News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Regulasi Pembatasan Kadar Tar dan Nikotin Bikin Petani Tembakau Menjerit, Produksi Terancam Turun

Sejumlah petani tembakau khawatir dengan adanya regulasi pembatasan kadar tar dan nikotin. Pembatasan itu= berdampak menurunnya produksi dan serapan tembakau.
Kamis, 5 Maret 2026 - 20:06 WIB
Asosiasi petani tembakau keberatan terkait regulasi pembatasan kadar tar dan nikotin.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Sejumlah petani tembakau mengaku khawatir dengan adanya regulasi pembatasan kadar tar dan nikotin.

Kekhawatiran itu salah satunya disampaikan oleh Sekjen DPN Asosiasi Petani Tembakau Nasional Indonesia (APTI), Muhdi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menyebut pembatasan kadar tar dan nikotin akan berdampak terhadap menurunnya produksi dan serapan tembakau.

“Tantangan kami, petani tembakau adalah anomali iklim dan regulasi. Ini penyebab penurunan produksi dan turunnya serapan. Ini kegagalan yang sangat mengkhawatirkan bagi petani,” kata Muhdi kepada wartawan, Kamis (5/3/2026).

“Pembatasan kadar tar dan nikotin, 90 persen tembakau kita mau dikemanakan? Mana ada teknologi yang bisa secepat kilat mengubah kadar nikotin tembakau kita? Terus bagaimana dampaknya ke petani? 90 persen varietas tembakau lokal mati, kiamat bagi petaninya,“ katanya. 

Muhdi menjelaskan bahwa tembakau adalah komoditas strategis yang nilai ekonomisnya sangat tinggi.

Dia mengungkap tembakau terbukti menghidupkan perputaran kebutuhan masyarakat di daerah seperti Madura, Temanggung, Lamongan, Jember dan lainnya.

“Pemerintah harus fair, padahal kita belum ratifikasi FCTC, tapi aturannya sangat menyakiti dan mematikan petani. Seperti memaksakan pembatasan kadar tar dan nikotin,” ujar Muhdi.

Menurut Muhdi, pemerintah seharusnya membantu petani tembakau memberdayakan teknologi dan budidaya dengan cara modern.

“Ini yang kiranya harus dibantu dan difokuskan pemerintah bukan dengan kami makin dihimpit dengan regulasi yang mematikan seperti pembatasan kadar tar dan nikotin,” tegasnya.

Di samping itu, Yudi Wahyudi selaku Ketua Kelompok Tanaman Semusim Kementerian Pertanian menyebut varietas tembakau lokal tidak ada yang kadar nikotinnya bawah 1 persen.

“Varietas tembakau kita, rata-rata kadar nikotinnya 3 persen - 8 persen. Bisa dilihat dari varietas tembakau menyebar mulai dari barat hingga timur,” ungkap Yudi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun varietas Kemloko di Temanggung memiliki kadar nikotin 3-8 persen. Lalu, varietas Mole di Jawa Barat memiliki kadar nikotin 1,3-8,36 persen. Sedangkan, tembakau Madura sebesar 1-4 persen.

“Sehingga dampak pembatasan tar dan nikotin akan sangat mengganggu. Pada akhirnya industri hasil tembakau tidak bisa menyerap produktivitas petani tembakau. Sementara ada jutaan rumah tangga yang bergantung pada komoditas tembakau,” tandas Yudi. (saa/iwh)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

5 Zodiak Paling Beruntung Soal Cinta 12 April 2026, Apakah Kamu Termasuk?

5 Zodiak Paling Beruntung Soal Cinta 12 April 2026, Apakah Kamu Termasuk?

5 zodiak paling hoki soal cinta 12 April 2026: Leo, Pisces hingga Scorpio diprediksi mengalami momen romantis dan hubungan makin erat.
Rekap Hasil Semifinal Kejuaraan Asia 2026 Sesi Pagi: An Se Young Belum Terbendung, Musuh Jonatan Christie Lanjutkan Kejutan ke Final

Rekap Hasil Semifinal Kejuaraan Asia 2026 Sesi Pagi: An Se Young Belum Terbendung, Musuh Jonatan Christie Lanjutkan Kejutan ke Final

Berikut adalah hasil lengkap rekap babak semifinal Kejuaraan Asia 2026 sesi pagi
Tak Gentar ke GBK, Bernardo Tavares Sebut Tekanan Jakmania Jadi Senjata Persebaya Curi Poin dari Persija

Tak Gentar ke GBK, Bernardo Tavares Sebut Tekanan Jakmania Jadi Senjata Persebaya Curi Poin dari Persija

Persebaya tak gentar hadapi Persija di GBK. Bernardo Tavares nilai tekanan Jakmania justru tingkatkan motivasi demi curi poin dan buat kejutan.
KPK Ungkap 12 Orang Dibawa ke Jakarta Menyusul OTT Bupati Tulungagung

KPK Ungkap 12 Orang Dibawa ke Jakarta Menyusul OTT Bupati Tulungagung

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan menangkap 12 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang menyeret nama Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.
Pasca Terjaring OTT KPK, Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa Tertutup Rapat

Pasca Terjaring OTT KPK, Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa Tertutup Rapat

Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa dan Kantor Pemkab Tulungagung tertutup rapat pasca operasi tangkap tangan (OTT) KPK di lingkup Pemkab Tulungagung.
Wamenhaj Dahnil Anzar Ungkap Skema War Tiket Haji, Bayar Penuh Bisa Berangkat Tanpa Antre

Wamenhaj Dahnil Anzar Ungkap Skema War Tiket Haji, Bayar Penuh Bisa Berangkat Tanpa Antre

Wamenhaj Dahnil menjelaskan bahwa skema war tiket haji dirancang untuk berjalan berdampingan dengan sistem antrean haji yang telah berlaku selama ini.

Trending

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April yang menjadi laga perdana di putaran kedua dengan menyuguhkan dua pertandingan dari sektor putri dan putra .
Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Tensi tinggi menyelimuti gelaran ASEAN Futsal Championship 2026 jelang laga semifinal yang mempertemukan Timnas Futsal Indonesia melawan Vietnam. Menariknya ...
Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Wiljan Pluim bercerita bahwa pihak klub dan PSSI sempat mendesaknya beralih status jadi WNI karena syarat tinggal selama 5 tahun di Indonesia sudah terpenuhi.
Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dedi Mulyadi dan Krisantus Kurniawan jadi sorotan usai pernyataan viral. Intip data LHKPN terbaru dan rincian aset keduanya.
Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN CUp 2026, Peluang Jadi Pemenang Terbuka Lebar!

Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN CUp 2026, Peluang Jadi Pemenang Terbuka Lebar!

Berbeda dengan Piala AFF, FIFA ASEAN Cup yang dijadwalkan berlangsung pada September dan Oktober 2026, menawarkan keuntungan strategis yang sulit diabaikan.
Terpopuler Trend: Dedi Mulyadi Mendadak Minta Maaf, Warga Jabar Serbu Medsos Samsat, hingga Bung Ropan Curigai PSSI

Terpopuler Trend: Dedi Mulyadi Mendadak Minta Maaf, Warga Jabar Serbu Medsos Samsat, hingga Bung Ropan Curigai PSSI

Dedi Mulyadi minta maaf ke warga Jabar, Samsat diserbu warganet usai tak sesuai kebijakan, hingga Bung Ropan curigai PSSI incar striker keturunan ini.
Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Nasib kurang beruntung tengah dialami kiper utama Timnas Indonesia Maarten Paes. Meski kini bermain untuk raksasa Eredivisie Ajax Amsterdam Paes justru menjadi
Selengkapnya

Viral