News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rocky Gerung Bela Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP yang Pamer Paspor Inggris: Bisa Saja Anaknya Kelak Lebih Patriotis dari Menteri

Ia mencontohkan kemungkinan di masa depan, ketika anak Dwi Sasetyaningtyas justru mengambil peran membantu Indonesia lewat jejaring global. 
Selasa, 3 Maret 2026 - 13:00 WIB
Dwi Sasetyaningtyas dan Rocky Gerung
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat politik Rocky Gerung ikut bersuara terkait kontroversi yang melibatkan alumni LPDP, Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas, setelah unggahannya yang memperlihat paspor Inggris milik sang anak. Dalam postingan itu, ia menyebut bahwa anaknya sudah berubah menjadi warga negara Inggris. 

Dalam tayangan di kanal YouTube pribadinya, Rocky Gerung mengingatkan agar publik tidak tergesa-gesa memberi cap negatif hanya karena pilihan kewarganegaraan seseorang. Menurutnya, rasa cinta Tanah Air tak melulu ditentukan oleh warna paspor atau domisili.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mencontohkan kemungkinan di masa depan, ketika anak Dwi Sasetyaningtyas justru mengambil peran membantu Indonesia lewat jejaring global. 

Rocky Gerung menyebut, bukan tidak mungkin yang bersangkutan terlibat dalam organisasi kemanusiaan lintas negara seperti Greenpeace dan menggalang dukungan internasional saat Indonesia dilanda bencana.

"Bayangkan si anak tadi, yang Warga Negara Inggris ada bencana di Indonesia terus dia kumpulkan teman-temannya se-Eropa itu untuk datang ke Indonesia dan membantu Indonesia. Bukankah dia lebih patriotis?" ujarnya.

Ia bahkan membandingkan skenario tersebut dengan kinerja pejabat yang dinilai belum optimal dalam menangani persoalan kebencanaan. 

"Bukan kah dia lebih patriotis, ketimbang menteri-menteri yang sampai sekarang enggak tahu cara menyelesaikan bencana. Kan itu intinya kan," katanya.

Selain itu, Rocky juga mengemukakan ilustrasi lain. Ia membayangkan jika anak Dwi Sasetyaningtyas kelak aktif menyuarakan isu lingkungan di forum global dan melancarkan kritik terhadap praktik perusakan alam di Tanah Air. 

"Atau, dia bergabung dengan Greenpeace lalu mulai bikin protes, terhadap perusakan lingkungan di Indonesia," ucapnya.

Bagi Rocky, status kewarganegaraan tidak otomatis mencerminkan tingkat kepedulian terhadap Indonesia. Ia menilai keputusan hidup seseorang kerap dilandasi beragam pertimbangan yang tak bisa disederhanakan.

"Suatu waktu itu kita akan sesali nanti. Kenapa? Karena pilihan hari ini bukan diikat oleh semacam ketidakpedulian pada Indonesia, tapi mungkin menghindar sebentar dari ketidakpedulian itu supaya bisa punya refleksi. Jadi kita mesti selalu hati-hati tuh," jelasnya.

Ia juga menegaskan persoalan beasiswa LPDP dan kewajiban kembali ke Indonesia bukan perkara hitam-putih. Menurutnya, ada dinamika kompleks yang melatarbelakangi pilihan sebagian penerima beasiswa.

" Jadi enggak ada yang penting sebetulnya mempersoalkan mereka yang merasa belum layak pulang ke Indonesia karena mungkin pertimbangan mereka pulang jadi ASN tapi uangnya kurang," ujar Rocky Gerung.

"Jadi begitu kompleks sebetulnya LPDP ini. Jadi jangan dinyatakan bahwa yang tidak pulang itu tidak patriotik," sambung dia. 

Sebelumnya, nama Dwi Sasetyaningtyas menjadi sorotan setelah mengunggah video di media sosial yang menampilkan dokumen resmi dari otoritas Inggris terkait status kewarganegaraan anak keduanya sebagai  warga negara Inggris. 

“I know the world seems unfair. Tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," ujar Dwi Sasetyaningtyas dalam video tersebut.

Pernyataan itu memancing reaksi beragam warganet. Sebagian pihak mempertanyakan etika penyampaian pesan tersebut, mengingat Dwi Sasetyaningtyas merupakan penerima beasiswa LPDP yang bersumber dari dana publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di luar polemik tersebut, Dwi Sasetyaningtyas diketahui merupakan lulusan Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia menempuh studi magister bidang Sustainable Energy Technology di Delft University of Technology, Belanda, dengan dukungan LPDP pada 2015 dan menyelesaikannya dua tahun kemudian.

Selama menjalani masa pengabdian di Indonesia pada 2017 hingga 2023, ia terlibat dalam sejumlah inisiatif sosial, mulai dari penanaman ribuan mangrove di wilayah pesisir, pemberdayaan ekonomi perempuan, partisipasi dalam penanganan bencana di Sumatera, hingga pembangunan sekolah di Nusa Tenggara Timur. (nba)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ditemukan Rekening Penampung, KPK Dalami Dugaan Setoran dari Sejumlah Kantah ke Kanwil BPN Jawa Timur

Ditemukan Rekening Penampung, KPK Dalami Dugaan Setoran dari Sejumlah Kantah ke Kanwil BPN Jawa Timur

KPK mendalami soal dugaan setoran-setoran yang dilakukan sejumlah Kantor Pertanahan ke Kantor Wilayah BPN Jawa Timur.
Rekap Hasil UEFA Nations League A, Selasa (29/09/2026): Italia Pesta Gol, Prancis Belum Terkalahkan

Rekap Hasil UEFA Nations League A, Selasa (29/09/2026): Italia Pesta Gol, Prancis Belum Terkalahkan

Italia meraih kemenangan meyakinkan atas Turkiye pada matchday kedua UEFA Nations League A Grup 1 2026/27. Ini jadi kemenangan perdana pelatih Roberto Mancini.
Oknum Guru Bergelar "Ustaz" di Sekolah Internasional Serpong Diduga Lecehkan Siswi, Terjadi saat Korban Kelas 4 SD hingga 1 SMP

Oknum Guru Bergelar "Ustaz" di Sekolah Internasional Serpong Diduga Lecehkan Siswi, Terjadi saat Korban Kelas 4 SD hingga 1 SMP

Seorang oknum guru bergelar ustaz di salah satu sekolah internasional di Serpong, Tangerang Selatan, diduga melakukan pelecehan terhadap seorang siswi. Ini kata polisi.
Padahal Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Bek Malaysia Bangga Bisa Tahan Imbang Skuad Garuda: Sulit Tundukkan Garuda

Padahal Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Bek Malaysia Bangga Bisa Tahan Imbang Skuad Garuda: Sulit Tundukkan Garuda

Bek Timnas Malaysia, Dion Cools, tetap bangga meski Harimau Malaya gagal menang atas Timnas Indonesia dalam lanjutan FIFA ASEAN Cup 2026.
172 Peserta PPDS Unair Mual, Muntah hingga Pusing Usai Ikuti Pradik, Sampel Makanan Diperiksa

172 Peserta PPDS Unair Mual, Muntah hingga Pusing Usai Ikuti Pradik, Sampel Makanan Diperiksa

172 Peserta PPDS Unair mengalami mual, muntah hingga pusing setelah mengikuti kegiatan pra-pendidikan di RSUD Dr. Soetomo pada Senin (28/9/2026).
Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Ketum PSSI Erick Thohir meminta Timnas Indonesia alihkan fokus setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Skuad Garuda diminta bangkit demi tiket ke final.

Trending

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Timnas Indonesia Dapat Apresiasi Meski Gagal Menang, Pelatih Malaysia Sampai Terpukau dan Lempar Pujian Buat Garuda: Sangat Kuat

Timnas Indonesia Dapat Apresiasi Meski Gagal Menang, Pelatih Malaysia Sampai Terpukau dan Lempar Pujian Buat Garuda: Sangat Kuat

Timnas Indonesia gagal menang atas Malaysia, tetapi kokohnya pertahanan Garuda membuat Tan Cheng Hoe terpukau hingga melontarkan pujian usai laga.
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Selengkapnya

Viral