BGN: MBG Dapat Jadi Modal Dasar Kemajuan SDM Indonesia
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya memastikan manfaat penting program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.
"Bagaimana kita mau menghasilkan anak didik yang baik apabila mereka gizi nya kurang, jadi menurut saya itu adalah yang paling mendasar disana, sebelum mereka berkembang diisi otaknya dengan ilmu pengetahuan, gizi nya dulu harus bagus," ujar Sony dalam keterangannya di Jakarta. Kamis (5/3/2026).
Ia menyebutkan apabila para pelajar dalam kondisi kurang gizi, maka akan kurang optimal atau kurang konsentrasi bagaimana saat mendapatkan ilmu atau mata pelajaran di sekolah.
Dia memaparkan program MBG secara tidak langsung sudah membuat masyarakat untuk lebih peduli akan kesehatan dan gizi yang diperoleh dalam sebuah porsi makanan.
"Yang jelas saya bandingkan dengan masa kecil saya, yang rata-rata kita tidak pernah berbicara makanan nya apa yang penting masuk ke dalam perut," katanya.
Tapi kehadiran program MBG dijelaskan Sony telah merubah mindset anak-anak dari Aceh sampai Papua dari desa sampai di kota metropolitan.
"Pagi-pagi yang dilihat makanan bergizi seimbang, mereka melihat karbohidrat nya apa, protein nya apa, seratnya apa, vitaminnya apa, padahal dulu itu tidak pernah dibicarakan, sekarang semua orang membicarakan," jelas Sony.
"Artinya apa, ada perubahan mindset, ini yang harus terus menerus gelorakan, dengan mendukung program MBG ini, karena perubahan mindset ini menjadi modal dasar bagi generasi kita kedepannya," sambungnya.
Sementara, Tenaga Ahli Utama Badan Gizi Nasional (BGN), Florencio Mario Vieira dalam kegiatan podcast bersama pelajar SMPN 229 Kebon Jeruk menjawab pertanyaan tentang anggaran MBG yang disebut-sebut mengurangi anggaran pendidikan nasional.
"Tidak ada anggaran pendidikan yang berkurang. Kalau anggaran pemerintah dari tahun ke tahun tetapÂ
Tidak ada pemotongan anggaran di lingkungan sekolah. Kalau ada pengurangan maka dana BOS tidak ada. Justru anggaran untuk pendidikan dari tahun ke tahun meningkat, bahkan tahun 2026 meningkat 20-26 persen. Program jalan dari pemerintahan ke pemerintahan tetap berjalan bahkan ditambah," ujar Florencio.
Load more