Gaya Santai Gibran Dinilai Efektif Tarik Perhatian Gen Z, Begini Kata Pengamat
- YouTube/Yusril Ihza Mahendra Official
Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perbincangan, bukan karena agenda kenegaraan, melainkan gaya komunikasinya yang dinilai berbeda dibanding banyak tokoh politik lain.
Penampilan yang lebih santai, penggunaan bahasa sehari-hari, hingga aktivitas yang kerap muncul di media sosial disebut menjadi faktor yang membuatnya lebih mudah menarik perhatian Generasi Z.
Ketua Umum Gen Z, Arwin Welhalmina, menilai pendekatan yang dilakukan Gibran mencerminkan upaya menyesuaikan cara komunikasi dengan karakter generasi muda yang tumbuh di era digital.
“Gen Z itu generasi yang sangat dekat dengan media sosial. Mereka terbiasa melihat sesuatu yang cepat, sederhana, dan tidak terlalu formal. Jadi ketika ada figur publik, termasuk pemimpin, yang bisa tampil lebih santai dan dekat, tentu lebih mudah mendapatkan perhatian,” kata Arwin dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).
- Dok Arwin Welhalmina.
Menurutnya, gaya kasual tidak sekadar berkaitan dengan penampilan, melainkan juga cara menyampaikan pesan. Ia menilai seorang pemimpin tidak harus berusaha menjadi anak muda, tetapi perlu memahami pola komunikasi generasi tersebut.
“Bukan berarti kalau mau dekat dengan Gen Z harus ikut-ikutan menjadi anak muda. Yang lebih penting adalah memahami cara mereka berkomunikasi. Gaya yang lebih santai bisa menjadi pintu masuk supaya pesan yang disampaikan tidak terasa terlalu jauh,” ujarnya.
Dalam berbagai kesempatan di luar acara kenegaraan, Gibran kerap tampil dengan kemeja lengan pendek, jeans, sneakers, atau busana lokal yang sederhana. Penampilan seperti itu dinilai menciptakan kesan lebih dekat dengan keseharian masyarakat.
Arwin mengatakan, cara seorang tokoh menampilkan dirinya di depan publik dapat memengaruhi bagaimana anak muda membangun persepsi.
“Anak muda sekarang cukup peka kalau melihat sesuatu yang terlalu dibuat-buat. Ketika seorang figur tampil lebih natural, mereka bisa merasa ada kedekatan. Jadi pakaian itu memang bukan segala-galanya, tetapi bisa membentuk kesan pertama,” tutur Arwin.
Menurut dia, kesan dekat tersebut menjadi semakin penting karena sebagian besar interaksi Gen Z saat ini berlangsung di ruang digital.
“Di media sosial, orang tidak melihat kita seperti di acara formal. Mereka melihat sisi yang lebih sehari-hari. Karena itu, ketika seorang pemimpin bisa menunjukkan sisi yang lebih humanis, itu bisa membuat jarak dengan anak muda terasa lebih pendek,” katanya.
Load more