Yusril Minta Polri Cepat Bongkar Otak Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus
- Tangkapan Layar Instagram @podcastseninsore
Ia menegaskan bahwa para aktivis HAM bekerja untuk kepentingan masyarakat dan negara, sehingga tindakan kekerasan terhadap mereka tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun.
Menurut Yusril, demokrasi menuntut adanya ruang perbedaan pendapat yang harus dihormati oleh semua pihak.
“Dalam demokrasi, setiap orang hendaknya berpegang pada prinsip menghormati perbedaan dan keragaman karena semua berbuat untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan pribadi,” kata Yusril.
Ia menambahkan bahwa kekerasan tidak boleh menjadi cara untuk merespons perbedaan pandangan dalam kehidupan demokrasi.
Pemerintah Tegaskan Tidak Toleransi Kekerasan
Yusril juga menekankan bahwa pemerintah memiliki komitmen kuat dalam menjaga supremasi hukum serta perlindungan terhadap hak asasi manusia.
Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen tinggi terhadap penegakan hukum dan demokrasi di Indonesia.
Menurut Yusril, pemerintah tidak akan mentoleransi tindakan kekerasan terhadap siapa pun, termasuk aktivis yang memiliki pandangan berbeda dengan pemerintah.
Ia mencontohkan bagaimana Presiden kerap membuka ruang dialog dengan berbagai pihak, termasuk mereka yang memiliki pandangan kritis terhadap kebijakan pemerintah.
“Presiden juga mengundang mereka yang sering berbeda pendapat dengan pemerintah untuk berdialog secara terbuka di Istana,” ujar Yusril.
Karena itu, ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap aktivis tidak memiliki tempat dalam sistem demokrasi.
Kronologi Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus
Sebelumnya, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal pada Kamis (12/3/2026) malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.37 WIB ketika Andrie sedang mengendarai sepeda motor di kawasan Jalan Salemba I–Talang, Senen, Jakarta Pusat.
Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan bahwa dua pelaku yang mengendarai sepeda motor menghampiri korban dari arah berlawanan.
Adapun ciri-ciri pelaku yang dilaporkan antara lain:
-
Pelaku pertama (pengendara motor):
-
Mengenakan kaus kombinasi putih dan biru
-
Celana gelap diduga berbahan jeans
-
Helm berwarna hitam
-
-
Pelaku kedua (pembonceng):
-
Mengenakan penutup wajah atau buff hitam
-
Kaos biru tua
-
Celana jeans biru yang dilipat pendek
-
Motor yang digunakan para pelaku diduga merupakan Honda Beat keluaran tahun 2016 hingga 2021.
Load more