News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Presiden Iran Minta Maaf Atas Rudal dan Drone yang Beredar, Bermaksud Serang Pangkalan Militer dan Aset AS

Presiden Iran minta maaf kepada negara Teluk setelah serangan rudal dan drone berdampak ke wilayah tetangga. Masoud Pezeshkian jelaskan alasan di balik permintaan maaf tersebut.
Minggu, 8 Maret 2026 - 10:51 WIB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian
Sumber :
  • Reuters-Yonhap

Iran, tvOnenews.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah konflik bersenjata antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel berlangsung lebih dari sepekan. Di tengah situasi tersebut, Presiden Iran minta maaf kepada negara-negara tetangganya di kawasan Teluk setelah serangan rudal dan pesawat nirawak Iran ikut berdampak ke wilayah mereka.

Presiden Iran minta maaf secara langsung disampaikan oleh Masoud Pezeshkian kepada sejumlah negara tetangga yang terdampak serangan militer Iran. Pernyataan tersebut muncul setelah beberapa negara di kawasan Teluk memprotes serangan balasan Iran yang menyasar aset Amerika Serikat di wilayah mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah Presiden Iran minta maaf ini dinilai sebagai upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan dengan negara-negara regional, di tengah perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang masih berlangsung.

Alasan Presiden Iran Minta Maaf kepada Negara Tetangga

Presiden Iran minta maaf karena serangan rudal dan drone yang diluncurkan Iran dalam beberapa hari terakhir turut memengaruhi wilayah negara-negara tetangga di kawasan Teluk.

Serangan tersebut sebenarnya ditujukan ke pangkalan militer dan aset Amerika Serikat di kawasan regional. Namun, beberapa proyektil dan pesawat nirawak Iran dilaporkan melintas atau jatuh di wilayah negara-negara Teluk, sehingga memicu kekhawatiran dan protes dari pemerintah setempat.

Dalam pernyataannya, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tetap ingin menjaga hubungan baik dengan negara-negara tetangganya.

“Saya secara pribadi meminta maaf kepada negara-negara tetangga yang terkena dampak tindakan Iran,” kata Pezeshkian.

Presiden Iran minta maaf juga disampaikan sebagai bentuk penghormatan Iran terhadap prinsip hubungan bertetangga yang baik, serta komitmen terhadap kedaulatan dan integritas wilayah negara lain.

Iran Tegaskan Tidak Ingin Konflik dengan Negara Teluk

Meski Presiden Iran minta maaf atas dampak serangan tersebut, pemerintah Iran menegaskan bahwa target operasi militer mereka bukan negara-negara Teluk.

Serangan Iran diarahkan pada instalasi militer Amerika Serikat yang berada di kawasan tersebut. Hal ini terjadi setelah konflik besar pecah menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.

Kematian Khamenei memicu gelombang serangan balasan dari Iran, termasuk peluncuran rudal dan drone ke berbagai target yang dianggap terkait dengan operasi militer terhadap Iran.

Namun, Presiden Iran minta maaf menegaskan bahwa negaranya tidak ingin membuka konflik baru dengan pemerintah regional di Teluk.

Iran Pilih Diplomasi dan Penangguhan Serangan

Selain Presiden Iran minta maaf, pemerintah Iran juga mengambil langkah lain untuk meredakan ketegangan dengan negara tetangga.

Pezeshkian mengungkapkan bahwa Dewan Kepemimpinan Sementara Iran telah menyetujui penangguhan serangan terhadap negara-negara tetangga.

Keputusan tersebut berlaku dengan satu pengecualian, yakni jika wilayah negara lain digunakan sebagai basis untuk menyerang Iran.

Dengan kata lain, Iran menyatakan tidak akan menargetkan negara Teluk selama wilayah mereka tidak digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

Langkah ini menegaskan bahwa Presiden Iran minta maaf bukan sekadar pernyataan simbolis, tetapi juga diikuti dengan kebijakan untuk menahan eskalasi konflik di kawasan.

Kepemimpinan Iran Berubah Setelah Khamenei Gugur

Situasi politik di Iran juga mengalami perubahan setelah tewasnya Ayatollah Khamenei dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Saat ini, kepemimpinan negara dikendalikan oleh Dewan Kepemimpinan Sementara yang terdiri dari:

  • Presiden Iran Masoud Pezeshkian

  • Ketua Mahkamah Agung Gholam-Hossein Mohseni-Ejei

  • Ulama senior Dewan Penjaga Konstitusi Alireza Arafi

Dewan ini memimpin Iran hingga pemimpin tertinggi baru dipilih oleh Majelis Pakar Iran.

Meski Presiden Iran minta maaf kepada negara tetangga, pemerintah Iran tetap menegaskan bahwa negara tersebut tidak akan menyerah kepada tekanan asing.

Pezeshkian bahkan menyerukan persatuan nasional agar rakyat Iran tetap solid menghadapi konflik yang sedang berlangsung.

AS Peringatkan Serangan Lebih Keras

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi serangan yang lebih keras.

Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak tertarik melakukan negosiasi dengan Iran selama tidak ada penyerahan tanpa syarat dari pihak Teheran.

Ia juga menyebut operasi militer terhadap Iran akan terus berlangsung untuk mempertahankan kepentingan Amerika Serikat di kawasan.

Konflik ini semakin memicu ketegangan global, terutama setelah serangan Iran dan operasi militer Amerika Serikat serta Israel terus terjadi di berbagai wilayah.

Negara Teluk Cegat Rudal dan Drone Iran

Beberapa negara Teluk melaporkan telah mencegat sejumlah rudal dan pesawat nirawak Iran dalam beberapa hari terakhir.

Negara-negara tersebut memperingatkan Iran agar menghentikan serangan yang melintas atau jatuh di wilayah mereka karena dapat memicu kerusakan serta korban jiwa.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa puluhan drone dan rudal Iran sempat mengarah ke wilayah negara Teluk, meski sebagian besar berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.

Situasi ini menjadi salah satu alasan utama mengapa Presiden Iran minta maaf kepada negara-negara tetangga, guna meredakan ketegangan regional yang semakin meningkat.

Konflik Masih Berlanjut di Timur Tengah

Hingga hari kesembilan perang, konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel masih terus berlangsung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Serangan udara dilaporkan terjadi di beberapa wilayah strategis, sementara korban tewas terus bertambah di berbagai negara yang terdampak konflik.

Meski Presiden Iran minta maaf kepada negara tetangga, situasi geopolitik di Timur Tengah masih berada dalam kondisi yang sangat tegang dan belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda dalam waktu dekat. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Statistik Kalah Telak, Nasib Maarten Paes di Ujung Tanduk Usai Ajax Siap Datangkan Kiper Rp186 Miliar dari Jerman

Statistik Kalah Telak, Nasib Maarten Paes di Ujung Tanduk Usai Ajax Siap Datangkan Kiper Rp186 Miliar dari Jerman

Situasi di bawah mistar Ajax mulai memanas jelang bursa transfer musim panas. Nama Maarten Paes yang sempat jadi andalan kini berada di posisi rawan tergeser.
Ramalan Zodiak Cinta 26 April 2026: Aries Perlu Konrol Emosi, Sagitarius Berbunga-bunga

Ramalan Zodiak Cinta 26 April 2026: Aries Perlu Konrol Emosi, Sagitarius Berbunga-bunga

Ramalan cinta 12 zodiak 26 April 2026: ada harapan baru, momen romantis, hingga ujian kepercayaan. Cek peruntungan asmaramu hari ini!
KPK Temukan Dugaan Suap ke Penyelenggara Pemilu, Ada Upaya Manipulasi Suara

KPK Temukan Dugaan Suap ke Penyelenggara Pemilu, Ada Upaya Manipulasi Suara

Selain dugaan suap, KPK juga menyoroti persoalan dalam proses rekrutmen dan seleksi penyelenggara pemilu, baik di tingkat pusat maupun daerah.
5 Rekomendasi Acara Akhir Pekan di Jakarta, dari Festival Jazz hingga Pameran Batik

5 Rekomendasi Acara Akhir Pekan di Jakarta, dari Festival Jazz hingga Pameran Batik

Konsep yang diusung berupaya mendekatkan jazz dengan kehidupan urban dan generasi muda melalui pendekatan yang lebih inklusif dan relevan dengan dinamika kota.
Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

Ia menekankan, kinerja nasional merupakan agregasi dari kinerja pemerintah pusat dan seluruh daerah.
Sempat Tolak Timnas Indonesia, Pemain Berdarah Maluku Ini Kini Berpeluang Bela Turki

Sempat Tolak Timnas Indonesia, Pemain Berdarah Maluku Ini Kini Berpeluang Bela Turki

Jayden Oosterwolde kembali jadi sorotan. Bek berdarah Maluku yang sempat menolak Indonesia ini kini berpeluang besar bela Turki.

Trending

Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Harta kekayaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi suka berbagi kepada warga. Permintaan Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebelum Gedung Sate jadi lokasi perayaan Persib
DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi tak mau kalah dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu.
John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

Kabar melegakan datang dari Slovakia untuk pecinta sepak bola tanah air. Gelandang andalan Timnas Indonesia Marselino Ferdinan akhirnya kembali mencicipi atmosf
Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Peluang Megawati Hangestri untuk reuni dengan Yeum Hye-seon di Red Sparks pada V League musim depan sudah tertutup.
Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Penggemar voli Indonesia ramai-ramai ajak alihkan dukungan ke Hillstate setelah Red Sparks tidak memilih Megawati Hangestri untuk isi kuota pemain Asia V-League
Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Tersimpan kisah menarik mengenai keberanian I Neroverdi dalam berinvestasi di bursa transfer, terutama untuk mendatangkan bek andalan Timnas Indonesia Jay Idzes
FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA siapkan aturan baru izinkan liga main satu laga di luar negeri per musim. Indonesia berpotensi hadirkan laga Liga Inggris hingga Serie A di Tanah Air.
Selengkapnya

Viral