Rocky Gerung Bela Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP yang Pamer Paspor Inggris: Bisa Saja Anaknya Kelak Lebih Patriotis dari Menteri
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat politik Rocky Gerung ikut bersuara terkait kontroversi yang melibatkan alumni LPDP, Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas, setelah unggahannya yang memperlihat paspor Inggris milik sang anak. Dalam postingan itu, ia menyebut bahwa anaknya sudah berubah menjadi warga negara Inggris.
Dalam tayangan di kanal YouTube pribadinya, Rocky Gerung mengingatkan agar publik tidak tergesa-gesa memberi cap negatif hanya karena pilihan kewarganegaraan seseorang. Menurutnya, rasa cinta Tanah Air tak melulu ditentukan oleh warna paspor atau domisili.
Ia mencontohkan kemungkinan di masa depan, ketika anak Dwi Sasetyaningtyas justru mengambil peran membantu Indonesia lewat jejaring global.
Rocky Gerung menyebut, bukan tidak mungkin yang bersangkutan terlibat dalam organisasi kemanusiaan lintas negara seperti Greenpeace dan menggalang dukungan internasional saat Indonesia dilanda bencana.
"Bayangkan si anak tadi, yang Warga Negara Inggris ada bencana di Indonesia terus dia kumpulkan teman-temannya se-Eropa itu untuk datang ke Indonesia dan membantu Indonesia. Bukankah dia lebih patriotis?" ujarnya.
Ia bahkan membandingkan skenario tersebut dengan kinerja pejabat yang dinilai belum optimal dalam menangani persoalan kebencanaan.
"Bukan kah dia lebih patriotis, ketimbang menteri-menteri yang sampai sekarang enggak tahu cara menyelesaikan bencana. Kan itu intinya kan," katanya.
Selain itu, Rocky juga mengemukakan ilustrasi lain. Ia membayangkan jika anak Dwi Sasetyaningtyas kelak aktif menyuarakan isu lingkungan di forum global dan melancarkan kritik terhadap praktik perusakan alam di Tanah Air.
"Atau, dia bergabung dengan Greenpeace lalu mulai bikin protes, terhadap perusakan lingkungan di Indonesia," ucapnya.
Bagi Rocky, status kewarganegaraan tidak otomatis mencerminkan tingkat kepedulian terhadap Indonesia. Ia menilai keputusan hidup seseorang kerap dilandasi beragam pertimbangan yang tak bisa disederhanakan.
"Suatu waktu itu kita akan sesali nanti. Kenapa? Karena pilihan hari ini bukan diikat oleh semacam ketidakpedulian pada Indonesia, tapi mungkin menghindar sebentar dari ketidakpedulian itu supaya bisa punya refleksi. Jadi kita mesti selalu hati-hati tuh," jelasnya.
Ia juga menegaskan persoalan beasiswa LPDP dan kewajiban kembali ke Indonesia bukan perkara hitam-putih. Menurutnya, ada dinamika kompleks yang melatarbelakangi pilihan sebagian penerima beasiswa.
" Jadi enggak ada yang penting sebetulnya mempersoalkan mereka yang merasa belum layak pulang ke Indonesia karena mungkin pertimbangan mereka pulang jadi ASN tapi uangnya kurang," ujar Rocky Gerung.
"Jadi begitu kompleks sebetulnya LPDP ini. Jadi jangan dinyatakan bahwa yang tidak pulang itu tidak patriotik," sambung dia.
Sebelumnya, nama Dwi Sasetyaningtyas menjadi sorotan setelah mengunggah video di media sosial yang menampilkan dokumen resmi dari otoritas Inggris terkait status kewarganegaraan anak keduanya sebagai warga negara Inggris.
“I know the world seems unfair. Tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," ujar Dwi Sasetyaningtyas dalam video tersebut.
Pernyataan itu memancing reaksi beragam warganet. Sebagian pihak mempertanyakan etika penyampaian pesan tersebut, mengingat Dwi Sasetyaningtyas merupakan penerima beasiswa LPDP yang bersumber dari dana publik.
Di luar polemik tersebut, Dwi Sasetyaningtyas diketahui merupakan lulusan Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia menempuh studi magister bidang Sustainable Energy Technology di Delft University of Technology, Belanda, dengan dukungan LPDP pada 2015 dan menyelesaikannya dua tahun kemudian.
Selama menjalani masa pengabdian di Indonesia pada 2017 hingga 2023, ia terlibat dalam sejumlah inisiatif sosial, mulai dari penanaman ribuan mangrove di wilayah pesisir, pemberdayaan ekonomi perempuan, partisipasi dalam penanganan bencana di Sumatera, hingga pembangunan sekolah di Nusa Tenggara Timur. (nba)
Load more