Macet Horor di Pelabuhan Gilimanuk Jelang Lebaran: Antrean Kendaraan Capai 31 Km, 16 Pemudik Pingsan karena Panas dan Kelelahan
- dok.Polda Bali
Jakarta, tvOnenews.com - Arus mudik Lebaran 2026 di kawasan Pelabuhan Gilimanuk diwarnai kemacetan panjang hingga puluhan kilometer. Pada Minggu (15/3/2026), antrean kendaraan menuju pelabuhan dilaporkan mencapai sekitar 31 kilometer dan memanjang hingga wilayah Kecamatan Negara.
Kemacetan panjang tersebut membuat sejumlah pemudik mengalami kelelahan saat menunggu giliran menyeberang menuju Pelabuhan Ketapang. Tercatat, belasan orang pingsan akibat panas dan lamanya waktu antre.
Kendaraan yang terjebak dalam antrean didominasi truk logistik, mobil pribadi, serta sepeda motor yang hendak menyeberang dari Bali ke Jawa. Sementara itu, area parkir kendaraan di dalam kawasan pelabuhan dilaporkan telah penuh sejak siang hari, sehingga banyak kendaraan harus menunggu di luar area pelabuhan.
Petugas kesehatan dari Dokkes Polres Jembrana diterjunkan untuk membantu pemudik yang mengalami gangguan kesehatan di beberapa titik. Layanan medis disiagakan di lokasi seperti Terminal Kargo Gilimanuk, Simpang Karantina, hingga sepanjang jalur antrean sepeda motor di depan kawasan pertokoan Gilimanuk.
Dari total 17 orang yang mendapatkan perawatan medis, sebanyak 16 pemudik dilaporkan pingsan akibat kelelahan serta paparan panas yang memicu heat syncope. Setelah mendapatkan penanganan dari tim kesehatan, para pemudik tersebut kembali melanjutkan perjalanan mereka.
Sementara itu, satu orang lainnya mengalami luka robek akibat kecelakaan dan harus menjalani tindakan medis berupa penjahitan luka serta perawatan lanjutan.
Kasi Humas Polres Jembrana, I Putu Budi Arnaya, mengatakan petugas kesehatan disiagakan selama masa arus mudik untuk memastikan kondisi pemudik tetap terjaga.
“Kami ingin memastikan para pemudik tetap dalam kondisi sehat dan aman selama perjalanan. Apabila masyarakat merasa lelah atau mengalami gangguan kesehatan, kami mengimbau agar segera memanfaatkan pos pelayanan yang telah disediakan,” kata Budi dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, antrean panjang menuju pelabuhan membuat banyak pemudik harus menunggu dalam waktu lama, terutama pengendara sepeda motor yang berada langsung di bawah terik matahari. Kondisi tersebut berpotensi memicu kelelahan hingga gangguan kesehatan.
Untuk mengurangi kepadatan kendaraan, aparat kepolisian bersama sejumlah instansi terkait melakukan pengaturan arus lalu lintas di sepanjang jalur menuju pelabuhan. Upaya tersebut dilakukan dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat Agung 2026.
Kabid Humas Polda Bali, Ariasandy, menyatakan pihaknya menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas guna mempercepat penguraian antrean kendaraan.
“Personel kami bersama instansi terkait terus melakukan pengaturan serta rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan delay system bagi kendaraan sumbu tiga ke atas. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk sekaligus mempercepat proses penyeberangan,” ujarnya.
Selain pengaturan lalu lintas, koordinasi juga dilakukan dengan berbagai pihak seperti PT ASDP Indonesia Ferry, KSOP, TNI, Unit Penyelenggara Pelabuhan, Balai Pengelola Transportasi Darat, serta dinas perhubungan setempat.
Untuk menekan lonjakan kendaraan menuju Gilimanuk, petugas juga menerapkan penyekatan bagi truk bersumbu tiga atau lebih di sejumlah wilayah seperti Denpasar, Badung, dan Tabanan. Kendaraan tersebut diarahkan ke area buffer zone untuk menjalani sistem penundaan perjalanan sebelum diperbolehkan menuju pelabuhan.
Saat ini, layanan penyeberangan rute Gilimanuk–Ketapang dilayani oleh 31 kapal. Salah satu armada juga menerapkan pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) di Pelabuhan Ketapang guna mempercepat proses bongkar muat kendaraan.
Petugas juga rutin melakukan patroli di sepanjang jalur antrean untuk memastikan kendaraan tetap tertib serta mencegah upaya pemudik yang mencoba menyerobot barisan antrean. (nba)
Load more