News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mahfud MD Malah Bela Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas yang Hina WNI? Singgung Tagar #KaburAjaDulu: Kesetiaan Pada Republik Ini Luntur

Dwi Sasetyaningtyas diketahui merupakan lulusan Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung
Senin, 9 Maret 2026 - 12:53 WIB
Dwi Sasetyaningtyas & Mahfud MD
Sumber :
  • Kolase Instagram/@sasetyaningtyas & Tangkapan layar YouTube Mahfud MD Official

Jakarta, tvOnenews.com - Polemik yang melibatkan alumni beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas, terus meluas. Setelah videonya viral karena menyatakan tidak ingin anak-anaknya berstatus WNI, sejumlah tokoh nasional ikut memberikan reaksi keras.

Dalam video yang beredar di media sosial, Dwi Sasetyaningtyas memperlihatkan dokumen dan paspor yang menunjukkan anaknya telah memperoleh kewarganegaraan Inggris. Ia juga menyampaikan keinginannya agar anak-anaknya memiliki paspor negara lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“I know the world seems unfair. Tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu,” ujarnya dalam unggahan tersebut.

Mahfud MD Mengaku Marah

Pernyataan itu memicu kemarahan mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD. Ia mengaku tersinggung mendengar ucapan tersebut karena dinilai merendahkan negara yang telah memberikan kesempatan pendidikan.

"Saya ikut marah tentu saja ya sebagai Warga Negara Indonesia yang telah apa mencicipi nikmatnya Indonesia ini sesudah merdeka," kata Mahfud MD dikutip dari kanal YouTube pribadinya.

Menurut Mahfud, ucapan Dwi Sasetyaningtyas bertolak belakang dengan nilai yang selama ini ia sampaikan di berbagai forum tentang pentingnya menjaga rasa cinta terhadap Tanah Air.

"Ini tampaknya lelah ini. Saya marah ada orang merasa tidak suka kepada Indonesia padahal dia sendiri itu mendapat kenikmatan karena Indonesia. Mendapat kenikmatan sekolah karena Indonesia. lalu dia melecehkan Indonesia di depan publik dengan begitu parah gitu ya. Begitu begitu menyakitkan bagi kita," jelasnya.

Meski mengecam pernyataan tersebut, Mahfud menilai fenomena seperti ini juga perlu menjadi bahan introspeksi bagi pemerintah. Ia menyinggung adanya rasa frustrasi di sebagian masyarakat terhadap kondisi negara.

Ia bahkan mengaitkan sikap Dwi Sasetyaningtyas dengan narasi kabur saja dulu yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial.

"Kabur aja dulu itu kan sama artinya. Kalau negaranya kayak gini kabur aja dulu kan mirip sebenarnya semangatnya. Kalau di dalam tidak terlayani ya dengan baik sebagai warga negara atau rakyatnya seperti itu ya kabur aja dulu kan begitu," katanya.

Mahfud juga memperingatkan bahwa rasa nasionalisme bisa melemah apabila negara gagal memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Kesetiaan kepada republik ini akan luntur. Rasa cinta kepada bangsa ini akan hilang pelan-pelan kalau negara tidak mampu mengayomi rakyatnya, memfasilitasi hak hidup secara wajar,” tegasnya.

Dukung Sanksi Pemerintah

Meski begitu, Mahfud tetap menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah untuk memberikan sanksi tegas kepada Dwi Sasetyaningtyas dan suaminya, Arya Iwantoro.

"Ya, saya setujulah dengan tindakan pemerintah agar ini di blacklist dia. Tapi pemerintah harus sadar bahwa kerusakan itu sekarang sedang terjadi di mana-mana gitu," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kritik terhadap kebijakan pemerintah tetap sah disampaikan oleh siapa pun, termasuk penerima beasiswa negara. Namun, kritik tersebut seharusnya diarahkan pada kebijakan, bukan pada penghinaan terhadap negara.

Hotman Paris Ikut Geram

Reaksi keras juga datang dari pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. Melalui unggahan di media sosial, ia menilai pernyataan Dwi tidak pantas disampaikan oleh seseorang yang pernah mendapatkan pembiayaan pendidikan dari negara.

"Hei, kamu yang teriak-teriak mengatakan tidak mau anaknya WNI sedangkan kamu, menginjak luar negeri adalah uang dari beasiswa negara. Aku somasi kamu. Hei, kembalikan itu beasiswa, atau kamu minta maaf kepada publik," ujar Hotman.

Hotman menekankan bahwa dana LPDP berasal dari pajak masyarakat, sehingga penerima beasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga sikap.

"Lu tau enggak uang yang menyekolahkan kamu juga, termasuk uang pajak yang dari gue ini juga ada di situ. Uang pajak rakyat. Dari pajak PPh pajak PPN," katanya.

Bahkan, ia mengusulkan kepada Presiden agar kewarganegaraan Dwi Sasetyaningtyas dicabut karena dinilai telah mencoreng nama bangsa.

"Saya usulkan kepada bapak presiden, cabut warga negaranya. Sekali lagi, cabut warga negaranya. Itu sudah menghina bangsa di dunia internasional. Sekali lagi bapak presiden, cabut kewarganegaraan, itu orang yang mengaku anaknya tidak diperbolehkan jadi WNI, sedangkan dia sendiri terima beasiswa LPDP dari negara," ucapnya.

Latar Belakang Dwi Sasetyaningtyas

Dwi Sasetyaningtyas diketahui merupakan lulusan Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister di Delft University of Technology di Belanda melalui program beasiswa LPDP pada 2015 dan menyelesaikan studinya pada 2017.

Selama menjalani masa kontribusi di Indonesia setelah lulus, Dwi Sasetyaningtyas disebut pernah terlibat dalam berbagai kegiatan sosial. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa di antaranya termasuk program penanaman ribuan mangrove di kawasan pesisir, pemberdayaan ekonomi ibu rumah tangga, kegiatan tanggap bencana di Sumatera, hingga pembangunan fasilitas pendidikan di Nusa Tenggara Timur.

Meski demikian, pernyataannya terkait kewarganegaraan anak kini memicu perdebatan luas di masyarakat, terutama karena statusnya sebagai penerima beasiswa yang dibiayai negara.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Viral Video Truk Mengantre Masuk Kapal KM Mutiara Sentosa 2 Sebelum Terbakar, Netizen Doakan Penumpang Selamat

Viral Video Truk Mengantre Masuk Kapal KM Mutiara Sentosa 2 Sebelum Terbakar, Netizen Doakan Penumpang Selamat

Sebelum kabar terbakarnya KM Mutiara Sentosa 2 pada Minggu (2/8) kemarin. Muncul sebuah video yang memperlihatkan penampakan sebelum kejadian.
BP Batam Kawal Persiapan Pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih di Rempang

BP Batam Kawal Persiapan Pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih di Rempang

Pembangunan sekolah yang menjadi program strategis nasional ini mendapat atensi penuh dari Presiden Prabowo Subianto.
Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional Terus Diperkuat

Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional Terus Diperkuat

PT PLN (Persero) terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional melalui penyediaan infrastruktur pengisian daya yang aman, mudah, dan terintegrasi.
Evakuasi KM Mutiara Sentosa II, Kemenhub Kerahkan Kapal Patroli

Evakuasi KM Mutiara Sentosa II, Kemenhub Kerahkan Kapal Patroli

Kapal patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) serta memperkuat koordinasi dengan Basarnas dan instansi terkait dilakukan dalam penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II di Laut Jawa.
Kronologi Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 Diungkap Kemenhub, Empat Orang Dikabarkan Meninggal Dunia

Kronologi Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 Diungkap Kemenhub, Empat Orang Dikabarkan Meninggal Dunia

Sejauh ini Tim SAR Gabungan telah berhasil mengevakuasi ratusan penumpang dan kru kapal. Namun empat orang dikabarkan meninggal dunia dalam insiden kebakaran.
Empat Orang Meninggal dalam Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2, Ratusan Penumpang Lainnya Selamat

Empat Orang Meninggal dalam Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2, Ratusan Penumpang Lainnya Selamat

Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit PH mengatakan data tersebut merupakan perkembangan terbaru hingga Minggu (2/8/2026) pada pukul 15.15 WIB sore kemarin.

Trending

Hasil Pertandingan Timnas Indonesia Abroad Sepekan Penuh: Elkan Baggott Main Rutin di Klub Baru Hingga Kevin Diks Pakai Ban Kapten 

Hasil Pertandingan Timnas Indonesia Abroad Sepekan Penuh: Elkan Baggott Main Rutin di Klub Baru Hingga Kevin Diks Pakai Ban Kapten 

Timnas Indonesia abroad memang berkurang jauh setelah masifnya pemain yang bergabung dengan klub Super League seperti Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen ke Persib Bandung serta Tim Geypens ke Bali United. 
Rekaman CCTV Lagi Marah Besar ke Ruben Onsu Viral, Sarwendah Akhirnya Ungkap Pemicu yang Sebenarnya

Rekaman CCTV Lagi Marah Besar ke Ruben Onsu Viral, Sarwendah Akhirnya Ungkap Pemicu yang Sebenarnya

Rekaman CCTV yang memperlihatkan Sarwendah sedang marah kepada Ruben Onsu masih menjadi perbincangan setelah cuplikan tersebut diungkap oleh pihak mantan suaminya.
Diserbu Hujatan, Denny Sumargo Bongkar Alasan Sebenarnya Mengundang Sarwendah ke Podcast

Diserbu Hujatan, Denny Sumargo Bongkar Alasan Sebenarnya Mengundang Sarwendah ke Podcast

Konten podcast Denny Sumargo bersama Sarwendah masih menjadi perbincangan hangat di media sosial. Netizen turut mempertanyakan mengapa mengundang mantan istri Ruben Onsu itu.
Industri Aesthetic Medicine Indonesia Tumbuh Pesat, Dokter Soroti Perubahan Pola Pikir Pasien

Industri Aesthetic Medicine Indonesia Tumbuh Pesat, Dokter Soroti Perubahan Pola Pikir Pasien

Industri aesthetic medicine di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap perawatan berbasis teknologi yang dinilai lebih aman.
Jadi Laga Hidup dan Mati di Piala AFF 2026, Intip Prediksi Starting Eleven Timnas Indonesia Vs Vietnam

Jadi Laga Hidup dan Mati di Piala AFF 2026, Intip Prediksi Starting Eleven Timnas Indonesia Vs Vietnam

Singapura yang menjadi tim underdog membuat Vietnam wajib meraih poin penuh bagi Timnas Indonesia.
Mulut Dilakban hingga Masih Pakai Mukena, Nenek di Cakung Datangi Kantor Polisi Ngaku Dirampok Tetangga

Mulut Dilakban hingga Masih Pakai Mukena, Nenek di Cakung Datangi Kantor Polisi Ngaku Dirampok Tetangga

Seorang wanita paruh baya berinisial H (61) mendatangi Polsek Cakung dengan kondisi mulut dilakban dan masih memakai mukena. 
Makin Banyak Orang Tinggalkan Facelift Operasi, Ini Alasan Prosedur Minim Invasif Naik Daun

Makin Banyak Orang Tinggalkan Facelift Operasi, Ini Alasan Prosedur Minim Invasif Naik Daun

Jika sebelumnya tindakan bedah kerap menjadi pilihan utama untuk mengatasi kekenduran kulit, kini prosedur minim invasif menjadi preferensi banyak pasien.
Selengkapnya

Viral