GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Skandal Nanas Rp60 Miliar: Eks Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin Terseret Kasus Korupsi Bibit yang Mati Massal

Kasus korupsi Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin terungkap. Proyek bibit nanas Rp60 miliar diduga merugikan negara hingga Rp50 miliar.
Selasa, 10 Maret 2026 - 09:06 WIB
Skandal Nanas Rp60 Miliar: Eks Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin Terseret Kasus Korupsi Bibit yang Mati Massal
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus korupsi yang menyeret Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin mengejutkan publik setelah Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan mengungkap dugaan penyimpangan dalam proyek pengadaan bibit nanas bernilai puluhan miliar rupiah.

Dalam perkara ini, Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin bersama sejumlah pihak lainnya ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi proyek pengadaan bibit nanas yang bersumber dari APBD 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Proyek tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp60 miliar, namun diduga menyebabkan kerugian negara hingga Rp50 miliar.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Didik Farkhan Alisyahdi mengungkapkan, sejak awal proyek tersebut sudah memiliki banyak indikasi pelanggaran hukum.

“Indikasi perbuatan melawan hukumnya banyak. Mulai dari tahap perencanaan,” ujarnya di Makassar.

Proyek Bibit Nanas yang Menyeret Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin

Kasus korupsi yang menjerat Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin berawal dari pengadaan sekitar 4 juta bibit nanas yang direncanakan untuk program pengembangan pertanian.

Namun penyidik menemukan proyek tersebut diduga tidak memiliki perencanaan matang.

Beberapa kejanggalan dalam proyek yang menyeret Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin antara lain:

  • Tidak ada proposal pengajuan hibah

  • Lahan tanam tidak disiapkan sejak awal

  • Tidak tersedia tempat penyimpanan bibit

Akibatnya, ketika bibit nanas didatangkan dalam jumlah besar, sebagian besar tidak dapat ditampung dan akhirnya mati.

Dari total 4 juta bibit nanas, sekitar 3,5 juta bibit dilaporkan mati karena tidak ada tempat penyimpanan yang memadai.

“Perencanaannya tidak ada. Akhirnya 3,5 juta bibit dari empat juta itu mati,” kata Didik.

Kerugian Negara Diduga Tembus Rp50 Miliar

Dalam kasus korupsi yang menyeret Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin, penyidik menemukan kejanggalan besar pada penggunaan anggaran proyek.

Dari total anggaran Rp60 miliar, ternyata hanya sekitar Rp4,5 miliar yang benar-benar digunakan untuk membeli bibit nanas.

Sisa dana lainnya diduga tidak jelas penggunaannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) memperkirakan kerugian negara dalam kasus korupsi yang melibatkan Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin mencapai lebih dari Rp50 miliar.

“Yang jelas realnya dibelikan bibit hanya Rp4,5 miliar. Berarti sekitar Rp50 miliar lebih tersisa,” ungkap Didik.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lebih Besar Pahala Kurban Sapi Bersama 7 Orang atau Kambing Milik Sendiri? Begini Kata Buya Yahya

Lebih Besar Pahala Kurban Sapi Bersama 7 Orang atau Kambing Milik Sendiri? Begini Kata Buya Yahya

Dalam pemilihan hewan kurban, umat muslim memiliki opsi berkurban seekor kambing secara individu atau patungan satu ekor sapi diperuntukkan bagi tujuh orang.
Minim Laporan Korban, Komnas Perempuan Menduga Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Fenomena Gunung Es

Minim Laporan Korban, Komnas Perempuan Menduga Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Fenomena Gunung Es

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menengarai bahwa kasus kekerasan seksual yang terjadi di pondok pesantren merupakan fenomena gunung es. 
Sempat Menolak Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Ini Kini Bangga Kenakan Jersey Garuda hingga Tuai Sorotan Warganet

Sempat Menolak Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Ini Kini Bangga Kenakan Jersey Garuda hingga Tuai Sorotan Warganet

Sempat menolak tawaran membela Timnas Indonesia, Tijjani Reijnders kini justru mencuri perhatian setelah terlihat bangga mengenakan jersey Garuda, momen viral.
Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin ternyata sempat menghubungi Megawati Hangestri terlebih dahulu sebelum akhirnya Mega berlabuh ke Hyundai Hillstate musim depan.
Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Kembalinya Megawati Hangestri ke Liga Voli Korea mendapat sorotan besar dari media Korea. Mereka menyebut perekrutan Megatron sebagai sebuah jackpot bagi klub.
Iran Sebut Tak Minta Konsesi Apa Pun dari AS

Iran Sebut Tak Minta Konsesi Apa Pun dari AS

Iran menyebut tak meminta konsesi apa pun dari AS, melainkan hanya menyerukan penghentian perang dan pembajakan kapal kapalnya.

Trending

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Begini reaksi kapten Red Sparks Yeum Hye-seon setelah sahabatnya Megawati Hangestri memilih gabung Hillstate sekaligus gagal bermain setim lagi musim depan.
Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah adanya kasus dugaan pencabulan dilakukan pengasuh sekaligus pemilik Pondok Pesantren, Ashari di Pati, Jawa Tengah. Kini terjadi pula di Mesuji, Lampung.
News Terpopuler: Modus Pesan Tengah Malam Kiai Cabul Ponpes Pati, hingga Doktrin Ashari Pada Santriwati

News Terpopuler: Modus Pesan Tengah Malam Kiai Cabul Ponpes Pati, hingga Doktrin Ashari Pada Santriwati

Modus pesan oknum Kiai, Ashari pengasuh ponpes di Pati saat tengah malam. Doktrin diberikan tersangka kasus dugaan pencabulan untuk melancarkan aksi bejatnya
Saksi Ceritakan Awal Mula Didirikan Ponpes Ndholo Kusumo oleh Kiai Ashari: Belum Ada Kejanggalan tapi Gerak-geriknya Mencurigakan

Saksi Ceritakan Awal Mula Didirikan Ponpes Ndholo Kusumo oleh Kiai Ashari: Belum Ada Kejanggalan tapi Gerak-geriknya Mencurigakan

Pak Di, saksi yang lebih dari 10 tahun bekerja dengan Kiai Ashari menceritakan awal mula didirikannya Ponpes Ndholo Kusumo Pati sebelum ramai kasus pencabulan.
Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp dibongkar kuasa hukum korban, Ali Yusron, begini isi chat Kiai Ashari ketika minta ditemani tidur oleh santriwati di malam hari.
Sikap KDM Imbas Bentrokan Suporter di Jawa Barat, Minta Bobotoh Tak Selebrasi Berlebihan Usai Persib Kalahkan Persija

Sikap KDM Imbas Bentrokan Suporter di Jawa Barat, Minta Bobotoh Tak Selebrasi Berlebihan Usai Persib Kalahkan Persija

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) minta suporter Persib Bandung, Bobotoh tidak jemawa atas kemenangan Maung Bandung dari Persija Jakarta, Minggu (10/5/2026).
Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Gubernur Malut Sherly Tjoanda tarik nafas panjang setelah melihat anak-anak usia sekolah yang tak pandai berhitung matematika di Desa Gulapapo, Halmahera Timur.
Selengkapnya

Viral