Arab Saudi Pilih Jalur Diplomasi di Tengah Konflik Iran, Tegaskan Tahan Diri dan Jaga Stabilitas Timur Tengah
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Arab Saudi menegaskan terus mengambil langkah-langkah diplomatik untuk meredakan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang belakangan memanas. Kerajaan Saudi memilih jalur diplomasi serta menahan diri dari aksi militer guna mencegah situasi semakin memburuk.
Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amudi, mengatakan bahwa berbagai upaya diplomatik sedang dilakukan oleh pemerintahnya untuk menurunkan ketegangan yang terjadi.
“Upaya-upaya diplomatik sedang dilakukan dan terus dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi,” kata Faisal dalam acara buka puasa bersama dengan insan pers Indonesia di Jakarta, Jumat (14/3/2026) malam.
Menurutnya, pendekatan diplomasi dipilih sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas kawasan sekaligus menghindari konflik yang lebih luas.
Saudi Pilih Menahan Diri dari Serangan Balasan ke Iran
Di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, Arab Saudi menegaskan sikap menahan diri dan tidak melakukan serangan balasan terhadap Iran.
Faisal mengatakan pemerintah Saudi berkomitmen menyelesaikan konflik melalui pendekatan damai dan dialog antarnegara.
“Kami berprinsip untuk menahan diri. Kami berusaha agar persoalan ini bisa diselesaikan secara tenang dan damai,” ujarnya.
Sikap tersebut diambil untuk mencegah konflik berkembang menjadi perang terbuka yang dapat mengganggu stabilitas kawasan serta berdampak luas pada ekonomi global.
Saudi Tegaskan Wilayahnya Tidak Digunakan untuk Menyerang Iran
Duta Besar Faisal juga menegaskan bahwa sejak awal konflik terjadi, pemerintah Arab Saudi sudah menyampaikan kepada Iran bahwa wilayah Saudi tidak akan digunakan sebagai basis serangan terhadap negara tersebut.
Menurutnya, posisi tersebut menunjukkan komitmen Saudi untuk tidak terlibat langsung dalam konflik militer yang terjadi.
Ia juga menyinggung bahwa serangan awal terhadap Iran dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah Saudi juga menyampaikan kecaman terhadap tindakan militer yang dilakukan oleh Israel.
“Kami tahu bahwa pertama serangan itu dilakukan oleh Amerika dan Israel terhadap Iran. Dalam kesempatan ini Pemerintah Saudi mengecam tindakan yang dilakukan oleh Israel,” katanya.
Serangan Iran ke Negara Teluk Picu Ketegangan
Meski Saudi memilih menahan diri, Iran disebut tetap melancarkan serangan balasan ke sejumlah negara di kawasan Teluk, termasuk Arab Saudi.
Serangan tersebut dilaporkan menyasar sejumlah fasilitas publik serta fasilitas politik penting di wilayah negara-negara Teluk.
Menurut Faisal, tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip hubungan bertetangga yang baik serta melanggar hukum internasional.
Ia menilai serangan tersebut juga tidak sejalan dengan prinsip-prinsip yang selama ini dijunjung oleh masyarakat internasional dalam menjaga stabilitas kawasan.
Saudi Upayakan Stabilitas Harga Minyak Dunia
Selain fokus meredakan konflik, Arab Saudi juga memperhatikan dampak ketegangan Timur Tengah terhadap stabilitas ekonomi global, khususnya sektor energi.
Ketegangan geopolitik di kawasan tersebut diketahui dapat memengaruhi harga minyak dunia.
Faisal mengatakan Saudi akan mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga energi di tengah situasi yang tidak menentu.
“Pada prinsipnya tentu kami akan berusaha untuk menstabilkan harga tersebut, karena kami tahu bahwa perang pasti berdampak terhadap ekonomi ataupun energi,” ujarnya.
Sebagai salah satu produsen minyak terbesar di dunia, langkah Saudi dinilai memiliki pengaruh penting terhadap stabilitas pasar energi global.
Persiapan Haji Tetap Berjalan Normal
Di tengah situasi geopolitik yang memanas, pemerintah Arab Saudi memastikan bahwa persiapan ibadah haji tetap berjalan normal sesuai rencana.
Faisal menegaskan bahwa kondisi keamanan di Arab Saudi tetap aman dan stabil sehingga tidak mempengaruhi agenda penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
“Insya Allah persiapan berjalan lancar sesuai dengan rencana dan tidak ada dampak apa pun,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa penerbangan yang membawa jemaah haji ke Arab Saudi akan tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Saudi Imbau Jemaah Indonesia Tidak Khawatir
Duta Besar Faisal turut mengimbau masyarakat Indonesia, khususnya calon jemaah haji, agar tidak khawatir terhadap situasi di Timur Tengah.
Menurutnya, pemerintah Saudi menjamin keamanan serta kelancaran penyelenggaraan ibadah haji.
Ia memastikan seluruh fasilitas dan persiapan yang diperlukan untuk menyambut jemaah haji tetap berjalan sesuai perencanaan.
Dengan demikian, jemaah haji dari Indonesia diharapkan tetap dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan nyaman.
Diplomasi Jadi Kunci Redam Konflik Kawasan
Sikap Arab Saudi yang memilih jalur diplomasi serta menahan diri dari eskalasi militer menjadi salah satu langkah penting dalam meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Upaya tersebut diharapkan dapat membuka ruang dialog antara negara-negara yang terlibat konflik sehingga stabilitas kawasan dapat kembali terjaga.
Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, pendekatan diplomasi dinilai menjadi kunci untuk mencegah konflik yang lebih luas serta menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan global. (ant/nsp)
Load more