Tragedi Longsor Gunung Sampah Bantargebang Tewaskan 4 Orang, Pramono Sampaikan Duka Cita
- dok. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta
Tragedi longsor ini sendiri terjadi setelah gunungan sampah setinggi sekitar 50 meter di Zona IV TPST Bantargebang runtuh dan menimbun area di sekitarnya.
Empat korban meninggal dunia dalam insiden tersebut telah teridentifikasi, yakni Enda Widayanti (25), Sumini (60), Dedi Sutrisno (22), dan Iwan Supriyatin (40).
Peristiwa tersebut juga memicu sorotan keras dari pemerintah pusat. Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menilai kejadian ini sebagai tanda serius persoalan pengelolaan sampah di Jakarta yang harus segera dibenahi.
Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menegaskan tragedi di Bantargebang tidak seharusnya terjadi jika pengelolaan sampah dilakukan sesuai aturan.
“Kejadian ini seharusnya tidak perlu terjadi jika pengelolaan dilakukan sesuai aturan. TPST Bantargebang harus menjadi pelajaran bagi kita semua untuk segera berbenah demi keselamatan jiwa manusia dan kelestarian lingkungan,” tegas Hanif dalam keterangan tertulis, Senin (9/3/2026).
TPST Bantargebang sendiri telah menampung sekitar 80 juta ton sampah selama 37 tahun. Hal ini menjadikannya salah satu tempat pembuangan sampah terbesar di Indonesia.
Sistem pengelolaan yang masih menggunakan metode open dumping dinilai melanggar Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah karena berisiko terhadap keselamatan lingkungan dan manusia. (agr/nsi)
Load more