparat terhadap masyarakat sipil tidak bisa lagi ditoleransi, terlebih ketika korban terus bertambah,” kata Hafidz.

“Algojo Berseragam”, Kritik Keras untuk Institusi

Dalam pernyataannya, Hafidz melontarkan kritik tajam terhadap institusi kepolisian. Ia menyebut aparat yang seharusnya melindungi justru berubah menjadi ancaman bagi masyarakat.

“Institusi yang semestinya melindungi berubah menjadi algojo berseragam, meremukkan harkat dan martabat warga sipil satu per satu,” ujarnya.

Menurut Hafidz, jika praktik kekerasan ini dibiarkan tanpa perlawanan publik, maka kekejaman akan semakin merajalela. Ia menegaskan bahwa diam berarti membiarkan ketidakadilan terus berulang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kalau tidak ada suara perlawanan, keadilan akan terkubur,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa aksi hari ini tidak hanya ditujukan untuk satu kasus, tetapi juga sebagai kritik menyeluruh terhadap arah dan wajah penegakan hukum di Indonesia.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Viral di Media Sosial, Kisah Haru Tiga Difabel Diterima Kerja di Bandung hingga Kabarin Tukang Warung

Viral di Media Sosial, Kisah Haru Tiga Difabel Diterima Kerja di Bandung hingga Kabarin Tukang Warung

Viral kisah haru datang dari Kota Bandung. Dua wanita kembar penyandang disabilitas Hasna dan Adel meluapkan kebahagiaan saat dinyatakan diterima bekerja...
Alih-alih Minder soal Persaingan di Ajax, Maarten Paes Bilang Begini Terkait Posisinya

Alih-alih Minder soal Persaingan di Ajax, Maarten Paes Bilang Begini Terkait Posisinya

Kiper andalan Timnas Indonesia Maarten Paes akhirnya mencatatkan debut resminya bersama Ajax usai didatangkan pada awal bulan ini. Kesempatan itu datang saat ..
Setahun Menakhodai Maluku Utara, Apa Saja yang Telah Dilakukan Gubernur Sherly Tjoanda?

Setahun Menakhodai Maluku Utara, Apa Saja yang Telah Dilakukan Gubernur Sherly Tjoanda?

Genap setahun menjabat, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda bagikan refleksi kinerja dan capaian pembangunan dari pendidikan hingga infrastruktur.
Kasus Viral Pria Tendang Pacar di Bandung Disebut Selesai usai Mediasi, Korban Klarifikasi Uang Rp50 Juta

Kasus Viral Pria Tendang Pacar di Bandung Disebut Selesai usai Mediasi, Korban Klarifikasi Uang Rp50 Juta

JS, korban dalam kasus viral pria tendang pacar di Cibangkong, Batununggal, Kota Bandung meluruskan pernyataan terkait uang Rp50 juta dibayar saat mediasi.
Sekalipun Suami Rajin Shalat kalau Sepelekan hal ini Bisa Merusak Rumah Tangga, Kata Buya Yahya: Ada yang Salah

Sekalipun Suami Rajin Shalat kalau Sepelekan hal ini Bisa Merusak Rumah Tangga, Kata Buya Yahya: Ada yang Salah

Ada satu kebiasaan buruk suami yang jarang diketahui bisa merusak rumah tangga, sekalipun rajin ibadah
Kepala Sekolah dan Dua Bendahara Dana Bos serta SPP SMK Negeri Kundur Karimun Terjerat Kasus Korupsi

Kepala Sekolah dan Dua Bendahara Dana Bos serta SPP SMK Negeri Kundur Karimun Terjerat Kasus Korupsi

Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Cabang Kejaksaan Negeri Karimun di Tanjung Batu menetapkan 3 (tiga) orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana

Trending

Menantu Perkosa Ibu Mertua Jelang Waktu Sahur Ternyata Hanya Selisih 5 Tahun, Pengakuannya Mengejutkan

Menantu Perkosa Ibu Mertua Jelang Waktu Sahur Ternyata Hanya Selisih 5 Tahun, Pengakuannya Mengejutkan

Seorang menantu berani rudapaksa ibu mertua di Kecamatan Palangga, Gowa, Sulawesi Selatan menjelang waktu sahur. Ternyata usianya hanya selisih 5 tahun saja...
Update Pengganti Thom Haye di Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026, John Herdman Pilih Eks Kapten Timnas Belanda?

Update Pengganti Thom Haye di Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026, John Herdman Pilih Eks Kapten Timnas Belanda?

Absennya Thom Haye jelang FIFA Series 2026 memicu spekulasi. John Herdman menyiapkan lima kandidat pengganti di lini tengah Timnas Indonesia,
BEM UI Kepung Mabes Polri Siang Ini, Masyarakat Diminta Hindari Jalan Trunojoyo! Pengalihan Arus Situasional

BEM UI Kepung Mabes Polri Siang Ini, Masyarakat Diminta Hindari Jalan Trunojoyo! Pengalihan Arus Situasional

Menurut dia, aksi penyampaian pendapat merupakan hak yang dijamin undang-undang dan wajib difasilitasi.
John Herdman Diguyur Kabar Gembira Jelang FIFA Series 2026: Nomor 3, Timnas Indonesia Berpotensi Diperkuat Pemain Naturalisasi Baru

John Herdman Diguyur Kabar Gembira Jelang FIFA Series 2026: Nomor 3, Timnas Indonesia Berpotensi Diperkuat Pemain Naturalisasi Baru

Timnas Indonesia mendapat kabar baik jelang FIFA Series. Pengganti Thom Haye siap, pemain lokal tampil impresif, serta peluang naturalisasi memperkuat skuad.
Thom Haye Dicoret, Ini 4 Pemain Persib Bandung yang Layak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Thom Haye Dicoret, Ini 4 Pemain Persib Bandung yang Layak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Empat pemain Persib Bandung tampil gemilang dan dinilai layak dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026, sementara Thom Haye dipastikan absen akibat sanksi FIFA.
Top 3 Timnas Indonesia: Kabar Bahagia untuk John Herdman, Update Pengganti Thom Haye, dan Bintang Jerman Berdarah Kebumen Eligible Dinaturalisasi

Top 3 Timnas Indonesia: Kabar Bahagia untuk John Herdman, Update Pengganti Thom Haye, dan Bintang Jerman Berdarah Kebumen Eligible Dinaturalisasi

Inilah rangkuman tiga berita terpopuler seputar Timnas Indonesia yang palling banyak dibaca dan menjadi piliha redaksi tvOnenews.com. Baca selengkapnya di sini.
Masuk Radar Juventus, Emil Audero Berpeluang Geser Kiper Utama Ikuti Skenario Maarten Paes di Ajax

Masuk Radar Juventus, Emil Audero Berpeluang Geser Kiper Utama Ikuti Skenario Maarten Paes di Ajax

Juventus tengah bersiap melakukan revolusi di sektor penjaga gawang, dan nama Emil Audero tiba-tiba mencuat ke permukaan. Bisa senasib seperti Maarten Paes?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT