Soal Fenomena Manusia Gerobak saat Ramadan, Pramono Minta Satpol PP Tindak Tegas Pengemis
- dok. Pemprov DKI Jakarta
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyoroti soal fenomena ‘manusia gerobak’ di sejumlah trotoar Jakarta selama bulan Ramadan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan pihaknya telah melakukan penertiban trotoar di Jakarta, termasuk ‘manusia gerobak’ serta pengemis.
Menurut Pramono, kondisi trotoar Jakarta saat ini sudah lebih tertib dibandingkan sebelumnya.
“Kami sudah melakukan penertiban termasuk yang disebut dengan 'manusia gerobak'. Dan Alhamdulillah sekarang ini praktis di jalanan tidak seperti biasanya,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Meski demikian, dia mengatakan akan tetap meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menindak tegas manusia gerobak maupun pengemis yang ada di Jakarta.
“Kebetulan hari ini juga dilantik fungsional Satpol PP yang mayoritas, kami akan meminta mereka untuk mengambil tindakan tegas terhadap tindakan para pengemis yang ada di Jakarta. Karena itu tidak mencerminkan sebagai kota global,” tegasnya.
Di sisi lain, Pramono menuturkan Pemprov DKI juga berupaya membuka akses lapangan pekerjaan bagi warga Jakarta.
“Tetapi apa pun sebagai pemerintahan, kami tentunya ingin bisa semua orang di Jakarta mempunyai kesempatan untuk bekerja,” ungkapnya.
Salah satunya adalah melonggarkan persyaratan pendidikan untuk Pekerja Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PJLP), termasuk pasukan oranye, dari sebelumnya minimal lulusan SMA menjadi cukup lulusan SD.
“Jadi ruang kerja itu harus adil dibuka juga untuk misalnya PJLP yang dulu syaratnya untuk 'pasukan oranye' itu kan SMA, sekarang syaratnya SD saja cukup,” kata Pramono.
“Itu salah satu terobosan yang kami lakukan untuk memberikan kesempatan semua orang bisa bekerja di Jakarta,” pungkasnya.(saa/raa)
Load more