Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis, KontraS Desak Polisi Ungkap Aktor Intelektual: Jangan Hanya Pelaku Lapangan
- tvOnenews.com/Rika Pangesti
Jakarta, tvonenews.com – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap aktivisnya, Andrie Yunus.
KontraS meminta Polri mengungkap aktor intelektual di balik serangan tersebut. Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Jane Rosalina, mengatakan penanganan kasus tidak boleh berhenti pada pelaku di lapangan.
Menurutnya, aparat penegak hukum harus menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang berada di balik serangan tersebut.
“Kami mendesak seluruh pihak utamanya dari kepolisian yang sedang bertugas dapat mengungkap dan bertanggung jawab dalam memberikan kejelasan terkait dengan penanganan kasus yang hari ini dihadapi, dialami oleh rekan kami, dan segera menangkap maupun mengadili pelaku dan mengungkap aktor yang terlibat, tidak hanya aktor lapangan saja melainkan aktor intelektualnya juga,” kata Jane dalam konferensi pers di kantor YLBHI, Jakarta, Senin (16/3/2026).
Jane menegaskan serangan terhadap Andrie tidak bisa dipandang sebagai kekerasan biasa.
Ia menilai tindakan penyiraman cairan kimia berbahaya ke tubuh korban menunjukkan adanya indikasi kuat bahwa serangan tersebut telah direncanakan.
Menurut dia, pelaku secara sengaja menyasar bagian vital tubuh korban seperti wajah dan area pernapasan dengan cairan asam yang berbahaya.
“Cara pelaku kemudian menyerang dengan menyiramkan cairan kimia berbahaya secara langsung kepada tubuh rekan kami ke bagian tubuh vital, termasuk wajah dan area pernapasan, menunjukkan bahwa tindakan tersebut bukan sekadar kekerasan biasa,” ujarnya.
Karena itu, KontraS menilai aparat penegak hukum harus mengusut kasus ini secara serius dan transparan agar seluruh pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban.
Selain itu, Jane juga menilai serangan tersebut tidak hanya menyasar individu korban, tetapi berpotensi menjadi ancaman bagi masyarakat sipil yang selama ini aktif mengkritik kekuasaan maupun mengungkap dugaan pelanggaran hak asasi manusia.
“Serangan ini tidak hanya menyerang subjek tunggal, tetapi ini juga adalah serangan terhadap masyarakat sipil secara luas atau publik secara luas yang diduga sebagai bagian upaya sistematik untuk kemudian membungkam mereka yang berani mengungkapkan fakta, menantang impunitas, maupun mengkritik kekuasaan maupun memperjuangkan keadilan di tengah situasi hari ini,” tegas Jane.
Load more