Geger, Pria Tewas Bersimbah Darah Dalam Rumahnya di Pesanggrahan Jaksel, Ada Temuan Pistol di Tangan Kanan
- Pixabay
Jakarta, tvOnenews.com - Seorang pria berusia 53 tahun menggegerkan warga usai ditemukan tewas bersimbah darah di wilayah Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026).
Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah Alam, mengatakan, peristiwa ini diketahui sekitar pukul 13.30 WIB.
“Benar ada laporan dari warga terkait adaya laki-laki berinisial BAS di kamar/ruang kerja dalam keadaan meninggal dunia,” kata Seala, kepada wartawan, Sabtu (7/3/2026).
Lebih lanjut, Seala mengungkap kronologi korban ditemukan, yaitu sekitar pukul 10.00 WIB. Saksi 1 mendengar bahwa peliharaan anjing di lokasi selalu menggonggong. Kemudian, saksi mencoba mengecek ke sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
“Saksi berusaha mencari penyebab menggonggongnya anjing tersebut, saksi melihat ke bagian kamar/ruang kerja. Namun saksi hanya melihat bagian kaki almarhum yang berada di dalam kamar dan selanjutnya saksi pergi dari TKP,” ujar Seala.
Selanjutnya, saksi kembali menghampiri korban untuk menanyakan perihal pekerjaan, namun saksi terkejut saat masuk ke ruang kerja korban.
“Korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dan banyak darah pada bagian muka dan kasur, dan selanjutnya saksi memberitahukan ini ke istri saksi dan saksi 2,” ungkap Seala.
Sementara itu, saksi 2 tidak berani melihat keadaan korban dan selanjutnya menghubungi pihak kepolisian melalui call center 110 untuk menindaklanjuti kejadian ini.
“Saksi menerangkan bahwa tubuh korban bersimbah darah khususnya pada bagian kepala dan terdapat senjata jenis Pistol yang berada di tangan kanan almarhum,” ungkap Seala.
Adapun Seala menerangkan, korban diduga meninggal dunia akibat bunuh diri menggunakan senjata yang ada di tangannya.
Disclaimer: Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak profesional seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
“Almarhum meninggal diduga karena bunuh diri dengan menggunakan pistol. Saat petugas cek TKP, pintu dan kamar sudah terbuka (tidak dikunci). Selanjutnya jenazah akan di bawa ke RS Polri Kramat Jati guna di lakukannya autopsi,” jelas Seala. (ars/dpi)
Load more