Strategi Baru Lawan Kemiskinan, Penerima PKH Didorong Jadi Anggota Koperasi Merah Putih
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah mulai merancang strategi baru untuk mengangkat keluarga penerima bantuan sosial agar lebih mandiri secara ekonomi. Salah satunya dengan mendorong penerima Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih.
Langkah tersebut merupakan kolaborasi antara Kementerian Sosial dan Kementerian Koperasi dan UKM sebagai upaya mendorong keluarga penerima bantuan naik kelas dan keluar dari jerat kemiskinan.
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul mengatakan, keanggotaan koperasi akan membuka peluang baru bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
“Tentu kita harapkan, ketika nanti Ibu Bapak sekalian menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih, ekonomi keluarga meningkat,” kata Gus Ipul, dalam keterangan tertulis, Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, konsep ini tidak hanya menjadikan masyarakat sebagai penerima bantuan, tetapi juga sebagai bagian dari kegiatan ekonomi produktif. Sebagai anggota koperasi, mereka tidak sekadar membeli kebutuhan, tetapi juga berhak memperoleh manfaat dari sisa hasil usaha setiap tahun.
Gus Ipul menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di tingkat desa.
“Ini bagian dari pemberdayaan. Kita ingin Bapak Ibu tidak hanya berharap bantuan setiap tiga bulan sekali. Diharapkan Bapak Ibu semakin berdaya,” ujarnya kepada para penerima PKH.
Selain membuka akses koperasi, pemerintah juga menjalankan program pemberdayaan ekonomi melalui sektor peternakan. Dalam tahap awal, sejumlah anggota koperasi ditantang untuk memelihara ayam petelur sebagai usaha produktif keluarga.
Sebanyak 100 warga dipilih untuk mengikuti program tersebut dengan bantuan 24 ekor ayam petelur per orang. Program ini juga didukung oleh perusahaan agribisnis Japfa yang menyediakan pakan serta kandang khusus bagi para peserta.
“Kalau nanti berhasil, insyaallah akan dikembangkan kepada yang lainnya. Ini kita coba 100 (orang) dulu ya,” kata Gus Ipul.
Salah satu penerima program, Maemunah (36), warga Desa Gejugjati, mengaku antusias mengikuti program tersebut. Selama ini ia hanya memelihara ayam kampung secara sederhana di rumahnya.
“Disuruh ngrumati. Dipelihara. Nanti telurnya dijual. (Keuntungannya) ditabungkan (di Koperasi Merah Putih),” kata Maemunah.
Load more