Timur Tengah Mencekam, Begini Nasib 58 Ribu Jemaah Umroh Indonesia yang Tertahan di Arab Saudi
- tim tvOne/Rusdy Muslim
Jakarta, tvOnenews.com - Gangguan jadwal penerbangan akibat memanasnya situasi di kawasan Timur Tengah berimbas pada perjalanan umroh jemaah Indonesia. Ribuan jemaah terdampak penundaan keberangkatan maupun kepulangan, termasuk 58.873 orang yang saat ini masih berada di Arab Saudi.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah, Puji Raharjo, memastikan pemerintah terus memantau perkembangan situasi secara berkala.
"Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini," ujar Puji Raharjo dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).
Menurut dia, aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam mengambil keputusan. Karena itu, pihaknya tidak akan memaksakan perjalanan apabila dinilai berisiko bagi jamaah.
"Kemenhaj terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia tetap menjadi prioritas utama," kata Puji.
Koordinasi dilakukan bersama Kantor Urusan Haji, KJRI Jeddah, dan KBRI Riyadh guna merespons setiap perubahan kondisi di lapangan.
Pemerintah juga mengingatkan keluarga jemaah agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Setiap pembaruan terkait jadwal penerbangan maupun kebijakan lain akan diumumkan melalui saluran resmi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau biro perjalanan masing-masing.
Sejauh ini, kondisi jemaah Indonesia di Arab Saudi dilaporkan tetap terkendali, meskipun terdapat penyesuaian jadwal penerbangan akibat penutupan dan pengalihan rute udara di wilayah konflik. (nba)
Load more