News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Momen Wamen HAM Terjebak di Tengah Konflik Timur Tengah, Jalani Ramadan di Bawah Ancaman Rudal

Ramadan tahun ini menjadi pengalaman yang tak akan mudah dilupakan oleh Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) RI, Mugiyanto Sipin. Niatnya untuk berangkat
Senin, 16 Maret 2026 - 01:02 WIB
Momen Wamen HAM RI Terjebak di Tengah Konflik Timur Tengah, Jalani Ramadan di Bawah Ancaman Rudal
Sumber :
  • tvOnenews - Rika Pangesti

Jakarta, tvOnenews.com Ramadan tahun ini menjadi pengalaman yang tak akan mudah dilupakan oleh Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) RI, Mugiyanto Sipin.

Niatnya untuk berangkat menghadiri Sidang Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Kota Jenewa, Swiss justru membawanya pada situasi yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mugiyanto terjebak di tengah ketegangan perang di kawasan Timur Tengah.

Perjalanan itu dimulai pada 27 Februari 2026. Mugiyanto bersama Direktur Kepatuhan HAM Kementerian HAM, Siti Fajar Ningrum, bertolak dari Jakarta menuju Jenewa untuk menghadiri Sidang Dewan HAM PBB ke-61.

Indonesia memang memiliki peran penting dalam sidang tersebut. Tahun ini Indonesia menjadi Presiden Dewan HAM PBB melalui Perwakilan Tetap RI di Jenewa. 

Indonesia memimpin seluruh sidang dan proses Dewan HAM PBB sepanjang tahun 2026 dengan tema "A Presidency for All".

Namun perjalanan menuju Jenewa berubah arah ketika pesawat yang mereka tumpangi dari Doha menuju Swiss tiba-tiba dihentikan di udara.

Saat itu pesawat baru sekitar setengah jam terbang dan berada di atas wilayah Bahrain.

“Tiba-tiba pilot dari ruang kokpit mengumumkan kepada penumpang bahwa penerbangan tidak bisa dilanjutkan karena ruang udara di depan, wilayah udara di Iran, itu ditutup karena ada konflik bersenjata, ada serangan,” cerita Mugiyanto kepada tvOnenews.com. 

Pesawat pun berputar-putar di udara selama hampir satu jam sebelum akhirnya diarahkan kembali mendarat di Doha, Qatar.

Bagi Mugiyanto, momen itu terasa seperti sesuatu yang sulit dipercaya.

“Saya kayak percaya nggak percaya. Kok ada perang, wilayah udara ditutup. Pikiran saya ke mana-mana, membayangkan ada rudal, membayangkan nanti mendaratnya di mana dan sebagainya,” ujarnya.

Setibanya di Bandara Doha, harapan untuk melanjutkan perjalanan perlahan memudar. Satu per satu penerbangan dibatalkan.

Di papan informasi bandara, status penerbangan yang ditunggu hanya menampilkan kata yang sama berulang kali.

“Status pesawat di papan pengumuman itu cancel, cancel, cancel. Terus saya pikir, waduh nggak ada harapan kita melanjutkan ke Jenewa,” tuturnya.

Berbagai informasi itu membuat Mugi terhenyak. Salah satunya adalah kabar tentang sekolah di Iran yang terkena serangan rudal dan menewaskan anak-anak.

“Saya ngeri membaca informasi itu. Saya tidak membayangkan bahwa pada saat saya berada di udara itu, di bawah sana ada ratusan anak-anak kecil yang tiba-tiba meninggal dunia karena dirudal,” katanya pelan.

Bagi seorang pejabat yang mengurusi isu hak asasi manusia, kabar itu terasa sangat menyesakkan.

Ia menilai serangan terhadap warga sipil merupakan pelanggaran serius hukum humaniter internasional.

“Perang juga ada aturannya, tidak boleh menyasar masyarakat sipil. Itu war crime, kejahatan perang yang harus dipertanggungjawabkan siapapun pelakunya,” tegasnya.

Hari-hari berikutnya di Doha, Qatar diwarnai suasana yang tak biasa.

Beberapa kali ponsel Mugiyanto berbunyi bersamaan dengan ponsel orang-orang di sekitarnya, memunculkan peringatan darurat dari pemerintah Qatar.

Tak lama setelah alarm itu berbunyi, dentuman terdengar di langit.

“Biasanya setelah kami menerima alarm seperti itu, dalam beberapa menit langsung ada suara dentuman-dentuman di luar, ledakan di udara,” jelas dia.

*Singgah di Wisma Indonesia di Qatar*

Hari itu menjadi awal dari pengalaman yang tak pernah ia bayangkan.

Mugiyanto kemudian menuju Wisma Indonesia di Doha setelah mendapat saran dari Duta Besar RI untuk Qatar, Syahda Guruh Langkah Samudera.

Di tempat itulah ia mulai memahami betapa seriusnya situasi yang sedang terjadi di kawasan tersebut.

Rasa penasaran akhirnya membuat Mugiyanto sesekali mengintip dari balkon Wisma Indonesia.

Dari sana ia melihat langsung bagaimana rudal meluncur di langit sebelum akhirnya meledak setelah dicegat sistem pertahanan udara Qatar.

“Rudal yang meledak di atas itu bukan petasan seperti yang kita lihat di Indonesia. Tapi rudal sesuatu yang mematikan dan arahnya bisa ke mana saja,” katanya.

Mugiyanto mengaku, momen itu adalah pertama kalinya ia melihat langsung rudal di langit.

Dentuman terdengar dari kejauhan, lalu kilatan cahaya tampak di udara sebelum akhirnya menghilang.

Pengalaman itu terasa begitu nyata, sekaligus sulit ia percayai.

“Ini pertama kalinya saya melihat rudal secara langsung. Walaupun dulu tahun 2001 saya pernah meliput konflik bersenjata di Aceh, tapi melihat rudal di udara seperti ini rasanya berbeda,” ungkapnya.

Bahkan saat masih berada di dalam pesawat hingga hari-hari pertama di Doha, Mugiyanto mengaku seperti tidak percaya bahwa dirinya benar-benar berada di tengah situasi konflik bersenjata.

“Waktu di pesawat sampai di Doha itu saya seperti tidak percaya ini nyata. Saya berharap ini tidak nyata, berharap ini segera selesai, segera damai,” katanya.

Di tengah suasana Ramadan itu, ia hanya memiliki berharap sederhana. Ia ingin konflik itu segera berakhir agar semua orang bisa kembali ke rumah dan merayakan Idulfitri bersama keluarga.

“Sebentar lagi kan Lebaran. Saya berharap semuanya bisa segera damai, supaya saya dan semua orang bisa merayakan Lebaran di rumah bersama keluarga,” ujarnya.

Namun hari-hari berikutnya di Doha diwarnai suasana yang jauh dari kata tenang.

Dari balkon Wisma Indonesia, ia melihat bagaimana rudal meluncur sebelum akhirnya meledak setelah dicegat sistem pertahanan udara Qatar.

Di tengah situasi yang mencekam itu, Mugiyanto tetap menjalankan ibadah puasa dan tugas negara.

Ia memantau pekerjaan kementerian di Jakarta melalui pertemuan daring, sekaligus memastikan warga negara Indonesia yang terdampar di Doha dalam kondisi aman.

*Terdampar bersama Ratusan WNI*

Ada sekitar 214 warga Indonesia tercatat mengalami kondisi serupa, dari total sekitar 8.000 penumpang internasional yang tertahan di Qatar akibat konflik tersebut.

Meski sempat mendapat opsi keluar dari Doha melalui jalur darat menuju Arab Saudi, Mugiyanto memilih tetap bertahan di Wisma bersama WNI.

Ia merasa harus berada di sana bersama warga Indonesia yang mengalami situasi yang sama.

“Saya merasa lebih baik di Doha bersama dengan warga negara Indonesia yang berada di sana. Saya sebagai perwakilan pemerintah juga harus hadir membersamai mereka,” ujarnya.

Hampir 10 hari Mugiyanto menjalani hari-hari di Doha dalam situasi penuh ketidakpastian.

Baru pada 10 Maret ia berhasil mendapatkan tiket penerbangan dari Doha menuju Manila sebelum akhirnya kembali ke Indonesia sehari kemudian.

Pengalaman itu meninggalkan kesan mendalam baginya, terutama tentang betapa rapuhnya kehidupan manusia ketika perang terjadi.

“Saya berharap semua pemimpin dunia tidak menggunakan cara-cara kekerasan, apalagi perang, untuk menyelesaikan persoalan antarnegara. Ruang diplomasi harus dimaksimalkan,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi Mugiyanto, Ramadan kali ini sangat berkesan, bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga.

Di kota yang langitnya sesekali diterangi ledakan rudal, ia juga belajar kembali tentang satu hal yang sering dianggap sederhana, betapa berharganya kedamaian. (rpi/aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tak Heran John Herdman Banyak Panggil Pemain Persija ke Timnas Indonesia, Bung Ropan Justru Kaget Nama Ini Muncul

Tak Heran John Herdman Banyak Panggil Pemain Persija ke Timnas Indonesia, Bung Ropan Justru Kaget Nama Ini Muncul

John Herdman banyak panggil pemain dari Persija untuk perkuat Timnas Indonesia, Bung Ropan justru kaget dengan satu nama yang dipanggil John Herdman tersebut.
Tegas Dedi Mulyadi Minta Kepala Dishub Jabar Pasang Palang Pintu Digital di Perlintasan Ampera Bekasi: Hari Ini!

Tegas Dedi Mulyadi Minta Kepala Dishub Jabar Pasang Palang Pintu Digital di Perlintasan Ampera Bekasi: Hari Ini!

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi minta jajaran Dinas Perhubungan Jabar mengganti palang pintu manual di kawasan Ampera Bekasi dengan palang pintu digital.
Kado Prabowo untuk Buruh di May Day 2026: Potongan Aplikator Ojol 8%-Satgas PHK

Kado Prabowo untuk Buruh di May Day 2026: Potongan Aplikator Ojol 8%-Satgas PHK

Ia juga mengumumkan sejumlah kebijakan yang diklaim sebagai “kado” bagi kaum buruh.
Aksi Hari Buruh di Bandung Berujung Ricuh, Kelompok Massa Berpakaian Serba Hitam Rusak Fasilias Umum

Aksi Hari Buruh di Bandung Berujung Ricuh, Kelompok Massa Berpakaian Serba Hitam Rusak Fasilias Umum

Aksi peringatan Hari Buruh di Kota Bandung, diwarnai kericuhan. Sekelompok massa berpakaian serba hitam terlibat aksi anarkis di kawasan Dago Cikapayang Bandung
The Real Saingan Maarten Paes? Kiper 199 Cm Keturunan Surabaya yang Eligible Bela Timnas Indonesia Pernah Diincar Ajax

The Real Saingan Maarten Paes? Kiper 199 Cm Keturunan Surabaya yang Eligible Bela Timnas Indonesia Pernah Diincar Ajax

Nama Maarten Paes kini mulai mendapat 'ancaman baru' di posisi kiper Garuda. Sosok Kayne van Oevelen yang eligible bela Timnas Indonesia jadi incaran Ajax.
Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Ungkapan Mendalam Peran Buruh: Kerja Harus tetap Memanusiakan Manusia

Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Ungkapan Mendalam Peran Buruh: Kerja Harus tetap Memanusiakan Manusia

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos memberikan beberapa ungkapan di Hari Buruh Internasional (May Day 2026). Mulai dari peran buruh hingga perusahaan.

Trending

Pratama Arhan Gandeng Pacar Baru saat Wisuda Sarjana, Tanda Sudah Move On dari Azizah Salsha?

Pratama Arhan Gandeng Pacar Baru saat Wisuda Sarjana, Tanda Sudah Move On dari Azizah Salsha?

Pratama Arhan dikabarkan menggandeng kekasih baru di momen spesialnya. Di momen tersebut, ia diisukan mengajak serta Inka Andestha, seorang pengusaha skincare.
Jay Idzes-Maarten Paes Diziinkan Main, Timnas Indonesia Kejatuhan 'Durian Runtuh' dari FIFA Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

Jay Idzes-Maarten Paes Diziinkan Main, Timnas Indonesia Kejatuhan 'Durian Runtuh' dari FIFA Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan digelar pada September-Oktober 2026 tampaknya membawa angin segar bagi Timnas Indonesia asuhan John Herdman. Ada kabar baik apa?
Shin Tae-yong Blak-blakan Usai Jadi Penasihat Teknik Timnas Indonesia Football 7: Mental dan Fisik Pemain Timnas Indonesia Lemah

Shin Tae-yong Blak-blakan Usai Jadi Penasihat Teknik Timnas Indonesia Football 7: Mental dan Fisik Pemain Timnas Indonesia Lemah

Shin Tae-yong menilai bahwa bakat besar yang dimiliki pemain Indonesia kerap terhambat oleh dua faktor mendasar: mentalitas dan kondisi fisik. Hasil pengamatannya
Lampaui Dedi Mulyadi dan Pramono, Sherly Tjoanda Terpilih Jadi Gubernur Berkinerja Terbaik Versi Anak Muda

Lampaui Dedi Mulyadi dan Pramono, Sherly Tjoanda Terpilih Jadi Gubernur Berkinerja Terbaik Versi Anak Muda

Gubernur Malut, Sherly Tjoanda Laos melampaui Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) & Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung jadi Gubernur Terbaik versi anak muda.
Ipswich Town Kembali Tak Libatkan Elkan Baggott dalam Upaya Promosi ke Premier League

Ipswich Town Kembali Tak Libatkan Elkan Baggott dalam Upaya Promosi ke Premier League

Sudah keenam kalinya beruntun, bek Timnas Indonesia Elkan Baggott tidak dilibatkan pelatih Kieran McKenna dalam upaya Ipswich Town promosi ke Premier League.
Berapa Harta Kekayaan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi?

Berapa Harta Kekayaan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi?

Anda mungkin juga bertanya-tanya, dari mana saja sumber kekayaan yang dimiliki Dedi Mulyadi. Inilah beberapa sumber penghasilan yang dimiliki Dedi Mulyadi.
Kok Bisa Ada Hong Kong di FIFA ASEAN Cup 2026?

Kok Bisa Ada Hong Kong di FIFA ASEAN Cup 2026?

Hong Kong Disebut-sebut menjadi salah satu tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 selain Indonesia. Lantas, kenapa bisa ada Hong Kong dalam turnamen khusus tim ASEAN?
Selengkapnya

Viral