Dilarang Beroperasi oleh KDM, Kusir Delman di Garut Justru Senyum Bahagia
- ANTARA
Garut, tvOnenews.com -Di jalur utama Kabupaten Garut, Jawa Barat biasanya yang paling dirasakan adalah derap langkah kuda di sejumlah sudut jalan di perkotaan . Namun suasana itu akan berubah, ketika diberlakukan pengamanan arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah. Pasalnya, selama tujuh hari —tiga hari sebelum dan empat hari setelah Lebaran— delman tak diizinkan melintas di jalanan utama. Kebijakan pengamanan arus mudik membuat transportasi tradisional itu harus menepi sementara, memberi ruang bagi arus kendaraan pemudik yang diperkirakan membludak.
Bagi kepentingan lalu lintas, keputusan itu dianggap perlu. Namun, bagi para kusir, larangan tersebut terasa seperti keputusan yang berat. Apalagi lebaran biasanya menjadi musim panen. Di saat orang-orang pulang kampung dan suasana kota lebih ramai dari biasanya, delman justru kerap dicari untuk perjalanan singkat, wisata keluarga, atau sekadar nostalgia menikmati perjalanan yang lambat di tengah hiruk-pikuk hari raya. Kesempatan itu berarti tambahan penghasilan yang tak selalu hadir pada bulan-bulan biasa.
Oleh karena itu, ketika larangan diberlakukan, kecemasan sempat menggelayut di benak para kusir yang menggantungkan hidup pada derap kuda dan putaran roda kayu. Namun kecemasan itu perlahan mencair. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan uang kompensasi sebagai pengganti hari-hari tanpa operasi.
Bagi para kusir yang selama ini menggantungkan hidup dari transportasi tradisional tersebut, adanya kebijakan kompensasi ini menjadi angin segar. Wajah-wajah lega pun terlihat saat para kusir delman berkumpul di halaman Markas Polres Garut, Sabtu (14/3/2026).
Antusiasme terpancar ketika mereka menunggu penyerahan uang kompensasi yang secara simbolis akan diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Meski saat itu cuaca cukup panas karena di tengah terik matahari, tidak menyurutkan mereka untuk meninggalkan kawasan tersebut. Mereka bertahan menunggu di bangku delman, ada juga yang berdiri di pinggir kudanya masing-masing menunggu kedatangan Gubernur.
Sorak gembira para kusir delman pun pecah, menyambut Gubernur yang datang sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu tak ada teriakan protes maupun kesal karena aktivitas usahanya dilarang oleh pemerintah di momentum menjelang Lebaran. Mereka justru senang, seperti yang diungkapkan kusir delman, Ii Saepudin (67) bahwa kompensasi yang diberikan sangat membantunya lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari dan Lebaran, termasuk kebutuhan pakan kuda.
Load more