Profil Ruce Nuenda, Influencer ‘Mama Ebra’ yang Viral Usai Olahraga di Ruang Publik Saat Terinfeksi Campak
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Nama Ruce Nuenda mendadak ramai diperbincangkan di media sosial pada awal Maret 2026. Influencer yang dikenal luas dengan julukan “Mama Ebra” itu menjadi sorotan setelah diketahui tetap beraktivitas di ruang publik meski sedang terinfeksi campak.
Aksi tersebut memicu perdebatan luas di kalangan warganet karena campak merupakan penyakit menular yang sangat mudah menyebar. Banyak pihak menilai tindakan tersebut berisiko membahayakan orang lain, terutama kelompok rentan seperti bayi dan ibu hamil.
Kontroversi ini membuat publik penasaran dengan sosok Ruce Nuenda yang sebelumnya dikenal lewat konten keseharian sebagai seorang ibu tunggal.
Sosok Ruce Nuenda, Influencer yang Dikenal sebagai “Mama Ebra”
Ruce Nuenda memiliki nama lengkap Ruce Nuenda Permata Dije. Ia merupakan kreator konten asal Semarang yang lahir pada 12 September 1997.
Di media sosial, Ruce dikenal luas dengan panggilan Mama Ebra, yang merujuk pada nama putranya, Ebrahim Narayana Wiratama atau yang akrab disapa Ebra.
Popularitas Ruce mulai meningkat sejak 2021, ketika ia aktif membagikan konten keseharian sebagai single mother. Cerita kehidupannya yang jujur dan sederhana membuat banyak pengikut merasa relate, khususnya kalangan ibu muda.
Sejumlah konten yang sering ia bagikan antara lain:
-
Kehidupan sehari-hari sebagai ibu tunggal
-
Interaksi dengan anaknya, Ebra
-
Tips parenting sederhana
-
Cerita perjuangan hidup
Gaya bicara Ruce yang dikenal blak-blakan dan apa adanya juga menjadi salah satu daya tarik bagi pengikutnya.
Saat ini, akun media sosialnya memiliki jumlah pengikut yang besar. Di Instagram, Ruce Nuenda tercatat memiliki sekitar 2 juta followers, sementara kontennya di TikTok juga cukup populer.
Perjalanan Karier Sebelum Jadi Influencer
Sebelum dikenal luas di dunia media sosial, Ruce Nuenda diketahui pernah menjalani berbagai pekerjaan.
Ia sempat meniti karier dari bawah dengan bekerja di beberapa bidang, antara lain:
-
Barista
-
Staf marketing
-
Kru wedding organizer
Pengalaman kerja tersebut sering ia ceritakan dalam kontennya sebagai bagian dari perjalanan hidup sebelum menjadi influencer.
Cerita perjuangannya itu juga yang membuat banyak pengikut merasa dekat dengan sosoknya.
Kronologi Ruce Nuenda Viral karena Kasus Campak
Kontroversi bermula pada 4 Maret 2026, ketika Ruce mengunggah aktivitasnya melalui Instagram Story.
Dalam unggahan tersebut, ia terlihat sedang berolahraga di luar rumah. Pada saat yang sama, Ruce juga memperlihatkan adanya ruam kemerahan di kulit dan mengaku sedang mengalami campak.
Unggahan tersebut langsung memicu reaksi keras dari warganet.
Banyak netizen menilai tindakan tersebut tidak tepat karena campak termasuk penyakit yang sangat mudah menular, terutama melalui udara.
Kekhawatiran publik muncul karena seseorang yang terinfeksi campak dapat menularkan virus kepada banyak orang di sekitarnya.
Kemenkes Ingatkan Risiko Penularan Campak
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan turut menanggapi kasus yang melibatkan influencer tersebut.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Andi Saguni mengingatkan bahwa campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi.
Menurutnya, satu orang yang terinfeksi campak dapat menularkan virus kepada 12 hingga 18 orang lainnya.
Karena itu, seseorang yang sedang sakit campak dianjurkan untuk membatasi aktivitas di luar rumah hingga benar-benar sembuh.
Selain itu, masyarakat yang sempat bertemu dengan penderita juga disarankan untuk melakukan pemantauan kesehatan secara mandiri.
Kementerian Kesehatan juga menilai figur publik seharusnya dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat terkait perilaku kesehatan.
Ruce Nuenda Sampaikan Permintaan Maaf
Setelah menerima banyak kritik, Ruce Nuenda akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media sosial.
Dalam klarifikasinya, ia menjelaskan bahwa sebelumnya telah memeriksakan diri ke rumah sakit dan mendapatkan penanganan medis.
Menurutnya, dokter menyarankan untuk beristirahat di rumah, mengonsumsi obat, serta menjaga jarak dari anaknya.
Ruce juga mengaku sempat meminta untuk menjalani rawat inap, tetapi dokter menilai kondisinya tidak memerlukan perawatan di rumah sakit.
Namun setelah mendapatkan banyak teguran dari warganet, ia menyadari bahwa keputusannya untuk keluar rumah merupakan tindakan yang kurang tepat.
Ia pun mengakui seharusnya tetap berada di rumah hingga benar-benar pulih.
Pelajaran bagi Figur Publik di Media Sosial
Kasus yang melibatkan Ruce Nuenda menjadi pengingat bahwa figur publik memiliki pengaruh besar terhadap perilaku masyarakat.
Setiap aktivitas yang dibagikan di media sosial berpotensi ditiru oleh para pengikutnya.
Karena itu, sejumlah hal penting yang perlu diperhatikan oleh influencer antara lain:
-
Memahami risiko penyakit menular
-
Mengikuti anjuran medis saat sakit
-
Menghindari aktivitas publik ketika berpotensi menularkan penyakit
-
Mempertimbangkan dampak sosial sebelum membagikan konten
Di tengah maraknya penggunaan media sosial, tanggung jawab figur publik menjadi semakin besar, terutama ketika berkaitan dengan isu kesehatan masyarakat.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kesadaran kolektif sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit menular seperti campak. (nsp)
Load more