Mudik Lebaran 2026, Rafflesia Group Siapkan Operasional Tol Jawa–Sumatra dan Diskon Tarif 30 Persen
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com — Menyambut arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, Rafflesia Group memperkuat kesiapan operasional di seluruh ruas tol yang dikelolanya di jaringan Trans Jawa dan Trans Sumatra. Langkah ini dilakukan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik.
Melalui tema “Mudik ASIK, Aman Selamat Ingat Keluarga”, Rafflesia memfokuskan penguatan layanan operasional, manajemen lalu lintas terpadu, serta optimalisasi fasilitas pendukung guna memastikan perjalanan yang aman, lancar, dan nyaman bagi pengguna jalan.
Kesiapan ini juga menyesuaikan kebijakan pemerintah terkait penerapan Work From Anywhere serta pemberian diskon tarif tol sebesar 30 persen, yang diperkirakan akan memengaruhi pola pergerakan dan menggeser puncak arus mudik maupun arus balik.
Berdasarkan proyeksi trafik, pada jaringan Trans Jawa, ruas Kanci–Pejagan diperkirakan melayani sekitar 1,4 juta kendaraan, sementara ruas Pejagan–Pemalang diproyeksikan mencapai 1,1 juta kendaraan selama periode mudik Lebaran.
Sementara itu di jaringan Trans Sumatra, ruas Bakauheni–Terbanggi Besar diperkirakan melayani sekitar 900 ribu kendaraan, dan ruas Medan–Binjai diproyeksikan mencapai 600 ribu kendaraan selama periode yang sama.
CEO Rafflesia Group, Moh. Adhi Resza, mengatakan peningkatan mobilitas masyarakat saat Lebaran telah diantisipasi melalui kesiapan operasional di seluruh ruas tol yang dikelola perusahaan.
“Lebaran merupakan momentum mobilitas masyarakat dalam skala besar. Oleh karena itu, dibutuhkan persiapan yang optimal dan koordinasi menyeluruh dengan seluruh stakeholder terkait. Kami memastikan seluruh ruas tol Rafflesia berada dalam kondisi baik agar perjalanan masyarakat dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman,” ujarnya.
Diskon Tarif Tol 30 Persen
Sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran arus lalu lintas sekaligus memberikan manfaat langsung kepada pengguna jalan, Rafflesia Group memberlakukan diskon tarif tol sebesar 30 persen pada periode tertentu selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Ruas Bakauheni – Terbanggi Besar
• Arus mudik: berlaku 15 Maret 2026 (07.00 WIB) hingga 17 Maret 2025 (07.00 WIB) untuk perjalanan dari GT Bakauheni Selatan sampai GT Kayu Agung.
• Arus balik: berlaku 26 Maret 2026 (07.00 WIB) hingga 28 Maret 2026 (07.00 WIB) untuk arah sebaliknya.
Ruas Kanci – Pejagan – Pemalang
• Arus mudik: berlaku 15 Maret 2026 (05.00 WIB) hingga 17 Maret 2025 (05.00 WIB) untuk perjalanan menerus dari GT Cikampek Utama sampai GT Kalikangkung.
• Arus balik: berlaku 26 Maret 2026 (05.00 WIB) hingga 28 Maret 2026 (05.00 WIB) untuk arah sebaliknya.
Potongan tarif tidak berlaku apabila transaksi dilakukan dengan saldo uang elektronik yang tidak mencukupi atau apabila sistem tidak dapat membaca asal perjalanan dan golongan kendaraan.
Rest Area dan Fasilitas Kendaraan Listrik Disiagakan
Seluruh rest area di ruas tol yang dikelola Rafflesia Group juga disiapkan untuk mendukung kenyamanan pengguna jalan selama periode mudik Lebaran. Fasilitas yang tersedia antara lain SPBU serta Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk melayani kendaraan konvensional maupun kendaraan listrik.
Khusus di Rest Area KM 229B ruas Trans Jawa, tersedia SPKLU Center dengan kapasitas terbesar di jaringan jalan tol. Fasilitas ini dilengkapi 14 unit SPKLU dengan 26 nozzle yang memiliki empat metode pengisian, yaitu Ultra Fast Charging, Fast Charging, Medium Charging, dan Standard Charging, guna mengantisipasi peningkatan penggunaan kendaraan listrik selama periode mudik.
Selain itu, rest area juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti toilet, masjid atau musala, area parkir, layanan top up kartu elektronik, tenant UMKM, mini market, posko kesehatan, bengkel, serta petugas keamanan yang siaga 24 jam.
Adhi Resza menambahkan, rest area menjadi titik penting untuk mengurangi kelelahan pengemudi selama perjalanan jauh.
“Kami memahami bahwa rest area adalah titik krusial untuk mengurangi kelelahan pengemudi. Oleh karena itu, kami telah menyiapkan posko kesehatan, bengkel siaga, hingga memastikan pasokan BBM di SPBU tetap aman melalui kolaborasi lintas instansi pada 22 rest area yang berada di tol kami,” katanya.
Skema Delay System Menuju Pelabuhan Bakauheni
Selain memanfaatkan rest area di dalam tol, pengguna jalan juga dapat menggunakan fasilitas di luar tol seperti SPBU, rumah makan, maupun destinasi wisata di sekitar koridor jalan tol sebagai alternatif tempat beristirahat.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan menuju penyeberangan, Rafflesia bersama Kepolisian dan ASDP juga menerapkan skema Delay System pada kantong parkir di rest area KM 87B, KM 49B, dan KM 20B menuju Pelabuhan Bakauheni.
Strategi ini diterapkan sebagai langkah preventif untuk mengurangi kepadatan di area pelabuhan melalui pengaturan ritme arus kendaraan secara lebih terukur.
Rafflesia Group juga mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, serta memastikan saldo uang elektronik mencukupi sebelum memasuki jalan tol.
Load more