News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dwi Sasetyaningtyas Ngotot Tak Bersalah, Alumni LPDP Itu Jawab Tegas: Negara Gak Ngasih ke Saya

Nama penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas masih menjadi perbincangan publik.
  • Reporter :
  • Editor :
Sabtu, 7 Maret 2026 - 07:41 WIB
Dwi Sasetyaningtyas penerima LPDP yang viral
Sumber :
  • ist

Jakarta, tvOnenews.com - Nama penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas masih menjadi perbincangan publik.

Hal tersebut bermula dari video unggahannya di media sosial yang mengaku bangga akan status WNA anaknya yang telah disetujui.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sontak video tersebyt viral dan menjadi bahan hujatan warganet karena aksi Tyas yang dianggap tidak cinta Tanah Air, apalagi sebagai alumni penerima LPDP.

Tyas pun akhirnya melakukan klarifikasi. Dalam pernyagaannga ia menegaskan sudah memenuhi kewajibannha sebagai alumni LPDP.

"Melalui post ini, izinkan saya menjawab dan meluruskan segelintir asumsi dan fitnah yang beredar:

Aku lulus kuliah di BELANDA tahun 2017

Selama 6 tahun (2017-2023) aku menetap di Indonesia untuk memenuhi kewajiban sebagai penerima beasiswa & berkontribusi kembali untuk Indonesia -- dan masih berlangsung hingga hari ini

Pindah ke Inggris BUKAN untuk sekolah, melainkan menunaikan kewajiban sebagai Istri," kata Dwi Sasetyaningtyas dalam keterangannya.

Meskipun sebagai penerima beasiswa negara, Tyas mengaku ia memiliki hak untuk tetap memberikan kritik terhadap negara.

"Negara gak ngasih ke saya, saya bayar pajak juga. Lagian paspor WNI emang lemah karena apa ? Diplomasi pemerintah. Jadi ini kritik buat pemerintah. Sampe sini gak paham juga?" kata Tyas dalam membalas sebuah komentar.

"Penerima beasiswa dengan uang rakyat sudah SEHARUSNYA melontarkan kritik ke kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat sebagai timbal balik/kontribusi terhadap rakyat," lanjutnya.

Menurutnya apa yang diucapkannya soal status WNA anak merupakan bentuk kekecewaannya terhadap pemerintah.

"Ungkapan "cukup aku saja yang WNI, anak aku jangan" adalah bentuk kekecewaan, kemarahan, kekesalan terhadap kebijakan Pemerintah Indonesia

Saya menolak tuduhan/asumsi/fitnah yang beredar, tapi saya sadar itu semua diluar kuasa saya. Mohon maaf lahir batin, Selamat menunaikan ibadah puasa ya warga!" tutupnya.

Sebelumnya, Eks Menko Polhukam, Mahfud MD ikut angkat bicara dan neri peringatan tegas kepada alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas.

Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas diketahui menjadi perbincangan publik karena pernyataannya soal status WNA anaknya.

"Cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan," kata Tyas.

Ia pun lantas mendapatkan cibiran dari netizen karena dianggap tidak cinta Tanah Air. Apalagi Tyas merupakan alumni penerima beasiswa LPDP.

Bahkan Mahfud MD juga ikut menanggapi pernyataan Tyas.

"Mbak Tyas saya marah pada Anda, menghina republik ini tapi saya juga paham bahwa apa yang Anda katakan itu, karena fakta yang sering mengecewakan di tempat kita ini. Tapi cintalah pada negeri ini. Anda bisa sekolah karena Indonesia merdeka, karena punya sumber daya yang bagus," kata Mahfud.

Meskipun demikian ia juga mengaku merasakan kegundahan yang sama dengan Tyas.

"Saya juga mengalami hal yang sama, kalau indonesia tidak merdeka tidak ada semaju ini kita. Tetapi kita jangan diam untuk selalu melakukan kebaikan dan melakukan perbaikan dengan tetap cinta kepada indonesia," lanjut Mahfud MD.

Setelah sedikit mereda, kini nama alumni LPDP, Dwi Sasetyaningtyas kembali memanas baru-baru ini.

Hal terdebut lantaran dirinya membalas pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa soal kewarganegaraan anaknya.

Padahal ia mengaku sudah setuju dengan suaminya Arya Irwantoro untuk mengembalikan uang beasiswa LPDP mereka.

Namun rupanya hal tersebut tak juga meredakan kritikan dan hujatan yang diberikan kepada Tyas dan suami.

Ia mengaku merasa terganggu dengan banyaknya fitnah yang dilontarkan oleh netizen di media sosial.

Baru-baru ini, Dwi Sasetyaningtyas meradang lantaran salah satu akun TikTok yang mengunggah pernyataan Menkeu Purbaya.

"Purbaya: uang itu dari pajak dan utang negara yang kita sisihkan, malah dipakai untuk menghina negara, iziiin," kata seorang pengguna TikTok, yang mengutip omongan Purbaya untuk menyindir Dwi Sasetyaningtyas.

Tyas pun lantas membalas konten tersebut dan mengaku sudah mencatat pengguna TikTok itu lantaran melakukan fitnah terhadapnya.

"Bagian mana gue pakai uang pajak dan menguntungkan pribadi? Kalau gak ada bukti namanya fitnah. Udah gue data orang-orang yang fitnah-fitnah ini mau nama lo gue masukin juga?" kata Dwi Sasetyaningtyas.

Atas pernyataannya itu, nama Dwi Sasetyaningtyas kembali diperbincangkan. Warganet menyebut apa yang dilakukannya adalah tindakan yang semakin memperkeruh keadaan.

Tak berselang lama, Tyas pun kembali muncul dan mengucapkan permintaan maaf atas tindakannya sebelumnya.

Tyas berharap agar polemik yang terjadi dapat segera selesai dan tidak menjadi perbincangan luas lagi.

Diketahui, nama Dwi Sasetyaningtyas menjadi sorotan setelah mengunggah video di media sosial yang menampilkan dokumen resmi dari otoritas Inggris terkait status kewarganegaraan anak keduanya sebagai  warga negara Inggris. 

“I know the world seems unfair. Tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," ujar Dwi Sasetyaningtyas dalam video tersebut.

Pernyataan itu memancing reaksi beragam warganet. Sebagian pihak mempertanyakan etika penyampaian pesan tersebut, mengingat Dwi Sasetyaningtyas merupakan penerima beasiswa LPDP yang bersumber dari dana publik.

Di luar polemik tersebut, Dwi Sasetyaningtyas diketahui merupakan lulusan Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia menempuh studi magister bidang Sustainable Energy Technology di Delft University of Technology, Belanda, dengan dukungan LPDP pada 2015 dan menyelesaikannya dua tahun kemudian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selama menjalani masa pengabdian di Indonesia pada 2017 hingga 2023, ia terlibat dalam sejumlah inisiatif sosial, mulai dari penanaman ribuan mangrove di wilayah pesisir, pemberdayaan ekonomi perempuan, partisipasi dalam penanganan bencana di Sumatera, hingga pembangunan sekolah di Nusa Tenggara Timur.

(nba/ree)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Laporan Seskab Teddy: 265 Sekolah Rakyat Berdiri, 45 Ribu Anak Jalanan Kini Kembali Bersekolah

Laporan Seskab Teddy: 265 Sekolah Rakyat Berdiri, 45 Ribu Anak Jalanan Kini Kembali Bersekolah

Pemerintah terus menunjukkan komitmen serius dalam membenahi akses pendidikan bagi seluruh anak bangsa. 
Dugaan Keracunan Massal Siswa di Dua Sekolah Bogor: Sampel Makanan Diteliti di Lab, Hasilnya Ditunggu

Dugaan Keracunan Massal Siswa di Dua Sekolah Bogor: Sampel Makanan Diteliti di Lab, Hasilnya Ditunggu

Pemerintah Kabupaten Bogor kini tengah menanti hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dan minuman yang dikonsumsi ratusan siswa dua SMP di Dramaga. 
Diduga Keracunan Makanan, Ratusan Siswa dari Dua Sekolah di Bogor Mengeluh Sakit, Pemkab Pastikan Beri Layanan Medis Terbaik

Diduga Keracunan Makanan, Ratusan Siswa dari Dua Sekolah di Bogor Mengeluh Sakit, Pemkab Pastikan Beri Layanan Medis Terbaik

Pemerintah Kabupaten Bogor langsung mengambil langkah sigap merespons dugaan keracunan makanan yang menimpa 481 siswa dari SMPN 1 dan SMPN 2 Dramaga. 
Kimi Antonelli Selangkah Lagi Jadi Juara Dunia F1 Termuda dalam Sejarah

Kimi Antonelli Selangkah Lagi Jadi Juara Dunia F1 Termuda dalam Sejarah

Kimi Antonelli semakin dekat dengan gelar juara dunia F1 2026 setelah memenangi Grand Prix Amerika Serikat. Pembalap Mercedes itu hanya membutuhkan dua poin.
Tawuran Salah Sasaran di Makassar: Anggota TNI Dipanah, Tujuh Remaja Pelakunya Terancam 9 Tahun Penjara

Tawuran Salah Sasaran di Makassar: Anggota TNI Dipanah, Tujuh Remaja Pelakunya Terancam 9 Tahun Penjara

Polrestabes Makassar mengambil tindakan tegas terhadap maraknya aksi tawuran yang meresahkan warga. 
An Se-young Tak Terbendung, 10 Gelar Dikantongi Sepanjang 2026: Terasa Luar Biasa

An Se-young Tak Terbendung, 10 Gelar Dikantongi Sepanjang 2026: Terasa Luar Biasa

An Se-young kembali ke Korea Selatan dengan membawa 10 gelar sepanjang musim 2026 setelah menjuarai Denmark Open dan French Open secara beruntun. Bidik rekor.

Trending

Dendam atau Desakan Nikah? Terungkap Alasan Tersangka Mutilasi Istri Siri dan Anaknya di Madiun Usai Lakukan Pembunuhan

Dendam atau Desakan Nikah? Terungkap Alasan Tersangka Mutilasi Istri Siri dan Anaknya di Madiun Usai Lakukan Pembunuhan

Polda Jawa Timur mengungkap motif di balik aksi keji DBM (40) yang tega menghabisi nyawa istri sirinya, DH (30), dan anak korban usia 4 tahun (AG) di Madiun.
Islam Makhachev Akhirnya Buka Suara soal Alasan Menolak Duel Lawan Carlos Prates

Islam Makhachev Akhirnya Buka Suara soal Alasan Menolak Duel Lawan Carlos Prates

Juara kelas welter UFC, Islam Makhachev, akhirnya ungkap alasan menolak duel melawan Carlos Prates untuk mempertahankan gelarnya di UFC 336. Ia memilih menunggu
Viral Ikan Asin Diduga Disemprot Pestisida, BPOM Turun Tangan dan Ingatkan Bahaya Residu Kimia

Viral Ikan Asin Diduga Disemprot Pestisida, BPOM Turun Tangan dan Ingatkan Bahaya Residu Kimia

Video ikan asin diduga disemprot pestisida viral di media sosial. BPOM meminta produk berbahaya tidak diedarkan, ahli menjelaskan risiko residu kimia.
Indonesia dan Singapura Sepakati Satgas Penegakan Hukum Karhutla

Indonesia dan Singapura Sepakati Satgas Penegakan Hukum Karhutla

Indonesia dan Singapura menyepakati pembentukan satgas penegakan hukum karhutla untuk menelusuri bukti lintas negara, aliran dana korporasi, dan menindak
Awkarin Akhirnya Buka Suara soal Konflik dengan Aa Juju, Bantah Apatis Karhutla

Awkarin Akhirnya Buka Suara soal Konflik dengan Aa Juju, Bantah Apatis Karhutla

Awkarin akhirnya buka suara terkait polemik dengan Aa Juju yang menyindirnya karena dinilai kurang peduli terhadap Karhutla, ia membantah tudingan tersebut.
Kapolri Pastikan Polri Terus Berbenah: Kami Menyadari Masih Jauh dari Kesempurnaan

Kapolri Pastikan Polri Terus Berbenah: Kami Menyadari Masih Jauh dari Kesempurnaan

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menegaskan kesiapan Polri mengawal dan menyukseskan visi Astacita yang diusung Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran.
An Se-young Tak Terbendung, 10 Gelar Dikantongi Sepanjang 2026: Terasa Luar Biasa

An Se-young Tak Terbendung, 10 Gelar Dikantongi Sepanjang 2026: Terasa Luar Biasa

An Se-young kembali ke Korea Selatan dengan membawa 10 gelar sepanjang musim 2026 setelah menjuarai Denmark Open dan French Open secara beruntun. Bidik rekor.
Selengkapnya

Viral