News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ketua BEM UGM Soroti Ucapan Viral Buya Yahya yang Sebut 'Jadi Presiden itu Berat': Maaf, Lebih Berat WNI

Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto kritik ucapan pendakwah KH Yahya Zainul Ma'arif (Buya Yahya) soal "Jadi Presiden itu Berat" usai diundang Presiden Prabowo Subianto.
Minggu, 8 Maret 2026 - 02:05 WIB
Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto
Sumber :
  • Instagram

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto kembali menuai perhatian. Kali ini bukan membahas polemik sebelumnya.

Tiyo Ardianto kini menyoroti ulama kharismatik KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya. Ketua BEM UGM itu mendengar pernyataan sang pendakwah yang viral sejak belakangan ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Buya Yahya sempat melontarkan pernyataan tentang kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dengan bijak, Tiyo coba mengkritik ucapan "Jadi Presiden itu berat" lewat judul unggahan Instagram pribadinya.

Menurut Tiyo, Prabowo tidak diminta sebagai Presiden RI oleh masyarakat Indonesia. Justru Prabowo yang kerap kali menyodorkan namanya dalam setiap Pemilihan Umum (Pemilu).

"Maaf, Buya, sejak awal Rakyat tidak pernah meminta Bapak Prabowo jadi Presiden. Beliau sendiri yang berkali-kali menawarkan diri sambil cari suara Rakyat," tulis Tiyo dikutip tvOnenews.com, Minggu (8/3/2026).

Presiden Prabowo Subianto & Buya Yahya
Presiden Prabowo Subianto & Buya Yahya
Sumber :
  • Kolase Setpres & Tangkapan layar YouTube Al-Bahjah TV

Tiyo kembali membahas perjalanan Prabowo sebagai Calon Presiden (Capres). Pasalnya, Prabowo telah melalui proses panjang untuk menjadi Presiden RI.

Pada Pemilu 2009, Prabowo berstatus sebagai Calon Wakil Presiden yang berpasangan dengan Megawati Soekarnoputri. Sayangnya pasangan ini kalah.

Pada Pemilu 2014, Prabowo berstatus sebagai Calon Presiden. Kemudian pada Pemilu 2019, ia berpasangan dengan Sandiaga Uno dan berstatus Calon Presiden.

Dewi fortuna Prabowo terjadi pada Pemilu 2024. Ia resmi terpilih sebagai Presiden RI didampingi oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.

"Tiga kali sudah Rakyat menolak beliau jadi Presiden. Sekalinya Rakyat kasih kesempatan, itu karena kasihan saja lihat beliau yang gagah demi menang," jelasnya.

Tiyo berpendapat soal alasan masyarakat Indonesia dominan memilih Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, hal itu karena dibalut dengan rasa iba.

Ketua BEM UGM Nilai Tugas WNI Lebih Berat

Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto
Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto
Sumber :
  • YouTube/forumkeadilanTV

Ia kembali menyinggung ucapan Buya Yahya. Ia secara gamblang menegaskan, tugas Presiden RI sudah seharusnya dijalani lantaran amanat dari masyarakat Indonesia.

Ia memahami tugas pemimpin berat karena menangani persoalan negara. Namun masyarakat Indonesia yang justru memiliki tugas paling berat.

"Jadi, Presiden itu mungkin berat. Tetapi, ya, lebih berat lagi jadi WNI, to?," sentil Tiyo terhadap Buya Yahya.

Sebelumnya, Buya Yahya menghadiri undangan acara Iftar Ramadhan diadakan Presiden Prabowo Subianto. Acara buka puasa bersama para ulama, tokoh masyarakat hingga Presiden digelar di Istana Negara, Kamis (5/3/2026).

Seusai acara, pengasuh LPD Al-Bahjah, Cirebon ini membicarakan tentang Ramadhan. Bagi Buya Yahya, bulan suci sebagai waktu terbaik terus meningkatkan kebaikan dan kedamaian.

Buya Yahya membicarakan hal itu lantaran situasi dunia sedang mengalami gejolak. Saat ini eskalasi konflik Timur Tengah semakin mencekam sejak Amerika Serikat (AS)-Israel menghujani rudal ke Iran.

Buya Yahya menjelaskan, ketegangan itu membuat Presiden RI mempunyai tugas dan tantangan berat. Ia pun mengajak masyarakat berdoa agar Prabowo menjalani kewajibannya sebaik mungkin.

"Yang penting itu doa, karena jadi Presiden itu tidak gampang, berat," tegas Buya Yahya.

Ia meyakini setiap keputusan besarnya mewakili harapan masyarakat Indonesia. Setiap langkahnya diharapkan mampu memenuhi kepentingan rakyat yang menginginkan masa depan bangsa Indonesia cerah dan damai.

"Kita harus banyak mendoakan pemimpin kita, bagaimana mereka bisa sukses dengan menjalani tugasnya," ucap dia.

Bagi Buya Yahya, doa sebagai energi terbaik agar masyarakat Indonesia hidup diselimuti kedamaian dan kesejahteraan.

"Mendoakan agar beliau sukses, beliau berjaya, umat damai, rakyat juga bahagia," katanya.

Mengenai konflik di Timur Tengah, Buya Yyahya hanya menggantungkan harapannya agar rakyat tetap beraktivitas dengan nyaman dan damai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Indonesia nyaman. Kita bisa menjalankan tugas-tugas, kewajiban secara pribadi, keluarga, dan kemasyarakatan. Kalau ada hal-hal lain yang urusan dengan luar negeri, tentu saja ada yang lebih tahu soal ini," pungkas Buya Yahya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Chris John Dikabarkan Mualaf? Unggahan Koh Hanny Jadi Sorotan Warganet

Chris John Dikabarkan Mualaf? Unggahan Koh Hanny Jadi Sorotan Warganet

Legenda tinju Indonesia, Chris John, dikabarkan mualaf? Unggahan terbaru Hanny Kristianto alias Koh Hanny jadi sorotan warganet.
PDIP Kritik Bobby Nasution soal Kompensasi PLN, Gerindra dan Golkar Bela Gubernur Sumut

PDIP Kritik Bobby Nasution soal Kompensasi PLN, Gerindra dan Golkar Bela Gubernur Sumut

Aksi Gubernur Sumut Bobby Nasution mendatangi PLN Sumut beberapa waktu lalu menjadi perbincangan hangat. Bahkan politisi Gerindra dan Golkar mendukung langkah
Dear Cewek, Pahami Aturan Dasar Sepak Bola Ini biar Makin Seru Pas Nonton Piala Dunia 2026

Dear Cewek, Pahami Aturan Dasar Sepak Bola Ini biar Makin Seru Pas Nonton Piala Dunia 2026

Kini, semakin banyak perempuan yang ikut merasakan demam dan merasa antusias untuk menonton Piala Dunia 2026. Yuk, pahami aturan-aturan berikut ini, ladies!
Soal Dugaan Penerimaan Uang Rp30 Miliar, Dedi Congor Berpeluang Diperiksa KPK Lagi

Soal Dugaan Penerimaan Uang Rp30 Miliar, Dedi Congor Berpeluang Diperiksa KPK Lagi

KPK membuka peluang memeriksa kembali mantan Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Marunda Ahmad Dedi alias Dedi Congor. 
KPK Periksa PNS Bea Cukai dalam Kasus Suap Impor Barang, Tinggal Satu Tersangka di Tahap Penyidikan

KPK Periksa PNS Bea Cukai dalam Kasus Suap Impor Barang, Tinggal Satu Tersangka di Tahap Penyidikan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa seorang saksi yakni Pegawai Negara Sipil (PNS) Bea Cukai, Akhmad Fikri Yahmani terkait kasus dugaan suap importasi barang. 
Ramalan Weton 18 Juni 2026: 5 Weton Berkalung Untung vs 5 Weton Rentan Buntung

Ramalan Weton 18 Juni 2026: 5 Weton Berkalung Untung vs 5 Weton Rentan Buntung

Berikut sepuluh weton yang diprediksi mengalami nasib baik dan buruk esok hari tanggal 18 Juni 2026.

Trending

Misteri Kematian Jance Zebua Belum Terpecahkan, Publik Kritisi Proses Penyidikan

Misteri Kematian Jance Zebua Belum Terpecahkan, Publik Kritisi Proses Penyidikan

Duka masih menyelimuti rumah keluarga Jance Zebua di Desa Hilinaa, Dusun 2, Kecamatan Alasa Talumuzoi, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara (Sumut).
BAM DPR Gelar Rapat Dengar Pendapat Umum, Bahas Permasalahan Kawasan Hutan dan Konflik Agraria

BAM DPR Gelar Rapat Dengar Pendapat Umum, Bahas Permasalahan Kawasan Hutan dan Konflik Agraria

BAM DPR RI menggelar Rapat RDPU bersama para kepala desa dan perangkat desa dari Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kemuning, Indragiri Hilir, Riau.
Komnas HAM Sebut Program MBG Langgar HAM, DPR: Pernyataan Kontradiktif

Komnas HAM Sebut Program MBG Langgar HAM, DPR: Pernyataan Kontradiktif

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menilai pernyataan Komnas HAM soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) terindikasi melanggar HAM adalah tidak tepat.
Luhut Klaim Perlinsos Digital dan Simbara Bisa Buat Negara Hemat Ribuan Triliun: Orang Tidak Bisa Korupsi

Luhut Klaim Perlinsos Digital dan Simbara Bisa Buat Negara Hemat Ribuan Triliun: Orang Tidak Bisa Korupsi

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Panjaitan, menyebut sistem digitalisasi pemerintah melalui Perlinsos Digital dan Simbara bisa membuat hemat ribuan triliun.
Prabowo Tahan Pertalite Tak Naik, B50 Diproyeksi Hemat Devisa Rp157 Triliun dan Serap 2,2 Juta Pekerja

Prabowo Tahan Pertalite Tak Naik, B50 Diproyeksi Hemat Devisa Rp157 Triliun dan Serap 2,2 Juta Pekerja

ESDM menyampaikan pemerintah memilih menahan harga BBM subsidi Pertalite sebagai langkah perlindungan terhadap kelompok masyarakat rentan, seraya mendorong implementasi B50.
Sempat Kabur ke Panipahan, Suami Siri Pembunuh Istri di Dumai Ditangkap Polisi

Sempat Kabur ke Panipahan, Suami Siri Pembunuh Istri di Dumai Ditangkap Polisi

Kepolisian Resor Dumai berhasil mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial Nursafika (30), yang ditemukan tewas bersimbah darah di sebuah pondok kawasan kebun Taman Wisata Alam (TWA), Jalan Abdul Rabkhan, RT 006, Kelurahan Bukit Timah, Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai.
Siapa Yakuza Maneges yang Menyegel Ponpes di Malang?

Siapa Yakuza Maneges yang Menyegel Ponpes di Malang?

Media sosial beberapa waktu lalu dihebohkan dengan kabar, adanya pondok pesantren (Ponpes) di Malang, Jawa Timur disegel organisasi bernama Yakuza Maneges
Selengkapnya

Viral