Soal Perang di Timur Tengah Memanas, DPR Ingatkan Hal Penting Ini ke Pemerintahan Indonesia
- Kolase tvOnenews.com/ Instagram @tresnanyyy
Jakarta, tvOnenews.com - Soal perang di Timur Tengah memanas menuai komentar dari Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono. Dalam situasi tersebut, ia mengingatkan hal penting ke pemerintahan Indonesia.
Namun, ia juga menyatakan keprihatinan atas eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah seiring tewasnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan gabungan AS dan Israel.
Maka dari itu, Dave mendorong pemerintah RI segera mengambil langkah konkret.
"Penting bagi pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah konkret, antara lain memperkuat komunikasi diplomatik dengan negara-negara sahabat, mengintensifkan koordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kerja Sama Islam," jelas Dave kepada wartawan, Senin (2/3/2026).
Bahkan di juga menegaskan, pemerintah perlu menyiapkan skema perlindungan bagi para WNI yang ada di wilayah konflik.
Pemerintah RI, sambungnya, juga perlu melindungi kepentingan nasional.
"Serta menyiapkan mekanisme perlindungan bagi Warga Negara Indonesia yang berada di wilayah terdampak. Upaya ini harus dipandang sebagai bagian dari komitmen Indonesia untuk menjaga perdamaian dunia sekaligus melindungi kepentingan nasional," bebernya.
Lebih lanjut, Dave mendorong pemerintah RI melakukan koordinasi di tingkat kementerian secara efektif untuk menghadapi kemungkinan meluasnya konflik.
Dia menekankan upaya perlindungan terhadap WNI harus menjadi prioritas bagi pemerintah.
"Perlindungan terhadap Warga Negara Indonesia di wilayah terdampak wajib ditempatkan sebagai prioritas utama melalui langkah-langkah evakuasi, komunikasi intensif, serta penguatan jaringan diplomatik di negara-negara terkait," ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Dave meminta pemerintah menjalankan langkah diplomasi dengan kehati-hatian dan sesuai prinsip bebas dan aktif. Dia berharap pemerintah mampu menunjukkan komitmen nyata terhadap perdamaian dunia.
"Komisi I DPR RI menegaskan bahwa seluruh langkah diplomasi dan antisipasi yang dijalankan pemerintah harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian, konsistensi, serta berlandaskan pada prinsip politik luar negeri bebas aktif. Indonesia diharapkan mampu memainkan peran konstruktif dalam meredakan ketegangan, menjaga kepentingan nasional, sekaligus menunjukkan komitmen nyata terhadap perdamaian dunia," pungkasnya. (aag)
Load more