News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Adik Pencuri 2 Labu Siam di Cianjur Ceritakan Detik-detik Kakaknya Tewas Dianiaya Tetangga: Ketok-ketok, Dia Dipukuli

Adik pencuri dua buah labu siam, Tita menjelaskan kronologi peristiwa penganiayaan dialami kakaknya, MI (56) oleh tetangga, UA di Cianjur, Sabtu (28/2/2026).
Jumat, 6 Maret 2026 - 03:31 WIB
Adik pencuri dua buah labu siam di Cianjur, Tita ceritakan kronologi kakaknya diduga dianiaya tetangga
Sumber :
  • Kolase Pixabay/Daniel Dan outsideclick & tvOneNews

Korban Pingsan dan Tergeletak di Jalan

Pada Senin, 2 Maret 2026, Tita mendapat laporan dari warga bahwa kakaknya ditemukan pingsan di pinggir jalan. Kondisi MI sudah dalam keadaan tergeletak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia sempat tidak percaya. Setelah memastikan kebenarannya, sosok yang tergeletak di jalan adalah kakaknya.

"Saya ngomong sama orang mau menolong, 'Pak, ini tolonglah saya anterin ke rumahnya kakak saya. Bapak yang bawa, nanti ojek dibayar sama saya'," terangnya.

Warga yang menemukan MI juga langsung melaporkan kondisi tersebut ke polisi. Kemudian, warga lain dan petugas Kepolisian ikut menolong dan mengantar ke kediaman korban.

Tidak Tahu Tubuh Korban Sudah Lebam

Tita mengatakan, dirinya dan keluarga tidak mengetahui tubuh korban sudah lebam dan memar. Sebab, kondisinya seperti masih sehat.

"Soalnya nggak kelihatan matanya seperti itu karena dia pakai kupluk, jadi saya nggak lihat," ngakunya.

Ia menyusul ke rumah korban. MI sudah dalam kondisi terbaring lemah layaknya sedang kritis atau koma.

Kondisi korban sudah kritis hingga dirawat di RSUD Sayang di Cianjur. Sayangnya nyawa MI tidak tertolong sehingga meninggal dunia di rumah sakit.

Hasil Visum Temukan Unsur Dugaan Penganiayaan

Sementara, Kapolres Cianjur, AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi menyampaikan hasil autopsi korban. Kondisi memar di sejumlah bagian tubuh korban ditemukan adanya indikasi penganiayaan.

"Hasil autopsi luar, benar ini hasil penganiayaan. Berawal dari upaya tersebut, penyelidikan kami jalankan," ungkap Yurikho.

Motif Tetangga Pukul Pria Paruh Baya Pencuri Buah Labu Siam

Ilustrasi penganiayaan.
Ilustrasi penganiayaan.
Sumber :
  • Antara

Yurikho menjelaskan, polisi langsung melakukan penyelidikan. Pelaku dugaan penganiayaan ternyata tetangga korban, UA.

Ia menyampaikan motif pelaku menghajar korban. UA merasa geram lantaran labu siam di kebunnya sering hilang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lanjut Yurikho, UA tidak tinggal diam. Hingga akhirnya, pelaku meyakini sosok yang sering mengambil labu siam di lahannya adalah MI.

"Itu dianggap tersangka sebagai orang yang belakangan hari sering melakukan pencurian labu siam di lahan yang digarap.  Marah, benci kemudian sering kali labu siam yang dirawat untuk dipanennya selalu berkurang. Didapati M hanya mengambil dua yang karena alasan dianggap korban ini yang belakangan hari sering melakukan pencurian," katanya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Soal Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran, Polri Tegaskan Proses Evaluasi Masih Terus Berjalan

Soal Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran, Polri Tegaskan Proses Evaluasi Masih Terus Berjalan

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Jhonny Eddizon Isir buka suara soal penggeledahan di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Selasa (27/10/2026) lalu. Dia menerangkan salah satu bentuk evaluasi yang telah dilakukan, yaitu Kapolres Sukoharjo AKBP Andika Dharma Sena telah dinonaktifkan.
Buntut Kasus Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran di Sukoharjo, Mabes Polri Minta Para Kapolres Bercermin dan Profesional Pimpin Satuan

Buntut Kasus Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran di Sukoharjo, Mabes Polri Minta Para Kapolres Bercermin dan Profesional Pimpin Satuan

Polri masih terus melakukan evaluasi buntut peristiwa penggeledahan yang terjadi di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Selasa (27/10/2026) lalu. Polri meminta kepada Kapolres jajaran agar peristiwa tersebut kedepannya dijadikan sebagai pembelajaran.
Resmi, The Remarried Empress Tayang Lebih Awal Hari Ini, Simak Sinopsis dan Jadwal Lengkapnya

Resmi, The Remarried Empress Tayang Lebih Awal Hari Ini, Simak Sinopsis dan Jadwal Lengkapnya

Drama Korea The Remarried Empress tayang lebih awal hari ini, 3 November 2026, simak sinopsis dan jadwal lengkapnya.
Cara Nonton I.League Cup Legal Tanpa VPN, Pertandingan PSMS Vs Persija Disiarkan Gratis

Cara Nonton I.League Cup Legal Tanpa VPN, Pertandingan PSMS Vs Persija Disiarkan Gratis

Sebanyak 34 tim pun akan memulai dari babak penyisihan grup, dengan Persib Bandung dan Borneo FC menanti di babak perempat final I.League Cup. 
Diselamatkan karena Karhutla, Kini Sembilan Orang Utan Dilepasliarkan di Ketapang

Diselamatkan karena Karhutla, Kini Sembilan Orang Utan Dilepasliarkan di Ketapang

Sembilan orang utan kini bisa hidup bebas di Hutan setelah diselematkan karena karhutla di Kalimantan. Pelepasliaran dilakukan oleh Kementerian Kehutanan.
Daftar 13 Pemain Drama One of a Kind Romance, Ada Joy Red Velvet dan Kim Hyun Jin

Daftar 13 Pemain Drama One of a Kind Romance, Ada Joy Red Velvet dan Kim Hyun Jin

Kenali 13 pemain drama Korea One of a Kind Romance yang dibintangi Joy Red Velvet dan Kim Hyun Jin. Simak sinopsis, daftar pemeran, dan jadwal tayang lengkapnya.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Di bawah asuhan David Nascimento, Timnas Indonesia U-17 mencatatkan statistik mentereng jelang kompetisi penentuan menuju level Asia. 
Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Konten kreator Herri Pras akhirnya buka suara setelah kedatangan Yudi Cahyadi dan sejumlah orang ke kediamannya. Ia turut mengungkap alasan di balik kritiknya.
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Selengkapnya

Viral