Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Letusan Capai 600 Meter di Atas Puncak
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami empat kali erupsi dengan tinggi letusan mencapai 600 meter di atas puncak pada Kamis.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.27 WIB dengan visual letusan tidak teramati, dan pada pukul 00.31 WIB terjadi erupsi kembali dengan visual letusan tidak teramati.
"Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 05.28 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 4.276 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, mengutip Antara pada Kamis.
Dia mengatakan, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara.
Hanya berselang 18 menit, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi keempat kalinya yakni pada pukul 05.46 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 300 meter di atas puncak (3.976 mdpl).
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara," tuturnya.
Liswanto menjelaskan Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, kata dia, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.
Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," tutupnya.(ant/ree)
Load more