News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Orang Tua Siswa Ungkap Kejanggalan Pencabutan Izin SMK IDN Bogor, Pertanyakan Proses Keputusan yang Dinilai Mendadak

Orang tua siswa SMK IDN Bogor menyoroti sejumlah kejanggalan dalam proses pencabutan izin sekolah, termasuk waktu pengumuman keputusan yang dinilai mendadak.
Jumat, 13 Maret 2026 - 13:54 WIB
Sejumlah wali murid SMK Islamic Development Network (IDN) Boarding School Bogor mengadukan permasalahannya di Bale Pananggeuhan Gedung Sate Bandung, Selasa (10/3).
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Keputusan pembatalan izin operasional SMK IDN di Bogor, Jawa Barat, memicu kekhawatiran besar di kalangan orang tua siswa. Selain memikirkan nasib pendidikan anak-anak mereka, para orang tua juga menyoroti sejumlah kejanggalan dalam proses pengambilan keputusan yang berujung pada pencabutan izin sekolah tersebut.

Melalui komite orang tua siswa, berbagai pertanyaan muncul terkait mekanisme, waktu penyampaian keputusan, hingga proses komunikasi yang dinilai tidak transparan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Komite SMK IDN, Eko, menyampaikan bahwa lebih dari 500 siswa kini terdampak langsung akibat keputusan tersebut. Para orang tua berharap pemerintah dapat memberikan penjelasan yang lebih terbuka serta mempertimbangkan kembali dampak besar yang ditimbulkan.

Orang Tua Soroti Waktu Penyampaian Keputusan

Salah satu hal yang dipertanyakan oleh orang tua siswa adalah waktu penyampaian keputusan pembatalan izin operasional sekolah.

Berdasarkan informasi yang diterima komite, keputusan gubernur mengenai pencabutan izin SMK IDN disebut telah ditandatangani pada 19 Januari 2026.

Namun keputusan tersebut baru disampaikan kepada pihak sekolah pada awal Maret 2026.

Menurut orang tua siswa, rentang waktu tersebut menimbulkan pertanyaan karena sekolah dinilai tidak memiliki kesempatan cukup untuk memberikan klarifikasi ataupun menyampaikan sanggahan sebelum keputusan itu berlaku.

“Informasi yang kami terima menyebutkan keputusan sudah ditandatangani pada Januari, tetapi pemberitahuannya baru diterima pada Maret,” ungkap perwakilan komite orang tua.

Situasi ini membuat pihak sekolah dinilai memiliki waktu yang sangat terbatas untuk merespons kebijakan tersebut.

Pertemuan Februari Dinilai Membingungkan

Orang tua siswa juga menyoroti pertemuan yang berlangsung pada 5 Februari 2026 bersama Cabang Dinas Pendidikan.

Dalam pertemuan tersebut, pembahasan yang disampaikan masih menggunakan asumsi bahwa keputusan gubernur “akan diterbitkan”.

Padahal, menurut informasi yang kemudian beredar, keputusan tersebut disebut telah ditandatangani sebelumnya pada 19 Januari 2026.

Hal ini menimbulkan kebingungan di kalangan orang tua karena materi pertemuan dinilai masih menggunakan skenario kemungkinan.

Selain itu, bahasa dalam surat undangan rapat juga dinilai kurang jelas.

Orang tua menilai seharusnya surat resmi dari lembaga pemerintahan menggunakan redaksi yang tegas dan tidak menimbulkan kesan spekulatif.

Akses DAPODIK Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan

Kejanggalan lain yang dirasakan oleh orang tua siswa berkaitan dengan penonaktifan akses sistem Data Pokok Pendidikan atau DAPODIK.

Menurut komite orang tua, akses DAPODIK sekolah diketahui telah dinonaktifkan sejak 28 November 2025.

Namun langkah tersebut disebut dilakukan tanpa adanya pemberitahuan resmi kepada pihak sekolah maupun komite orang tua.

Penonaktifan sistem ini sempat menimbulkan kekhawatiran karena bertepatan dengan proses penting bagi siswa kelas XII, termasuk pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Setelah dilakukan komunikasi lebih lanjut, akses DAPODIK akhirnya kembali dibuka sehingga siswa dapat melanjutkan proses pendaftaran.

Waktu Keputusan Dinilai Tidak Tepat

Selain proses administrasi, orang tua juga menyoroti waktu penyampaian keputusan pencabutan izin sekolah.

Keputusan tersebut disampaikan pada periode yang dianggap sangat sensitif dalam kalender pendidikan.

Beberapa momen penting yang sedang berlangsung saat keputusan diumumkan antara lain:

  • Masa ujian siswa kelas XII

  • Proses seleksi masuk perguruan tinggi

  • Bulan Ramadhan yang mendekati libur panjang Idul Fitri

  • Persiapan ujian semester bagi siswa kelas X dan XI

  • Persiapan Praktik Kerja Lapangan (PKL) untuk siswa kelas XI

Kondisi tersebut membuat proses belajar mengajar di sekolah terganggu.

Para orang tua menilai waktu pengumuman keputusan tersebut memberikan tekanan besar kepada siswa yang sedang menghadapi tahapan penting dalam pendidikan mereka.

Orang Tua Mengaku Tidak Dilibatkan

Kejanggalan lain yang dirasakan oleh para orang tua adalah minimnya keterlibatan mereka dalam proses pengambilan keputusan.

Sebagian besar orang tua menyatakan belum pernah dimintai keterangan atau diajak berdiskusi sebelum keputusan pembatalan izin operasional sekolah ditetapkan.

Padahal keputusan tersebut berdampak langsung terhadap masa depan pendidikan anak-anak mereka.

Hal ini menimbulkan rasa kecewa sekaligus kekhawatiran di kalangan orang tua siswa.

Dampak Besar bagi Siswa dan Sekolah

Pembatalan izin operasional SMK IDN disebut membawa dampak serius bagi lebih dari 500 siswa yang saat ini masih menjalani proses pendidikan di sekolah tersebut.

Beberapa dampak yang dirasakan antara lain:

  • Tekanan psikologis pada siswa akibat ketidakpastian masa depan pendidikan

  • Terganggunya kegiatan belajar mengajar yang sedang berjalan

  • Menurunnya konsentrasi guru dalam menjalankan proses pendidikan

  • Kekhawatiran orang tua terkait kelanjutan sekolah anak-anak mereka

  • Potensi pemutusan hubungan kerja bagi tenaga pendidik dan staf sekolah

Sebagian guru bahkan disebut telah memilih mengundurkan diri akibat ketidakpastian yang terjadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para orang tua kini berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap persoalan ini.

Mereka berharap ada solusi yang dapat menjamin keberlangsungan pendidikan anak-anak mereka agar tidak menjadi korban dari proses administratif yang masih diperdebatkan.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Niat Menolong Berujung Petaka, Pemuda di Salatiga Terjatuh ke Jurang saat Hendak Menyelamatkan Warga

Niat Menolong Berujung Petaka, Pemuda di Salatiga Terjatuh ke Jurang saat Hendak Menyelamatkan Warga

Seorang pemuda justru menjadi korban setelah berniat menolong warga yang lebih dulu terjatuh ke dasar jurang di kawasan Kembang Arum, Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Rabu (29/4/2026) petang.
Pratama Arhan Raih Gelar Sajana dari Udinus Semarang, Singgung Perjuangan Almarhum Sang Ayah Saat Wisuda

Pratama Arhan Raih Gelar Sajana dari Udinus Semarang, Singgung Perjuangan Almarhum Sang Ayah Saat Wisuda

Bintang sepak bola Timnas Indonesia Pratama Arhan resmi menyandang gelar Sarjana Manajemen (SM) dan diwisuda bersama 401 wisudawan lainnya dari Udinus Semarang.
Jadwal Super League 2025-2026 Malam Ini: Misi Wajib Menang Persib Bandung demi Gelar Juara

Jadwal Super League 2025-2026 Malam Ini: Misi Wajib Menang Persib Bandung demi Gelar Juara

Persib Bandung wajib meraih kemenangan pada laga lanjutan Super League 2025-2026, Kamis (30/4/2026) malam ini WIB. Mereka akan bertandang ke markas Bhayangkara FC.
Kejurnas Akuatik 2026 Cetak Sejarah, Tiga Rekor Nasional Pecah di Hari Kedua

Kejurnas Akuatik 2026 Cetak Sejarah, Tiga Rekor Nasional Pecah di Hari Kedua

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Akuatik 2026 mencatatkan sejarah usai tiga rekor nasional (rekornas) resmi terpecahkan di hari kedua, Rabu (29/4/2026).
Kemendag Terbitkan Aturan Baru Soal Pembatasan Impor Pertanian

Kemendag Terbitkan Aturan Baru Soal Pembatasan Impor Pertanian

Kemendag menerbitkan regulasi baru melalui Permendag Nomor 11 Tahun 2026, yang mengatur impor sejumlah komoditas pertanian guna mendukung program swasembada pangan.
Emas Rontok Serempak! Harga Antam, UBS, hingga Galeri24 Tersungkur Pagi Ini

Emas Rontok Serempak! Harga Antam, UBS, hingga Galeri24 Tersungkur Pagi Ini

Berikut daftar lengkap harga emas masing-masing produk di Pegadaian pada Kamis (30/4/2026):

Trending

Pratama Arhan Raih Gelar Sajana dari Udinus Semarang, Singgung Perjuangan Almarhum Sang Ayah Saat Wisuda

Pratama Arhan Raih Gelar Sajana dari Udinus Semarang, Singgung Perjuangan Almarhum Sang Ayah Saat Wisuda

Bintang sepak bola Timnas Indonesia Pratama Arhan resmi menyandang gelar Sarjana Manajemen (SM) dan diwisuda bersama 401 wisudawan lainnya dari Udinus Semarang.
Dua Musim Bersinar Bersama Red Sparks, Megawati Hangestri Siap Kembali Jadi Ancaman di Liga Voli Korea?

Dua Musim Bersinar Bersama Red Sparks, Megawati Hangestri Siap Kembali Jadi Ancaman di Liga Voli Korea?

Lebih dari sekadar pulih, keputusan Megawati Hangestri kembali ke liga voli Korea juga didorong oleh ambisi yang belum tuntas. Dua musim bersama Red Sparks
Tak Tanggung-tanggung Jamin Keselamatan Publik, KDM Desak Polisi Tindak Ormas Penguasa Pintu Kereta Api

Tak Tanggung-tanggung Jamin Keselamatan Publik, KDM Desak Polisi Tindak Ormas Penguasa Pintu Kereta Api

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM, secara tegas mendesak polisi untuk tindak tegas dan menertibkan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang
Jalan Diponegoro Bandung Ditutup? Dedi Mulyadi Tak Habir Pikir Pemasangan Spanduk Penutupan Tanpa Izin Gubernur

Jalan Diponegoro Bandung Ditutup? Dedi Mulyadi Tak Habir Pikir Pemasangan Spanduk Penutupan Tanpa Izin Gubernur

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) tidak memperintahkan pemasangan spanduk penutupan Jalan Diponegoro, Kota Bandung pada 30 April hingga 7 Agustus 2026.
Timnas Indonesia Bisa Terancam di ASEAN Cup 2026, Diam-diam AFF Mau Ajak Australia untuk Gabung Turnamen

Timnas Indonesia Bisa Terancam di ASEAN Cup 2026, Diam-diam AFF Mau Ajak Australia untuk Gabung Turnamen

Posisi Timnas Indonesia untuk menyabet gelar juara ASEAN Cup pertama kali dalam sejarah tampak terancam dengan pertimbangan AFF untuk mengajak Australia gabung.
Tolak Bela Timnas Indonesia, Winger Berdarah Surabaya Rp86 Miliar Kini Jadi Rebutan Ajax dan Klub Elite Inggris

Tolak Bela Timnas Indonesia, Winger Berdarah Surabaya Rp86 Miliar Kini Jadi Rebutan Ajax dan Klub Elite Inggris

Nama Million Manhoef kembali mencuri perhatian. Winger yang pernah tolak bela Timnas Indonesia itu kini jadi buruan klub Eropa, termasuk raksasa Belanda, Ajax.
Minta Maaf Soal Pernyataan Usulan Gerbong KRL Perempuan Dipindah ke Tengah, Menteri PPPA: Saya Mohon Maaf Sebesar-besarnya

Minta Maaf Soal Pernyataan Usulan Gerbong KRL Perempuan Dipindah ke Tengah, Menteri PPPA: Saya Mohon Maaf Sebesar-besarnya

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, secara terbuka menyampaikan penyesalannya atas pernyataan yang dinilai kurang tepat setelah peristiwa kecelakaan kereta api di Bekasi.
Selengkapnya

Viral