WamenHAM Mugiyanto Terjebak di Doha Imbas Konflik AS-Israel dan Iran
- Rika Pangesti/tvOnenews
Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Menteri HAM RI, Mugiyanto Sipin, ikut terdampar di Doha, Qatar akibat terganggunya penerbangan imbas konflik militer antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.
Meski dalam kondisi stranded (terdampar), Mugiyanto justru membantu Kedutaan Besar RI di Qatar memfasilitasi ratusan warga negara Indonesia (WNI) yang juga tertahan di bandara tersebut.
Mugiyanto mengungkapkan hingga kini belum ada kepastian terkait kelanjutan penerbangan dari Bandara Doha.
“Masih belum ada perkembangan. Status penerbangan dari Doha Airport akan diumumkan tanggal 6 Maret. Semoga sudah bisa dimulai ada penerbangan,” kata Mugiyanto, Kamis (5/3/2026).
Saat ini Mugiyanto tinggal sementara di Wisma Indonesia di Doha. Selama berada di Wisma Indonesia, ia mengaku berkoordinasi langsung dengan Duta Besar RI untuk Qatar guna membantu memfasilitasi WNI yang terdampak penutupan penerbangan.
Menurutnya, sedikitnya ada sekitar 214 WNI yang saat ini terdampar di Doha dan menunggu kepastian penerbangan lanjutan.
“Karena tinggal di Wisma Indonesia, saya berkoordinasi dan membantu Pak Dubes RI untuk Qatar untuk menangani dan memfasilitasi sekitar 214 WNI yang stranded di Doha,” ujarnya.
Mugiyanto mengatakan pihak Kedutaan juga telah menggelar pertemuan secara daring dengan para WNI yang terdampak untuk mendengarkan langsung keluhan dan kebutuhan mereka.
“Melalui Zoom meeting dengan mereka pagi ini Kedubes di Doha dan saya sebagai Wakil Menteri HAM turut mendengarkan kekhawatiran, kebutuhan dan rencana-rencana warga yang terdampar untuk mencari jalan ke luar Doha untuk melanjutkan perjalanan,” katanya.
Ia menegaskan pemerintah tetap hadir untuk melindungi seluruh WNI, termasuk puluhan ribu warga Indonesia yang tinggal di Qatar.
“Sebagai pemerintah Pak Dubes dan saya menyampaikan bahwa negara akan selalu hadir melindungi dan melayani warga serta memastikan keamanan dan keselamatan mereka yang terdampak, termasuk 27 ribu WNI yang ada di Qatar karena bekerja, sekolah atau menetap tinggal di Qatar,” ujarnya.
Pemerintah juga meminta seluruh WNI mematuhi arahan Kedutaan Besar RI serta otoritas setempat demi keselamatan.
“Kami sampaikan agar seluruh WNI mematuhi arahan dan himbauan Dubes RI dan otoritas Qatar terkait keselamatan,” kata Mugiyanto.
Load more