News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Menohoknya Ucapan Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas Soal Pernyataan Menkeu Purbaya: Kalau Gak Ada Bukti Namanya Fitnah

Padahal baru saja mereda soal huru-hara pernyataan komtroversinya, kini alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas kembali memanas namanya.
  • Reporter :
  • Editor :
Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:43 WIB
Menteri Keuangan, Purbaya Yudho Sadewa dan Alumni LPDP, Dwi Sasetyaningtyas
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com/ tim tvOnenews - Abdul Ghani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com - Padahal baru saja mereda soal huru-hara pernyataan komtroversinya, kini alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas kembali memanas namanya.

Hal tersebut karena wanita yang akrab disapa Tyas itu terlihat membalas pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meskipun sudah setuju dengan suaminya Arya Irwantoro untuk mengembalikan uang beasiswa LPDP mereka. Namun rupanya hal tersebut tak juga meredakan kritikan dan hujatan yang diberikan kepada Tyas dan suami.

Ia mengaku merasa terganggu dengan banyaknya fitnah yang dilontarkan oleh netizen di media sosial.

Baru-baru ini, Dwi Sasetyaningtyas meradang lantaran salah satu akun TikTok yang mengunggah pernyataan Menkeu Purbaya.

"Purbaya: uang itu dari pajak dan utang negara yang kita sisihkan, malah dipakai untuk menghina negara, iziiin," kata seorang pengguna TikTok, yang mengutip omongan Purbaya untuk menyindir Dwi Sasetyaningtyas.

Tyas pun lantas membalas konten tersebut dan mengaku sudah mencatat pengguna TikTok itu lantaran melakukan fitnah terhadapnya.

"Bagian mana gue pakai uang pajak dan menguntungkan pribadi? Kalau gak ada bukti namanya fitnah. Udah gue data orang-orang yang fitnah-fitnah ini mau nama lo gue masukin juga?" kata Dwi Sasetyaningtyas.

Atas pernyataannya itu, nama Dwi Sasetyaningtyas kembali diperbincangkan. Warganet menyebut apa yang dilakukannya adalah tindakan yang semakin memperkeruh keadaan.

Tak berselang lama, Tyas pun kembali muncul dan mengucapkan permintaan maaf atas tindakannya sebelumnya.

Tyas berharap agar polemik yang terjadi dapat segera selesai dan tidak menjadi perbincangan luas lagi.

Dibela Rocky Gerung

Polemik yang menimpa alumni LPDP, Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas dan suaminya turut ditanggapi oleh pengamat politik Rocky Gerung.

Rocky meminta agar netizen tidak langsung memberikan hujatan kepada Tyas dan suaminya.

Apalagi menurutnya rasa cinta Tanah Air tak hanya bisa dilihat dari keputusan memilih kewarganegaraan.

"Bayangkan si anak tadi, yang Warga Negara Inggris ada bencana di Indonesia terus dia kumpulkan teman-temannya se-Eropa itu untuk datang ke Indonesia dan membantu Indonesia. Bukankah dia lebih patriotis?" kata Rocky dalam kanal YouTubenya.

Rocky bahkan menyebut bahwa Tyas lebih baik daripada menteri-menteri yang menjabat sekarang.

"Bukan kah dia lebih patriotis, ketimbang menteri-menteri yang sampai sekarang enggak tahu cara menyelesaikan bencana. Kan itu intinya kan," tegasnya.

Menurutnya, di kemudian hari bisa saja anak dari Tyas justru memberikan dukungan lebih bagi Indonesia.

"Atau, dia bergabung dengan Greenpeace lalu mulai bikin protes, terhadap perusakan lingkungan di Indonesia," lanjutnya.

"Suatu waktu itu kita akan sesali nanti. Kenapa? Karena pilihan hari ini bukan diikat oleh semacam ketidakpedulian pada Indonesia, tapi mungkin menghindar sebentar dari ketidakpedulian itu supaya bisa punya refleksi. Jadi kita mesti selalu hati-hati tuh," bebernya.

Rocky menegaskan bahwa soal kewajiban mengabdi setelah lulus beasiswa LPDP adalah persoalan yang tidak penting.

"Jadi gak ada yang penting sebetulnya mempersoalkan mereka yang merasa belum layak pulang ke Indonesia karena mungkin pertimbangan mereka pulang jadi ASN tapi uangnya kurang."

"Jadi begitu kompleks sebetulnya LPDP ini. Jadi jangan dinyatakan bahwa yang tidak pulang itu tidak patriotik," jelasnya.

Rocky bahkan mengaku pernah meminta mahasiswi penerima LDPD di Polandia untuk tak kembali ke Indoneska. Hal itu terjadi saat ia mengisi kuliah umum di Polandia.

“Pak Rocky, saya sudah selesai menulis disertasi, sudah lulus atau mungkin baru mau ujian, tapi saya punya dilema. Bagaimana menurut Pak Rocky kalau saya enggak pulang ke Indonesia? Saya dapat LPDP dan kewajiban moral saya demi patriotisme, demi nasionalisme untuk mengabdi ke Indonesia,” kata Rocky saat menirukan pertanyaan mahasiswi itu, dalam video yang diunggah di kanal YouTube-nya.

"Tetapi kalau saya pulang nanti, saya akan mengabdi kepada atasan saya. Setiap hari tugas saya adalah mark up. Jadi saya punya dilema moral," sambungnya.

Rocky pun mengaku memberikan jawaban agar mahaskswa tersebut tidak usah pulang ke Tanah Air.

"Saya nekat saja bilang, enggak usah pulang. Anda tidak berutang pada negara, Anda berutang pada saya. Dan saya enggak mau utang itu dibayar dengan Anda kembali kepada bos yang koruptor. Artinya Anda membesarkan korupsi," jawab Rocky.

Diberitakan sebelumnya, nama Dwi Sasetyaningtyas menjadi sorotan setelah mengunggah video di media sosial yang menampilkan dokumen resmi dari otoritas Inggris terkait status kewarganegaraan anak keduanya sebagai  warga negara Inggris. 

“I know the world seems unfair. Tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," ujar Dwi Sasetyaningtyas dalam video tersebut.

Pernyataan itu memancing reaksi beragam warganet. Sebagian pihak mempertanyakan etika penyampaian pesan tersebut, mengingat Dwi Sasetyaningtyas merupakan penerima beasiswa LPDP yang bersumber dari dana publik.

Di luar polemik tersebut, Dwi Sasetyaningtyas diketahui merupakan lulusan Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia menempuh studi magister bidang Sustainable Energy Technology di Delft University of Technology, Belanda, dengan dukungan LPDP pada 2015 dan menyelesaikannya dua tahun kemudian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selama menjalani masa pengabdian di Indonesia pada 2017 hingga 2023, ia terlibat dalam sejumlah inisiatif sosial, mulai dari penanaman ribuan mangrove di wilayah pesisir, pemberdayaan ekonomi perempuan, partisipasi dalam penanganan bencana di Sumatera, hingga pembangunan sekolah di Nusa Tenggara Timur.

(nba/ree)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Persib Cuma Punya Satu Hari Latihan Jelang Hadapi Dewa United, Igor Tolic Tetap Optimis Raih Poin Penuh di GBLA

Persib Cuma Punya Satu Hari Latihan Jelang Hadapi Dewa United, Igor Tolic Tetap Optimis Raih Poin Penuh di GBLA

Persib sudah harus kembali tampil setelah sebelumnya tanding tiga hari lalu. Kali ini, Maung Bandung akan menjamu Dewa United pada laga lanjutan Super League.
Reuni Panas Kwon Sun-Chan dan Pink Spider! Pelatih Baru Red Sparks Hadapi Tim yang Memecatnya di Laga Perdana KOVO Cup

Reuni Panas Kwon Sun-Chan dan Pink Spider! Pelatih Baru Red Sparks Hadapi Tim yang Memecatnya di Laga Perdana KOVO Cup

Red Sparks akan menjalani laga pembuka KOVO Cup 2026 hari Minggu (11/10/2026) besok dengan cerita menarik.
Pertamina Grand Prix Indonesia 2026 Turut Libatkan UMKM

Pertamina Grand Prix Indonesia 2026 Turut Libatkan UMKM

Ajang Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTT) terus melahirkan program interaktifnya.
Eks Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Buat Akademi Sepak Bola, Bidik Talenta Muda di Bandung

Eks Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Buat Akademi Sepak Bola, Bidik Talenta Muda di Bandung

Peresmian Neo Gen Football Academy digelar di Lapangan Tarantula, Bandung, Sabtu (10/10/2026).
Mirip Dapur MBG, BGN Tegaskan Bangunan Lokasi Temuan Mayat di Kendal Bukan Gedung SPPG

Mirip Dapur MBG, BGN Tegaskan Bangunan Lokasi Temuan Mayat di Kendal Bukan Gedung SPPG

Badan Gizi Nasional (BGN) melayangkan klarifikasi tegas guna meluruskan desas-desus liar terkait penemuan jenazah seorang pria di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Universitas Telkom Bandung Siapkan Sanksi Tegas untuk Kasus Bullying Mahasiswa Baru ke Teman Satu Kamar Asrama?

Universitas Telkom Bandung Siapkan Sanksi Tegas untuk Kasus Bullying Mahasiswa Baru ke Teman Satu Kamar Asrama?

Universitas Telkom Bandung akhirnya buka suara terkait kasus bullying mahasiswa baru terhadap teman satu kamar asramanya. Apakah ada sanksi tegas untuk pelaku?

Trending

Viral Mahasiswa Baru Universitas Telkom Bandung Bully Teman Satu Kamar Asrama, Terduga Pelaku Diminta di-DO

Viral Mahasiswa Baru Universitas Telkom Bandung Bully Teman Satu Kamar Asrama, Terduga Pelaku Diminta di-DO

Media sosial dihebohkan dengan kasus bullying yang terjadi di Universitas Telkom Bandung yang diduga dilakukan mahasiswa baru ke teman satu kamar asramanya.
Al Nassr vs Al Draih 3-0 di Liga Pro Saudi 2026/2027: Ronaldo Pembuka Keran Gol, Faris Najd Melesat ke Posisi 2

Al Nassr vs Al Draih 3-0 di Liga Pro Saudi 2026/2027: Ronaldo Pembuka Keran Gol, Faris Najd Melesat ke Posisi 2

Menghadapi Al Draih dalam pertandingan pekan kedelapan Liga Pro Saudi 2026/2027, Al Nassr tampil sangat dominan di kandang sendiri pada Sabtu (10/10/2026).
Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Berawal dari sekadar mengikuti teman, seorang buruh pabrik di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil mengembangkan usaha budidaya kelinci hias jenis Rex.
Siapa Devand Febryan Putra Maulana? Terduga Pelaku Bullying Universita Telkom Bandung yang Identitasnya Dikuliti Netizen

Siapa Devand Febryan Putra Maulana? Terduga Pelaku Bullying Universita Telkom Bandung yang Identitasnya Dikuliti Netizen

Seorang netizen di media sosial TikTok membagikan identitas terduga pelaku bullying di Universitas Telkom Bandung, Jawa Barat. Siapa nama asli terduga pelaku?
Jadi Lawan Megawati Hangestri di Liga Voli Korea 2026-2027, Ini Alasan Thanacha Sooksod Hijrah ke GS Caltex

Jadi Lawan Megawati Hangestri di Liga Voli Korea 2026-2027, Ini Alasan Thanacha Sooksod Hijrah ke GS Caltex

Sama-sama mengisi slot pemain asing kuota Asia Liga Voli Korea, Thanacha Sooksod kini hijrah ke GS Caltex setelah tiga musim membela Korea Expressway Hi-Pass.
17 Daftar Pemain Doctor X: Mafia in White, Drama Korea Kedokteran yang Dibintangi Kim Ji Won

17 Daftar Pemain Doctor X: Mafia in White, Drama Korea Kedokteran yang Dibintangi Kim Ji Won

Berikut daftar 17 pemain drama Korea Doctor X: Mafia in White, berlatar medis kedokteran yang dibintangi Kim Ji Won.
Dosen Statistika UNAIR Gelar Pengabdian Masyarakat melalui Pelatihan Statistika dan Pembelajaran Interaktif

Dosen Statistika UNAIR Gelar Pengabdian Masyarakat melalui Pelatihan Statistika dan Pembelajaran Interaktif

Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas pendidikan, Program Studi Statistika UNAIR melaksanakan Pengabdian Masyarakat Terintegrasi Dosen di Gedung Kuliah Bersama (GKB) UNAIR
Selengkapnya

Viral