Media AS Buka-bukaan Soal IKN: Kota Masa Depan yang Masih Sepi dan Penuh Tanda Tanya
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Sorotan dunia internasional kembali tertuju pada proyek pemindahan ibu kota Indonesia. Kali ini, media Amerika Serikat mengangkat kondisi terbaru Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan sudut pandang langsung dari lapangan. Laporan tersebut menggambarkan kontras tajam antara visi besar Indonesia dan realitas pembangunan yang masih berjalan perlahan.
Dalam laporan yang disiarkan NPR, jurnalis Katerina Barton menceritakan pengalamannya berdiri di kawasan inti pemerintahan IKN. Dari lokasi yang dikelilingi hutan Kalimantan, Barton menjelaskan bagaimana Indonesia berupaya membangun ibu kota baru dari nol untuk menggantikan Jakarta yang kian terbebani masalah lingkungan dan kepadatan penduduk.
“Di belakang saya adalah istana kepresidenan di ibu kota futuristik baru Indonesia. Namanya Nusantara, dan kota ini dibangun di tengah hutan Kalimantan untuk menggantikan Jakarta yang terlalu padat, tercemar, dan terus tenggelam akibat kenaikan permukaan laut,” ujar Barton, dikutip Sabtu (28/2/2026).
Alasan Besar di Balik Pemindahan Ibu Kota
Laporan tersebut kembali menegaskan alasan utama pemerintah Indonesia memindahkan pusat pemerintahan. Jakarta dinilai tidak lagi ideal sebagai ibu kota negara karena beban populasi, polusi, kemacetan kronis, serta ancaman penurunan muka tanah dan kenaikan permukaan laut.
Pada 2019, pemerintah Indonesia mengumumkan rencana ambisius membangun ibu kota baru di Kalimantan. Proyek ini sejak awal dipromosikan bukan sekadar relokasi gedung pemerintahan, melainkan pembangunan kota masa depan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
IKN dirancang sebagai kota hijau futuristik, dengan energi terbarukan, transportasi modern, teknologi digital terintegrasi, serta ruang terbuka hijau yang luas. Konsep ini diharapkan menjadi simbol transformasi Indonesia menuju negara maju.
Progres Lambat dan Tantangan Nyata
Namun, laporan NPR juga menyoroti bahwa perjalanan menuju visi besar tersebut tidak berjalan mulus. Barton mencatat bahwa kemajuan pembangunan IKN masih tergolong lambat dibandingkan target awal pemerintah.
“Nusantara dipromosikan sebagai kota hijau futuristik dengan teknologi canggih, tetapi kemajuannya berjalan lambat. Tantangan logistik, pendanaan, dan pergantian presiden membuat jadwal pembangunan mundur,” ungkapnya.
Saat ini, menurut laporan tersebut, baru sebagian kecil kawasan yang benar-benar selesai. Pembangunan masih terfokus pada gedung-gedung pemerintahan inti dan hunian aparatur sipil negara. Populasi yang tinggal dan bekerja di IKN pun masih sangat terbatas.
Load more