Prabowo Benahi Sekolah Transmigrasi, 454 Toilet Dibangun dan 478 Sekolah Direvitalisasi
- Abdul Gani Siregar/tvOnenews
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto mulai mempercepat pembenahan fasilitas pendidikan dasar di kawasan transmigrasi di berbagai wilayah Indonesia.
Fokus utama program ini adalah pembangunan sanitasi sekolah serta revitalisasi bangunan pendidikan yang selama ini berada dalam kondisi memprihatinkan.
Program yang dijalankan melalui Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia tersebut menargetkan perbaikan fasilitas dasar seperti toilet, sarana air bersih, hingga renovasi bangunan sekolah agar lebih layak digunakan oleh siswa di daerah terpencil.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa kualitas fasilitas pendidikan merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Begitu banyak sekolah-sekolah yang rusak, padahal kalau kita buka-bukaan anggaranya ada, bagaimana bisa satu sekolah toiletnya hanya satu, WCnya satu, bagaimana bisa?. Karena itu sekolah harus bagus, harus bersih, tidak boleh ada sekolah yang atapnya runtuh dan tidak boleh ada sekolah yang tidak memiliki WC untuk anak-anaknya,” kata Prabowo, dalam keterangan tertulis, Minggu (15/3/2026).
Data terbaru per 15 Maret 2026 menunjukkan pemerintah telah membangun sebanyak 454 unit toilet dan sarana air bersih di 27 provinsi. Program tersebut mencakup 122 kabupaten, 231 kecamatan, dan 399 desa yang tersebar di kawasan transmigrasi.
Tidak hanya memperbaiki sanitasi, pemerintah juga mempercepat revitalisasi bangunan sekolah. Hingga kini tercatat 478 sekolah telah direnovasi di 27 provinsi, meliputi 114 kabupaten, 218 kecamatan, dan 406 desa yang berada di 129 kawasan transmigrasi.
Perbaikan yang dilakukan mencakup ruang kelas, atap bangunan, pengecatan ulang, hingga fasilitas pendukung pembelajaran.
Di wilayah Sumatra, pembangunan 123 unit toilet dan sarana air bersih membawa perubahan signifikan bagi sejumlah sekolah yang sebelumnya masih menggunakan fasilitas sanitasi sangat sederhana seperti ember, gayung, hingga toilet jongkok darurat. Kini fasilitas tersebut telah diganti dengan toilet duduk yang lebih bersih dan layak.
Revitalisasi sekolah di wilayah ini juga membuat bangunan yang sebelumnya kusam dengan cat terkelupas dan atap berlubang berubah menjadi lebih rapi dan nyaman digunakan, bahkan menyerupai bangunan sekolah baru.
Di Kalimantan, pemerintah membangun 70 unit toilet dan sarana air bersih yang menjadi fasilitas sanitasi pertama bagi beberapa sekolah di kawasan transmigrasi. Selain itu, revitalisasi dilakukan di 72 sekolah sehingga para siswa tidak lagi belajar di ruang kelas yang bocor saat hujan.
Sementara itu di Sulawesi, program tersebut menjangkau pembangunan 158 unit fasilitas sanitasi sekaligus revitalisasi 155 sekolah.
Program perbaikan fasilitas pendidikan ini juga menjangkau wilayah timur Indonesia. Di Maluku, pemerintah membangun 22 unit toilet dan sarana air bersih serta merevitalisasi 47 sekolah.
Di wilayah Nusa Tenggara, pembangunan sanitasi dilakukan di 57 lokasi dengan perbaikan bangunan di 51 sekolah. Sementara itu di Papua, pemerintah membangun 24 unit fasilitas sanitasi dan merevitalisasi 32 sekolah.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembenahan sekolah di seluruh Indonesia menjadi prioritas penting dalam pembangunan nasional.
“Pendidikanlah yang menentukan apakah negara ini menjadi negara miskin atau negara yang baik untuk rakyatnya. Karena itu kita harus memperbaiki sebanyak-banyak sekolah di seluruh Indonesia secepat mungkin,” tambah Prabowo.
Pemerintah berharap, perbaikan fasilitas pendidikan di kawasan transmigrasi dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih bersih, aman, dan layak bagi siswa. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas pendidikan nasional. (agr/iwh)
Load more